Subsidi Kendaraan Listrik Tidak Tepat Sasaran, Hanya Untungkan Produsen

M Nurhadi

Senin, 29 Mei 2023 | 11:22 WIB
Subsidi Kendaraan Listrik Tidak Tepat Sasaran, Hanya Untungkan Produsen
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). (Dok: PLN)

Suara.com - Kebijakan pemerintah terkait subsidi kendaraan listrik belakangan panen kritik karena dianggap tidak tepat sasaran dan justru hanya menguntungkan kalangan tertentu saja.

Selain itu, subsidi kendaraan listrik juga hanya menguntungkan beberapa pihak. Justru, pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) yang seharusnya menjadi salah satu yang terbantu dari kebijakan itu belum bisa merasakan manfaatnya secara maksimal.

Menurut pengamat transportasi dan kebijakan publik sekaligus Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, dibandingkan dengan subsidi kendaraan listrik, pelaku UMKM justru membutuhkan tambahan modal usaha, akses pasar dan pelatihan SDM.

Kritik tersebut berkaitan dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6/2023 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Dua. 

Lebih spesifik lagi, hal itu dimuat dalam pasal 3 yang menjelaskan program tersebut diberikan kepada penduduk yang terdaftar sebagai penerima manfaat, seperti kredit usaha rakyat, bantuan produktif usaha mikro, bantuan subsidi upah, dan penerima subsidi listrik hingga 900 volt ampere.

Meski demikian, menurut dia, pelaku UMKM sebenarnya tidak membutuhkan insentif kendaraan listrik tersebut. Menurutnya, pelaku UMKM sudah memiliki sepeda motor untuk kegiatan usahanya, bahkan beberapa memiliki lebih dari satu sepeda motor di rumah tangga mereka. 

Oleh karena itu, menurut Djoko, sasaran yang dituju oleh pemerintah untuk penerima insentif kendaraan listrik ini tidak tepat.

Djoko berpendapat bahwa insentif kendaraan listrik akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada masyarakat yang kesulitan mengakses bahan bakar minyak (BBM), terutama masyarakat di luar Jawa atau daerah terluar, tertinggal, terdepan, dan pedalaman (3TP).

Dia menyebutkan contoh Pemerintah Kabupaten Asmat di Papua Selatan yang sejak 2007 telah menggunakan kendaraan listrik karena kesulitan mendapatkan BBM.

baca juga

Menurut Djoko, program insentif kendaraan listrik seharusnya belajar dari kasus tersebut, di mana penggunaan kendaraan listrik telah menjadi solusi transportasi yang efektif di daerah tersebut.

Djoko juga menyatakan bahwa tujuan pemerintah memberikan insentif untuk pembelian sepeda motor dan mobil listrik sepertinya lebih bertujuan untuk membantu industri kendaraan listrik yang telah berinvestasi dan berproduksi, meskipun pangsa pasarnya masih sangat kecil. Menurutnya, program insentif kendaraan listrik ini tidak mewajibkan pembeli kendaraan listrik untuk menghentikan kepemilikan kendaraan berbahan bakar minyak yang mereka miliki saat ini.

Menurut Djoko, insentif ini justru dapat menyebabkan peningkatan kemacetan karena semakin banyak kendaraan pribadi yang berada di jalan, sementara manfaat pengurangan emisi dan konsumsi BBM menjadi nihil.

Dia berpendapat bahwa program ini hanya menguntungkan produsen kendaraan listrik. Djoko juga menyebutkan bahwa distribusi kendaraan listrik, terutama sepeda motor listrik, sebaiknya tidak terlalu banyak di perkotaan yang sudah padat dan macet.

Dengan demikian, Djoko mempertanyakan keuntungan dan kepuasan semua pihak yang tampaknya menjadi upaya pemerintah. Dia menyarankan agar distribusi kendaraan listrik, terutama sepeda motor listrik, lebih diperhatikan di daerah yang membutuhkannya, seperti daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pondok Pindang Umak, Resep Warisan Ibu Nan Jadi Bisnis Keluarga

Pondok Pindang Umak, Resep Warisan Ibu Nan Jadi Bisnis Keluarga

Sumsel | Senin, 29 Mei 2023 | 08:45 WIB

GoEasy Perkenalkan Kabinet Penukaran Baterai Motor Listrik Tercepat

GoEasy Perkenalkan Kabinet Penukaran Baterai Motor Listrik Tercepat

Tantrum | Senin, 29 Mei 2023 | 08:32 WIB

Dampingi UMKM, GMC Jatim Gelar Penyuluhan Sertifikasi Halal di Mojokerto

Dampingi UMKM, GMC Jatim Gelar Penyuluhan Sertifikasi Halal di Mojokerto

Bisnis | Senin, 29 Mei 2023 | 06:11 WIB

Kreatif Gunakan Pewarna Alam, Songket Palembang Terkenal Sampai ke Prancis

Kreatif Gunakan Pewarna Alam, Songket Palembang Terkenal Sampai ke Prancis

Sumsel | Senin, 29 Mei 2023 | 06:05 WIB

Produsen Motor Listrik Ini Berinovasi Ciptakan Pergantian Baterai dalam Tujuh Detik

Produsen Motor Listrik Ini Berinovasi Ciptakan Pergantian Baterai dalam Tujuh Detik

Press Release | Minggu, 28 Mei 2023 | 20:05 WIB

Tak Hanya Eksplorasi, SKK Migas Minta KKKS Juga Berdayakan UMKM

Tak Hanya Eksplorasi, SKK Migas Minta KKKS Juga Berdayakan UMKM

Bisnis | Minggu, 28 Mei 2023 | 16:43 WIB

Terkini

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:53 WIB

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 09:47 WIB

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Bekaci | Rabu, 23 September 2026 | 09:46 WIB

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:44 WIB

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 09:43 WIB

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 09:37 WIB

×