Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Indonesia Berkomitmen Dorong Transisi Kendaraan Listrik demi Menjamin Masa Depan Berkelanjutan

Fabiola Febrinastri

Kamis, 01 Juni 2023 | 09:33 WIB
Indonesia Berkomitmen Dorong Transisi Kendaraan Listrik demi Menjamin Masa Depan Berkelanjutan
Diskusi “Kebijakan Percepatan Adopsi EV Guna Mendukung Keberlangsungan Industri Otomotif di Era Transisi Energi”. (Dok: Kemenko Marves)

Suara.com - Salah satu kunci kelangsungan industri otomotif di Indonesia adalah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik (EV), yang kini tengah dilakukan di Indonesia, termasuk di dunia.

Hal ini menjadi kesimpulan dari diskusi lintas pemangku kepentingan pemerintah Indonesia terkait kendaraan listrik, yang dilaksanakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) beserta kementerian dan lembaga terkait di Jakarta, Rabu (31 Mei 2023).

Saat ini, Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara. Industri otomotif juga menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia, yang menampung sekitar 1,5 juta pekerja dan berkontribusi kepada PDB sebanyak 4%. Sementara itu, nilai ekspor industri otomotif Indonesia mencapai Rp70 triliun pada tahun 2022.

Hadir sebagai narasumber dalam acara diskusi bertajuk “Kebijakan Percepatan Adopsi EV Guna Mendukung Keberlangsungan Industri Otomotif di Era Transisi Energi” adalah Tenaga Ahli Utama Deputi Bidang I Kantor Staf Presiden Hageng Nugroho, Kepala PKAPBN Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Wahyu Utomo, dan Kasubdit Industri Alat Transportasi Darat Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Dodiet Prasetyo.

Selain itu, Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Gigih Udi Atmo, Sesditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari, Direktur Sarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Danto Restyawan

Tak ketinggalan, Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa, Associate dan Country Coordinator IISD di Indonesia Lucky Lontoh, Peneliti ICCT Tenny Kristiana, serta Managing Director dan Senior Partner BCG Yulius juga hadir sebagai penanggap.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Rachmat Kaimuddin mengatakan bahwa Indonesia siap menangkap peluang ekonomi industri kendaraan listrik agar bisa menjadi pusat industri kelas dunia.

“Dengan berkembangnya pasar kendaraan listrik di dunia yang diiringi oleh kebutuhan dunia untuk solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan serta potensi pasar dan sumber daya Indonesia yang besar. Saat ini kita dihadapkan dengan golden opportunity untuk menjadi mitra global perusahaan EV terkemuka untuk menjadi pusat manufaktur EV kelas dunia,“ ujar Rachmat.

“Namun golden opportunity ini tidak akan ada selamanya, karena negara-negara lain juga menyebarkan karpet merah dan kita harus bersaing dengan mereka untuk menarik para pemain ini. Jika gagal, kita hanya menjadi pasar saja dan bukan produsen. Jangan sampai industri jutaan lapangan kerja dari industri otomotif Indonesia terancam karena kita terlambat melakukan transformasi industri, " tambahnya.

baca juga

“Failure is not an option. Untuk itu kita harus bisa mengantisipasi kebutuhan para mitra ini untuk mempermudah mereka mengambil keputusan strategi bisnis ke depan,” kata Rachmat lagi.

Kaimuddin juga mengurai upaya pemerintah Indonesia untuk menarik pemain raksasa global EV ke Indonesia. Tak tanggung-tanggung, pemerintah telah menjalin hubungan dengan beberapa pemain raksasa yang setengah dari produksi global.

Menurut Bloomberg Energy Forum, tahun lalu pangsa pasar penjualan EV dunia telah mencapai 14%. Angka ini melampaui ambang batas 10% yang merupakan tipping point atau titik kritis pertumbuhan pasar EV eksponensial. Titik kritis biasanya menunjukan lonjakan pertumbuhan yang besar untuk periode kedepan.

Agar tak tertinggal di kawasan, Indonesia telah menerbitkan program Bantuan Pemerintah untuk pembelian sepeda motor listrik dan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian mobil dan bis listrik (BEV) dalam rangka meningkatkan keterjangkauan harga EV yang memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Direktur eksekutif IESR Fabby Tumiwa menambahkan, “Untuk menarik investasi pada kendaraan listrik, maka perlu diciptakan permintaan pasar (demand). Saat ini permintaan kendaraan listrik di Indonesia masih kecil.Ini menjadi sinyal bagi investor manufaktur bahwa pasar kendaraan listrik punya prospek tumbuh di jangka pendek.”

Kenaikan produksi dan penjualan EV juga seiring dengan pergeseran minat konsumen terhadap produk yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, nilai jual kendaraan EV yang mampu menghemat biaya operasional, juga menjadi salah satu faktor penentu. Oleh karena itu Indonesia akan merangkul transisi EV.

Pemerintah pun optimistis dengan peran industri EV dalam mendukung kepentingan nasional Indonesia lainnya, seperti peningkatan keamanan energi, efisiensi anggaran negara, dan pengurangan emisi.

Peneliti ICCT, Tenny Kristiana menekankan, berdasarkan studi ICCT yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, emisi EV di Indonesia jauh lebih rendah dibanding kendaraan konvensional.

“Saat ini pengurangan emisi kendaraan EV dibanding kendaraan konvensional ada di sekitaran 50%," ujar Tenny.

Kristiana menambahkan di tahun 2021, emisi EV di Tiongkok dan India lebih rendah dibanding kendaraan konvensional, yaitu sebesar 48 persen sampai 68 % untuk China dan antara 30 - 56 % untuk India.

Associate dan Country Coordinator IISD, Lucky Lontoh juga mengangkat potensi EV dalam meringankan beban subsidi BBM Indonesia.

“Ketegangan geopolitik mempengaruhi harga BBM dunia. Adopsi EV dapat mendukung upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia,” jelasnya.

Namun pengembangan industri EV dalam negeri masih dihadapkan dengan dua tantangan besar. Pertama, bagaimana Indonesia dapat meningkatkan kapasitas manufaktur dan kedua, bagaimana Indonesia dapat meningkatkan permintaan domestik terhadap EV.

Managing Director dan Senior Partner BCG, Yulius mengatakan bahwa saat ini sudah banyak negara maju dan berkembang yang telah memberikan kebijakan insentif terkait kendaraan listrik dengan harapan bisa menjadi produser kendaraan listrik di negaranya.

“Pertanyaannya, Indonesia: apakah kita menjadi konsumen saja atau kita jg ada ambisi untuk jadi hub production dari kendaraan listrik? Saya mengapresiasi pemerintah indonesia yang sudah memiliki keinginan untuk menjadi produsen ataupun hub dari basis produksinya,” ujar Yulius.

Yulius menambahkan bawah industri otomotif saat ini sedang mengalami transformasi ‘generational opportunity’ yang datang sekali dalam waktu tiga puluh tahun dimana produsen mobil sedang melakukan pergantian radikal jenis bahan bakar otomotif.

“Banyak negara berlomba-lomba untuk mengundang OEM (Original Equipment Manufacturer) untuk membangun industri di negara mereka, karena kalau tidak dipilih sebagai yg pertama, mungkin akan menunggu 5-10 tahun ke depan,” imbuh Yulius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Minat Masyarakat, Pemerintah Berikan Insentif untuk Kendaraan Listrik

Dorong Minat Masyarakat, Pemerintah Berikan Insentif untuk Kendaraan Listrik

News | Senin, 29 Mei 2023 | 20:00 WIB

Subsidi Kendaraan Listrik Tidak Tepat Sasaran, Hanya Untungkan Produsen

Subsidi Kendaraan Listrik Tidak Tepat Sasaran, Hanya Untungkan Produsen

Bisnis | Senin, 29 Mei 2023 | 11:22 WIB

GoEasy Perkenalkan Kabinet Penukaran Baterai Motor Listrik Tercepat

GoEasy Perkenalkan Kabinet Penukaran Baterai Motor Listrik Tercepat

Tantrum | Senin, 29 Mei 2023 | 08:32 WIB

Produsen Motor Listrik Ini Berinovasi Ciptakan Pergantian Baterai dalam Tujuh Detik

Produsen Motor Listrik Ini Berinovasi Ciptakan Pergantian Baterai dalam Tujuh Detik

Press Release | Minggu, 28 Mei 2023 | 20:05 WIB

Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM

Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM

Sumbar | Minggu, 28 Mei 2023 | 15:16 WIB

Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia Mulai Terbentuk

Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia Mulai Terbentuk

Tantrum | Minggu, 28 Mei 2023 | 11:11 WIB

Terkini

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:15 WIB

Investor Asing Terus Berhasrat Jual Saham, IHSG Melemah ke Level 5.820

Investor Asing Terus Berhasrat Jual Saham, IHSG Melemah ke Level 5.820

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:02 WIB

Ternyata CNG Pengganti LPG 3 Kg Impor Juga dari China

Ternyata CNG Pengganti LPG 3 Kg Impor Juga dari China

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:47 WIB

Jangan Lewatkan Jazz Gunung 2026, BRImo Hadirkan Promo Tiket Diskon 40%!

Jangan Lewatkan Jazz Gunung 2026, BRImo Hadirkan Promo Tiket Diskon 40%!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:37 WIB

Target Harga Rp6.000, Saham Emiten Tambang AMMN Layak Dibeli?

Target Harga Rp6.000, Saham Emiten Tambang AMMN Layak Dibeli?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:35 WIB

Lippo Malls Gelontorkan Rp11,6 Miliar Bangun PLTS Atap

Lippo Malls Gelontorkan Rp11,6 Miliar Bangun PLTS Atap

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:30 WIB

Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD

Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:19 WIB

Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran

Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 15:54 WIB

Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG

Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 15:20 WIB

×