Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen, Terjun ke Posisi Terendahnya Dalam 6 Bulan Terakhir

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 04 Agustus 2022 | 07:43 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen, Terjun ke Posisi Terendahnya Dalam 6 Bulan Terakhir
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia anjlok sekitar 4 persen pada perdagangan hari Rabu, ke posisi terendah hampir enam bulan, setelah data Amerika menunjukkan stok minyak mentah dan bensin secara tak terduga melonjak minggu lalu.

Selain itu, juga dipicu keputusan OPEC Plus yang mengatakan akan menaikkan target output minyaknya sebesar 100.000 barel per hari (bph).

Mengutip CNBC, Kamis (4/8/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup merosot USD3,76, atau 3,7 persen menjadi USD96,78 per barel, posisi terendah sejak 21 Februari.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melorot USD3,76, atau 4 persen menjadi USD90,66 per barel, penutupan terendah sejak 10 Februari.

Kontrak tersebut mencapai sesi terendah USD90,38 per barel, level terlemah sejak 25 Februari. Kedua kontrak terus berfluktuasi selama sesi tersebut.

Persediaan minyak mentah Amerika di luar dugaan meningkat pekan lalu, karena ekspor menyusut dan penyulingan menurunkan produksi.

"Sementara stok bensin juga mencatat kenaikan yang mengejutkan karena permintaan melambat," kata Badan Informasi Energi.

Stok minyak mentah naik 4,5 juta barel pekan lalu, dibandingkan perkiraan analis untuk penarikan 600.000 barel. Stok bensin meningkat 200.000 barel, dibandingkan ekspektasi untuk penurunan 1,6 juta barel.

"Angka minyak mentah jauh di atas ekspektasi. Bensin mengecewakan. Kita seharusnya tidak pernah melihat peningkatan bensin selama musim panas. Ini laporan yang sangat  bearish," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho.

Menteri Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC Plus, menyetujui sedikit peningkatan pada target output kelompok itu, yang setara dengan sekitar 0,1 persen dari permintaan minyak global.

Kendati Amerika Serikat mendesak kelompok itu untuk meningkatkan produksi, kapasitas cadangan relatif terbatas dan Arab Saudi mungkin enggan untuk meningkatkan output dengan mengorbankan Rusia, yang terkena sanksi atas konflik Ukraina.

Pemerintahan Presiden Joe Biden fokus untuk menjaga harga minyak tetap turun, kata Gedung Putih.

Menjelang pertemuan tersebut, OPEC Plus memangkas perkiraannya untuk surplus pasar minyak tahun ini sebesar 200.000 bph menjadi 800.000 bph.

Juga membebani harga, pejabat Iran dan AS mengatakan mereka melakukan perjalanan ke Wina untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung tentang program nuklir Iran.

Di sisi permintaan, pejabat Federal Reserve kembali menyuarakan tekad mereka, Rabu, untuk mengendalikan lonjakan inflasi, meski ada yang mengatakan kenaikan setengah poin dalam suku bunga utama bank sentral bulan depan mungkin cukup untuk memenuhi target tersebut. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen, Imbas Data Manufaktur Lemah

Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen, Imbas Data Manufaktur Lemah

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2022 | 07:36 WIB

Harga Minyak Mentah Naik Lagi, Kini Dibandrol USD110/Barel

Harga Minyak Mentah Naik Lagi, Kini Dibandrol USD110/Barel

Bisnis | Senin, 01 Agustus 2022 | 08:29 WIB

Dibayangi Resesi Global, Harga Minyak Dunia Bergerak Bervariasi

Dibayangi Resesi Global, Harga Minyak Dunia Bergerak Bervariasi

Bisnis | Jum'at, 29 Juli 2022 | 08:05 WIB

Terkini

Harga Minyak Premium Naik, Mendag Sebut Dipicu Lonjakan CPO Dunia

Harga Minyak Premium Naik, Mendag Sebut Dipicu Lonjakan CPO Dunia

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:11 WIB

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB