Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mensesneg dan Wamen BUMN 1 Didampingi Dirut Rekind Tinjau Kesiapan JTB

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:19 WIB
Mensesneg dan Wamen BUMN 1 Didampingi Dirut Rekind Tinjau Kesiapan JTB
Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih mendampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Wakil Menteri (Wamen) BUMN 1 Pahala Mansury ketika berkunjung ke lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, di Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.

Suara.com - PT Rekayasa Industri (Rekind) akan lebih memaksimalkan lagi kekuatan, kompetensi dan inovasinya di Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) agar proses pelaksanaan Gas on Streaming (GoS –aliran gas) berjalan aman, lancar sesuai harapan pemerintah bangsa dan negara. 

Kesiapan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih saat hadir mendampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Wakil Menteri (Wamen) BUMN 1 Pahala Mansury ketika berkunjung ke lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, di Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.

Kunjungan ini untuk melihat langsung kesiapan GoS dan perkembangan proyek yang digadang-gadang bakal menjadi salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia ini.

GoS merupakan penentu keberhasilan proyek JTB yang mencapai tahapan produksi. Sebelumnya, Rekind melalui pengalaman dan keahliannya berhasil mengantarkan proyek ini masuk pada tahapan Gas In. Gas In merupakan tahap awal pembuktian bahwa equipment dan instalasi gas terintegrasi yang dikerjakan putra putri terbaik Rekind berjalan dengan baik.

“Tahapan GoS juga menjadi pertaruhan penting buat Rekind. Kami akan bekerja lebih optimal lagi untuk mencapai tahapan ini. Menaikkan lagi level kekuatan, pengalaman, kompetensi dan inovasi yang kami punya, termasuk berkoordinasi lebih maksimal dengan seluruh pihak. Semoga, pelaksanaan GoS berjalan lancar, aman sehingga harapan pemerintah, bangsa dan negara bisa terwujud,” ujar Triyani Utaminingsih.

Wanita yang akrab disapa Yani ini juga menegaskan, sejak awal pengerjaan proyek ini dipercayakan kepada Rekind, pihaknya sangat konsisten dan fokus secara penuh agar bisa memberikan hasil terbaik dalam mewujudkan keberlangsungan proyek JTB. Semua tahapan dilakukan dengan maksimal, dan profesional melalui penerapan inovasi yang dimiliki Rekind, mulai dari proses perancangan hingga membangun infrastruktur berteknologi tinggi.

"Kehadiran Rekind di Proyek JTB merupakan peran nyata kami dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam hal kemandirian dan pemanfaatan sumber daya gas, yang harapannya akan bermuara untuk menopang perekonomian bangsa dan negara,” tambah Yani.

Dalam sesi khusus Mesesneg Pratikno menjelaskan, di tengah skala global saat ini terjadi kebutuhan energi yang cukup besar, salah satunya karena dampak dari perang ukraina dan lainnya. Kebutuhan gas domestik juga meningkat luar biasa sejalan dengan kebijakan Presiden untuk industrialisasi dan hilirisasi.

"Itu artinya kita harus memproduksi gas secara besar, terlebih gas memiliki emisi yang lebih rendah dibandingkan energi fosil lainnya," terangnya.

Pratikno menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek ini; pada Pertamina dan anak perusahaan nya, BUMN yang termasuk Rekind di dalamnya dan SKK Migas yang bekerja keras untuk mempercepat produksi ini. “Ini akan mendukung kebijakan nasional kita dalam suplai energi yang emisinya lebih rendah," tambahnya.

Dalam pandangan Wamen BUMN 1 Pahala Mansury, Proyek JTB ini strategis bukan hanya pada sektor energi, namun juga untuk sektor pangan juga memiliki peran strategis seperti pupuk. Ditambahkannya, jumlah industri di Pulau Jawa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Khususnya dengan pengembangan kawasan industri di jalur utara pulau Jawa. Terlebih, saat ini pipa Gresik - Semarang (Gresem) juga sudah siap.

"Project JTB ini sangat strategis bagi pengembangan kawasan industri di Pulau Jawa ini," ujarnya.

Pahala Mansury berharap Gas on Stream (GoS) dari JTB nanti dapat berjalan lancar setiap tahapnya. Rencananya GoS akan dilaksanakan 20 persen dari total produksi. Kemudian Pahala juga mengharapkan fasilitas yang lain dapat selesai sehingga bisa naik di angka 40 persen dan selanjutnya di November nanti bisa mencapai angka penuh 100 persen.

"Kita dari Kementerian BUMN tentunya selalu mengawal semua pihak yang terlibat baik itu dari internal BUMN sendiri seperti Rekind yang merupakan perusahaan EPC di proyek ini untuk bisa berkoordinasi dengan baik bersama para vendor lain dan memastikan proses GoS bisa berjalan dengan lancar dan aman," ungkapnya.

Proyek gas JTB ini akan memproduksi sales gas sebesar 192 MMSCFD yang akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan gas di kawasan Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Gas JTB ini juga sebagai salah satu pengejawantahan strategi dari Pertamina untuk menunjang program transisi energi dalam bentuk komersialisasi gas sebagai energi baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekind Digandeng Pemerintah Kembangkan PSN Bahan Bakar Nabati

Rekind Digandeng Pemerintah Kembangkan PSN Bahan Bakar Nabati

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:45 WIB

Dukung Gerakan Antikorupsi, Rekind Raih Silver Winner di IDEAS 2022

Dukung Gerakan Antikorupsi, Rekind Raih Silver Winner di IDEAS 2022

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2022 | 05:30 WIB

Rekind Raih Award 3D Design Internasional di Amerika Serikat

Rekind Raih Award 3D Design Internasional di Amerika Serikat

Bisnis | Rabu, 06 Juli 2022 | 13:14 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB