Rencana Jokowi Stop Ekspor Tembaga Sudah Tepat, Pengusaha Dorong Aturan Serapan Produk Industri Hilirisasi Dalam Negeri

Iwan Supriyatna

Kamis, 19 Januari 2023 | 14:58 WIB
Rencana Jokowi Stop Ekspor Tembaga Sudah Tepat, Pengusaha Dorong Aturan Serapan Produk Industri Hilirisasi Dalam Negeri
Presiden Jokowi saat berpidato dalam acara Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Se-Indonesia di SICC, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1/2023). (YouTube Sekretariat Presiden)

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Anggawira mendukung rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan ekspor konsentrat tembaga pada pertengahan tahun 2023.

Namun, menurutnya kesiapan industri hilirisasi, harus dibarengi dengan aturan terkait penyerapan produk-produk hilirisasi oleh pasar dalam negeri, untuk itu Anggawira mendorong pemerintah untuk menyiapkan hal tersebut.

"Saya rasa sudah tepat kalau segala sesuatu dilakukan on the track, tetapi harus dilihat dulu kesiapan daripada industri hilirisasinya," ujar Anggawira, Kamis (19/1/2023).

Anggawira yang Pengurus Badan Pengusaha Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu menyampaikan aturan tersebut untuk melindungi nilai jual dari produk yang tidak bisa di ekspor sehingga harganya tidak jatuh di dalam negeri yang berimplikasi terhadap pendapatan para pengusaha.

"Jangan sampai para penambang kesulitan untuk melakukan penjualan di dalam negeri dan juga untuk soal harga juga harus ada standar sehingga tidak merugikan, stabil lah harganya," ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengapresiasi keberanian Jokowi melarang ekspor bahan mentah, mulai dari nikel, bauksit, hingga ke depan tembaga.

Fahmy mengatakan ada dua hal yang dikejar oleh Presiden Jokowi yakni. Pertama, menaikkan nilai tambah. Kedua, membentuk ekosistem industri yang terkait dengan bahan baku tambang tersebut.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak lain demi kemakmuran masyarakat.

"Kalau ditunggu kesiapannya, gak akan pernah siap. Selamanya akan seperti itu sampai nanti kekayaan alam habis dan tidak bisa memberikan manfaat besar bagi kemakmuran rakyat," jelasnya.

baca juga

Fahmy berpendapat kebijakan larangan ekspor tembaga dalam jangka pendek akan membuat pengusaha dan negara kehilangan pendapatan dari ekspor. Hal itu disebabkan karena volume ekspor menurun.

Namun, ketika fasilitas hilirisasi siap, hasilnya akan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar dan bisa dinikmati oleh pengusaha maupun negara. Hal tersebut bisa dicapai dalam jangka menengah hingga panjang.

Ia menilai persiapan hilirisasi tembaga tidak akan memakan waktu lama, hanya membutuhkan waktu sekira 3 tahun.

"Saya perkirakan mungkin kurang dari 3 tahun sudah siap (hilirisasi tembaga) dan akan menaikkan nilai tambah, tapi dalam setahun awal akan terjadi penurunan. Tahun kedua saat hilirisasi sudah siap itu sudah akan kembali menaikkan pendapatan pengusaha maupun devisa negara," tukasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membuka kemungkinan melarang ekspor tembaga pada pertengahan tahun ini. Hal ini dilakukan agar bahan mentah dan mineral RI bisa memberikan nilai tambah bagi ekonomi dalam negeri.

Jokowi juga tidak takut jika kelak ada negara yang kembali menuntut Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) karena larangan ekspor tersebut.

"Masalah nikel kalah di WTO, kita terus, Justru kita tambah stop bauksit dan mungkin pertengahan tahun kita tambah lagi stop tembaga," tegas Jokowi

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan larangan ekspor tembaga dan bahan mentah sesuai dengan upaya Bung Karno yang menyatakan menolak imperialisme dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan. Oleh karena itu, dengan hilirisasi tembaga Indonesia juga akan lebih diuntungkan dibanding ekspor bahan mentah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blusukan ke Pasar Airmadidi, Jokowi Pastikan Harga Bahan Pokok di Sulut Masih Stabill

Blusukan ke Pasar Airmadidi, Jokowi Pastikan Harga Bahan Pokok di Sulut Masih Stabill

News | Kamis, 19 Januari 2023 | 14:03 WIB

Tengah Ramai Jokowi Mirip Raja Firaun, Amien Rais: Sebodoh-bodohnya Raja Bisa Cengkeram Kekuasaan

Tengah Ramai Jokowi Mirip Raja Firaun, Amien Rais: Sebodoh-bodohnya Raja Bisa Cengkeram Kekuasaan

News | Kamis, 19 Januari 2023 | 13:46 WIB

Sejarah Pembangunan Bandara Bali Utara: Diprotes Megawati, Ditendang Jokowi dari PSN

Sejarah Pembangunan Bandara Bali Utara: Diprotes Megawati, Ditendang Jokowi dari PSN

News | Kamis, 19 Januari 2023 | 13:45 WIB

Terkini

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Hutan Terbakar, Korporasi Harus Diusut, Pemerintah Jangan Berkelit

Hutan Terbakar, Korporasi Harus Diusut, Pemerintah Jangan Berkelit

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Apakah Serum Harus Disimpan di Kulkas? Kenali Jenis yang Boleh dan Tidak

Apakah Serum Harus Disimpan di Kulkas? Kenali Jenis yang Boleh dan Tidak

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:49 WIB

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Manga The Summer Hikaru Died Tamat, Begini Akhir Kisah Yoshiki dan Hikaru

Manga The Summer Hikaru Died Tamat, Begini Akhir Kisah Yoshiki dan Hikaru

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:45 WIB

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Sidang Perdana Kasus Silmy Karim Digelar 29 Oktober 2026

Sidang Perdana Kasus Silmy Karim Digelar 29 Oktober 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Erik ten Hag Sebut Cristiano Ronaldo Mengecewakan, Ungkap Masalah Kebugaran di MU

Erik ten Hag Sebut Cristiano Ronaldo Mengecewakan, Ungkap Masalah Kebugaran di MU

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:35 WIB

×