Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Negara ASEAN Ramai-ramai Jajaki Kerjasama Perdagangan dan Energi Bersih dengan Kanada

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 06 September 2023 | 22:08 WIB
Negara ASEAN Ramai-ramai Jajaki Kerjasama Perdagangan dan Energi Bersih dengan Kanada
Ilustrasi. Sejumlah banner KTT ASEAN terpasang pada tiang monorel di kawasan Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (4/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) bekerja sama dengan Canada-ASEAN Business Council (CABC), menjadi tuan rumah Pertemuan Meja Bundar Perdagangan ASEAN - Kanada di Hotel Sultan Jakarta pada Selasa (5/9/2023).

Tema Pertemuan Meja Bundar Perdagangan ASEAN-Kanada adalah “Memperkuat Peluang ASEAN-Kanada untuk Pembangunan Berkelanjutan. 

Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjid mengatakan  pertemuan meja bundar ini diadakan dengan tujuan untuk membina kemitraan sektor swasta yang nyata guna mengatasi masalah-masalah paling penting yang menjadi perhatian bersama, termasuk mempercepat perjalanan menuju Net Zero dan memastikan ketahanan pangan jangka panjang.

“Pertemuan tingkat tinggi ini berfokus pada bagaimana negara-negara ASEAN dan Kanada dapat memperluas peluang pasar, mendorong kemitraan untuk energi ramah lingkungan, dan memfasilitasi arus perdagangan dan investasi melalui Kanada untuk mempercepat peran ASEAN dalam pertumbuhan global yang berkelanjutan,” ujar Arsjad dalam pidato pembukaannya. pada Pertemuan Meja Bundar Perdagangan ASEAN-Kanada.

Di antara yang hadir adalah Ian Mckay, Utusan Khusus Kanada untuk Indo-Pasifik, Vicky Singmin, Duta Besar Kanada untuk ASEAN, dan Wayne Farmer, Presiden Dewan Bisnis Kanada-ASEAN.

Arsjad menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Perdana Menteri Justin Trudeau kepada ASEAN, mengingat ASEAN sebagai mitra strategis Kanada di kawasan Indo-Pasifik. Namun, ia menekankan perlunya rencana dan strategi yang lebih konkrit untuk meningkatkan kerja sama di kawasan Asia Tenggara.

“Saat kami menjamu Perdana Menteri Trudeau pada KTT G20 di Bali, beliau menyampaikan langkah signifikan Kanada dalam berpartisipasi dalam pembangunan berkelanjutan ASEAN melalui pembentukan Kemitraan Transisi Energi yang Berkeadilan (JETP) dengan Indonesia dan Vietnam,” ungkap Arsjad.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kemitraan strategis ini telah menghasilkan dukungan pendanaan yang besar dari Kanada untuk membantu Indonesia dan Vietnam dalam transisi dari sumber batubara ke sumber energi terbarukan.

Sementara itu, Presiden CABC Wayne Farmer mencatat kemajuan signifikan yang dicapai ASEAN dan Kanada baru-baru ini, terutama dengan menguatnya kembali komitmen ekonomi di kawasan ini yang didorong oleh Strategi Indo-Pasifik (IPS) baru Kanada dan kemajuan negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Kanada-ASEAN. 

Presiden CABC menyatakan komitmennya untuk mendukung kerja sama perdagangan dan investasi yang sedang berlangsung antara Kanada dan negara-negara ASEAN, mengingat pentingnya peran sektor swasta.

“CABC mewakili Kanada dan negara-negara ASEAN dalam mendukung perjanjian Penanaman Modal Asing (FDI) dan mengevaluasi perjanjian dan strategi yang ada. Kanada adalah pemimpin di bidang pertanian, inovasi teknologi, dan energi terbarukan. Kerja sama ini bertujuan untuk membantu negara-negara ASEAN dalam mencapai pembangunan berkelanjutan dan transisi ke energi terbarukan,” kata Wayne Farmer.

Menurut Duta Besar Kanada untuk Jepang dan Utusan Khusus untuk Indo-Pasifik, Ian Mckay, Kanada akan segera diumumkan sebagai mitra strategis ASEAN.

Kanada telah meluncurkan Strategi Indo-Pasifik dengan lima pilar, termasuk pengawasan keamanan dan militer, bekerja sama dengan Indonesia. Di bidang perdagangan, melalui perdagangan bebas dan perjanjian kemitraan ekonomi, Kanada juga mendorong pertukaran antar masyarakat, termasuk akademisi, peneliti, dan pakar.

“Kami terus meningkatkan pendanaan iklim melalui partisipasi aktif dalam lembaga pendanaan iklim di ASEAN. Dalam diplomasi, kami juga terus memperluas partisipasi Kanada di ASEAN,” jelas Ian McKay.  

Arsjad menyebutkan bahwa Kanada memiliki sumber daya energi alam yang melimpah, termasuk pembangkit listrik tenaga air, angin, dan panas bumi. Kanada juga memiliki keahlian teknis dan teknologi mutakhir yang dibutuhkan industri ASEAN untuk mencapai pertumbuhan pesat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penumpang Transjakarta Pilih Jalan Kaki karena Bus Terjebak Macet Imbas Rekayasa Lalu Lintas KTT ASEAN

Penumpang Transjakarta Pilih Jalan Kaki karena Bus Terjebak Macet Imbas Rekayasa Lalu Lintas KTT ASEAN

News | Rabu, 06 September 2023 | 16:50 WIB

Wuling Air ev Bawa Pengalaman Berkendara Hijau Para Delegasi KTT ASEAN

Wuling Air ev Bawa Pengalaman Berkendara Hijau Para Delegasi KTT ASEAN

Otomotif | Rabu, 06 September 2023 | 14:09 WIB

Bikin Geger Saat Dampingi Sultan Brunei di KTT Asean, Ini 5 Potret Tampan Pangeran Mateen

Bikin Geger Saat Dampingi Sultan Brunei di KTT Asean, Ini 5 Potret Tampan Pangeran Mateen

Lifestyle | Rabu, 06 September 2023 | 14:55 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB