Kepala Bapanas Jelaskan Harga Ayam di Pasar Temuan Jokowi yang Capai Rp 50.000

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 27 Juni 2023 | 08:38 WIB
Kepala Bapanas Jelaskan Harga Ayam di Pasar Temuan Jokowi yang Capai Rp 50.000
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai mengunjungi Pasar Palmerah Jakarta, Senin (26/6/2023). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemukan ada kenaikan harga pangan yang tinggi saat mengunjungi Pasar Palmerah, Jakarta Pusat. Salah satunya, Jokowi sebut harga ayam di pasar tersebut mencapai Rp 50.000 per kg.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, menjelaskan harga ayam rata-rata nasional hanya sebesar Rp 36.000 per kg.

"Dan biasanya harga di pasar turunan, Palmerah itu turunan. Pasar induk sama turunan itu pasti akan ada selisih," ujarnya di Jakarta, yang dikutip Selasa (27/6/2023).

Menurut dugaan Arief, harga ayam tinggi di Pasar Palmerah karena ada biaya distrivys, Pasanya, dirinya menjelaskan, harga pangan dari pasar induk ke pasar turunan ada biaya distribusi yang lebih.

"Itu ada faktor distribution cost. Jadi cost per unit akan lebih bagus saat dikirim lebih banyak. Jadi satu truk isinya 3 ton misalnya. Kemudian, tapi isinya cuma 1 ton. Sama kalo diisi 3 ton full truck full load kan berbeda," bebernya.

Selain itu, Arief menerangkan, harga ayam itu dilihat berdasarkan kilogram, lebih besar atau tidak dan jenis ayamnya.

"Ayam yang mana nih. Ayam itu, ada karkas, saya nanti musti lihat lagi ya.Jadi harga ayam itu Rp 36.000/kg. Kalau dari Rp 36.000 ke Rp 50.000 itu kalo benar harga ayam per kilo segitu, itu mahal. Tapi kalau harga ayamnya, ayamnya musti dilihat, beratnya 1,2 atau satu kilo atau 1,8. Karena hitung berat nih, beratnya 1,2 kilo berarti harus ditambahin," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi melakukan blusukan ke Pasar Palmerah, Jakarta, Senin (26/6/2023) untuk mengecek harga dan pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijiriah.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menemukan sejumlah harga bahan pokok yang melambung tinggi, semisal harga daging ayam.

baca juga

"Yang naik harga tinggi memang daging ayam biasanya di harga 30 (ribu), 32 (ribu), ini sudah mencapai 50 (ribu)," ujar Presiden dalam keterangannya kepada awak media usai peninjauan.

Jokowi pun mengatakan bahwa ia akan segera mencari penyebab terjadinya kenaikan harga daging ayam tersebut. Presiden menyebut kenaikan harga bisa terjadi salah satunya akibat masalah pasokan.

"Entar saya cek. Mungkin ada problem di suplainya, di pasokannya," ungkap Presiden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Ditelpon Ganjar, Pedagang Pasar Anyar Bahari Temui Pj Gubernur DKI Sampaikan Sejumlah Keluhan

Usai Ditelpon Ganjar, Pedagang Pasar Anyar Bahari Temui Pj Gubernur DKI Sampaikan Sejumlah Keluhan

News | Selasa, 27 Juni 2023 | 06:04 WIB

Volume Impor Naik, Mendag Curhat Minta Arahan Jokowi Agar Produksi Dalam Negeri Naik

Volume Impor Naik, Mendag Curhat Minta Arahan Jokowi Agar Produksi Dalam Negeri Naik

Bisnis | Senin, 26 Juni 2023 | 16:51 WIB

Kata Jokowi Soal Maraknya Penggunaan Anggaran Negara yang Tak Tepat Sasaran

Kata Jokowi Soal Maraknya Penggunaan Anggaran Negara yang Tak Tepat Sasaran

Bisnis | Senin, 26 Juni 2023 | 17:24 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×