Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Terima Global Citizen Award, Jokowi Dinilai Sukses Promosikan Misi Perdamaian Dunia

Iwan Supriyatna

Jum'at, 23 September 2022 | 13:51 WIB
Terima Global Citizen Award, Jokowi Dinilai Sukses Promosikan Misi Perdamaian Dunia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin Rapat Terbatas Terkait Kebijakan Visa On Arrival di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (9/9/2022). [Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Suara.com - Peneliti Senior Maarif Institute, David Krisna Alka mengapresiasi penghargaan 'Global Citizen Award' yang diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut David, penghargaan yang diterima Jokowi sebagai bentuk apresiasi dunia atas misi kemanusiaan yang dilakukan presiden di Ukraina dan Rusia beberapa waktu lalu. Presiden Jokowi tampil meretas jalan perdamaian dengan mengunjungi kedua negara tersebut, padahal saat itu dua negara tengah bertikai.

Penghargaan tersebut juga semakin meneguhkan figur Jokowi sebagai pemimpin yang memiliki kapasitas di dunia internasional.

"Kalau melihat sejarahnya, siapa saja yang pernah mendapatkan penghargaan ini, dapat kita sebut Jokowi telah meneguhkan kepemimpinannya sebagai pemimpin yang diakui kapasitasnya di dunia internasional," kata David Krisna Alka, Jumat (23/9/2022).

Peneliti Associate The Indonesian Institute itu menyebut, apa yang dilaksanakan Jokowi selaras dengan amanat konstitusi khususnya terkait misi perdamaian. Dan, diatas kertas Jokowi sudah membuktikan bahwa dirinya bukanlah jago kandang.

"Jadi Presiden Jokowi tidak hanya jago kandang, akan tetapi juga jago di dunia internasional. Penghargaan yang diterima ini adalah bukti yang shahih," jelas penulis buku 'Karsa untuk Bangsa: 66 Tahun Azyumardi Azra, CBE' yang diluncurkan awal tahun ini.

Ke depan, Maarif Institute menunggu kiprah kepemimpinan Jokowi di dunia internasional. Bukan hanya di Ukraina dan Rusia, melainkan juga di negara lain seperti potensi perang yang kian membesar antara Taiwan dan China.

Besarnya potensi itu mencuat setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi berkunjung ke pulau itu pada awal Agustus lalu. Atas kunjungan itu, Presiden China Xi Jinping dilaporkan memerintahkan militer negaranya untuk mengambil langkah yang jauh lebih agresif, yakni blokade untuk merebut negara pulau itu dengan paksa.

"Catatannya adalah, kita juga menunggu peran Presiden Jokowi tidak hanya di Ukraina, tapi juga dibelahan negara lainnya termasuk di Taiwan. Semua itu perlu kita dorong untuk menciptakan keadaban publik di dunia internasional," tutur David.

baca juga

"Saya juga berharap Presiden Jokowi semakin menguatkan peran sebagai tokoh internasional yang menguatkan kemanusiaan sebagai kekuatan utama. Termasuk terkait persoalan keagamaan dengan mengkampanyekan Islam moderat dan Islam jalan tengah yang selama ini dilaksanakan Maarif Institute," tandasnya.

Sementara itu, tokoh aktivis 98 Wahab Talaohu mengatakan, Presiden Jokowi sebagai pemimpin negara sebesar Indonesia sangat lihai dan mampu memainkan politik internasional bebas-aktif, dimana tetap aktif dalam membangun kerjasama dan kolaborasi dengan negara-negara raksa ekonomi dunia.

“Padahal di lain sisi ada rivalitas ekonomi yang sangat intens antara Amerika, Uni Eropa, China, Jepang dan Rusia. Namun lewat kepiawaian diplomasi presiden Jokowi, Indonesia tetap dipandang sebagai negara yang netral,” kata tokoh aktivis 98 Wahab Talaohu saat dihubungi, Jumat (23/9).

Menurut Talaohu, bukti kongkrit Jokowi memiliki kemampuan adalah upaya dirinya mendamaikan perang antara Rusia dan Ukraina. Dalam misi itu, Presiden Jokowi langsung datang bertemu dua pemimpin negara tersebut dan disambut baik dan sangat dihormati oleh Rusia dan Ukraina.

“Resolusi menuju jalan perdamaian pun mulai dirintis, hal itu tercermin dari hasil dialog Jokowi dengan Putin dan Zelensky,” ucapnya.

Dikatakan Talaohu, puncak dari kiprah kepiawaian Jokowi adalah pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) yang telah bergulir sejak 1 Desember 2021 hingga pada puncak acara G20 Summit di Bali pada 14-15 November 2022 mendatang. Indonesia di pilih sebagai tuan rumah, karena para pemimpin G20 menaruh kepercayaan penuh pada Presiden Jokowi yang dinilai mampu menjadi teman dan kawan bagi siapa saja.

“Ini sebuah momentum yang sangat penting bukan saja bagi Indonesia tetapi bagi dunia internasional. Karena ini akan menjadi pertemuan G20 pertama setelah pandemic covid-19 melanda dunia. Segala keputusan yang akan lahir pada G20 mendatang akan sangat menentukan masa depan dunia kedepan. Maka menurut kami Presiden Jokowi sangat layak diganjar Penghargaan Global Citizen Award,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Jokowi Pernah Pakai Jet Pribadi yang Ditumpangi Hendra Kurniawan, Siapa?

Menteri Jokowi Pernah Pakai Jet Pribadi yang Ditumpangi Hendra Kurniawan, Siapa?

News | Jum'at, 23 September 2022 | 13:19 WIB

Buka-bukaan Ma'ruf Amin, Disuruh 'Belok' Dari Ulama Jadi Wapres Oleh Jokowi

Buka-bukaan Ma'ruf Amin, Disuruh 'Belok' Dari Ulama Jadi Wapres Oleh Jokowi

News | Jum'at, 23 September 2022 | 13:00 WIB

Teken Perpres, Jokowi Tambah Kursi Wamen Dampingi Menteri Pertanian

Teken Perpres, Jokowi Tambah Kursi Wamen Dampingi Menteri Pertanian

News | Jum'at, 23 September 2022 | 12:34 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×