- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap alasan Megawati Soekarnoputri mengikuti upacara 17 Agustus 2026 di Sekolah Partai PDIP.
- Megawati menjalankan misi khusus untuk menyampaikan rangkaian sejarah dan membangkitkan kesadaran kader agar berdaulat.
- Megawati berpesan agar Indonesia belajar dari sejarah dunia serta bangsa lain seperti Tiongkok, Jerman, dan Korea Selatan.
Suara.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkap alasan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lebih memilih mengikuti upacara peringatan kemerdekaan di Sekolah Partai PDIP dibandingkan di Istana Negara.
Hasto menyampaikan, Ketua Umum PDIP itu memiliki misi khusus kepada para kader partai berlambang banteng dengan moncong putih.
Bagi Megawati, kata Hasto, momentum 17 Agustus bukan hanya sebagai peringatan, melainkan juga untuk menyampaikan berbagai rangkaian sejarah.
“Jadi Ibu punya suatu misi khusus untuk mengadakan upacara di Kantor DPP PDI Perjuangan,” kata Hasto di Lenteng Agung, Senin (17/8/2026).

Hasto juga menyampaikan bahwa Megawati ingin mengingatkan agar Indonesia harus banyak belajar dari bangsa-bangsa lain. Sebab, Indonesia lahir dari dialektika sejarah dunia.
“Maka Ibu menyebut kita harus belajar bagaimana dari Tiongkok, dari Jerman. Jerman itu Bung Karno mengatakan bangsa penemu. Korea Selatan, dan sebagainya,” ucap Hasto.
Megawati lebih memilih melaksanakan upacara di Sekolah Partai, lanjut Hasto, agar membangkitkan kesadaran para kader untuk bisa lebih berdaulat.
“Acara hari ini disiarkan kepada seluruh pengurus partai di seluruh Indonesia, agar proklamasi itu membangkitkan suatu kesadaran kita bahwa Indonesia seharusnya menjadi contoh di dalam perjuangan agar rakyat Indonesia bisa merdeka, bisa berdaulat, bisa bebas berbicara, berserikat, diperlakukan setara, hukum harusnya berkeadilan,” tandasnya.