Akses Investasi Berkelanjutan Perlu Diperluas

Iwan Supriyatna

Rabu, 27 September 2023 | 15:15 WIB
Akses Investasi Berkelanjutan Perlu Diperluas
Presiden Direktur PT BNP Paribas Asset Management Priyo Santoso.

Suara.com - Potensi investasi berkelanjutan di Indonesia masih terbuka lebar. Untuk mengoptimalkannya, dibutuhkan akses ke sumber pendanaan termasuk investasi, baik dari dana publik maupun swasta.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam sesi “Unlocking Sustainable Investment for Climate Action” dalam forum Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2023.

Sesi tersebut diikuti oleh Penasihat Khusus untuk Kementerian Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal Masyita Crystallin, Presiden Direktur PT BNP Paribas Asset Management Priyo Santoso, dan Direktur Operasi dan Keuangan PT SMI Darwin Trisna Djajawinata.

Priyo menyampaikan, investasi berkelanjutan di Indonesia terus meningkat dan PT BNP Paribas Asset Management merupakan salah satu pelopor penerapan investasi berkelanjutan di Indonesia yang menawarkan produk investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) pada 2016.

“Pertama kalinya kami memperkenalkan tema ESG ke dalam proses investasi ke dalam reksa dana syariah berbasis efek luar negeri kami. Pada saat itu, kesadaran investor dan investment di equity market di Indonesia memang masih belum cukup,“ kata Priyo ditulis Rabu (27/9/2023).

Kemudian pada tahun 2018, PT BNP Paribas Asset Management menerbitkan produk reksa dana bertema Sustainable and Responsible Investment, salah satu cikal bakal tumbuhnya minat investor di Indonesia pada isu keberlanjutan.

“Kami mulai di tahun 2018 itu dengan dana kelolaan yang cukup kecil jadi masih di sekitar Rp200 miliar,” kata Priyo. Namun lambat laun, produk ini berhasil menggalang investasi sebesar Rp3 triliun per Agustus 2023.

Priyo menuturkan, untuk mendorong peningkatan investasi berkelanjutan, sejak awal 2022 PT BNP Paribas Asset Management juga sudah melakukan pendekatan (engagement) dengan berbagai perusahaan, termasuk perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

“Bukan berarti kalau kita berbicara mengenai sustainability di Indonesia itu akan terbatas. Sebetulnya ada banyak perusahaan-perusahaan sudah mulai memikirkan untuk bertransisi atau melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan. Inilah yang bisa jadi aspek pengukuran bagi perusahaan. Jadi kalau kami menerbitkan produk investasi yang mengangkat tema ESG, itu harus transparan. Ada Skoring ESG dan carbon footprint yang menjadi KPI pengukuran kami, dan hasilnya harus lebih baik dari tolok ukurnya” tuturnya.

baca juga

Direktur Operasi dan Keuangan PT SMI Darwin Trisna Djajawinata mengatakan, untuk mengawal investasi hijau di Indonesia, special purpose vehicle ini harus menekankan pada aspek edukasi dalam pendanaan proyek.

“Kita berikan mereka waktu sampai dengan satu tahun, lalu kita monitor, dan bagaimana ini nanti akan berpengaruh terhadap dengan proses pencairan pendanaan mereka berikutnya,” katanya.

Darwin mengatakan, edukasi menjadi perhatian SMI, bukan hanya dari segi pembiayaan dan investasi. Tujuannya agar proyek-proyek yang menerima fasilitas investasi berkelanjutan bisa memenuhi aspek keberlanjutannya.

Menurutnya, ada empat elemen penting dalam pembiayaan inovatif seperti pembiayaan campuran (blended finance) sebagai sumber pendanaan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Blended finance itu terjadi dari 4 komponen, pengembangan proyek, pembiayaan dan investasinya, dan bagaimana kita bisa memberikan akses lebih luas kepada proyek-proyek untuk bisa mengakses dana-dana melalui pasar modal maupun instrumen lain,” katanya.

Penasihat Khusus untuk Kementerian Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal Masyita Crystallin mengatakan, blended finance dibutuhkan untuk menggalang dana dari investasi publik, lembaga internasional, dan menarik dana swasta untuk membiayai dan mengurangi resiko dan biaya proyek-proyek berkelanjutan.

Dia menambahkan, pemerintah telah menempuh beberapa hal lain seperti memberikan kemudahan impor, insentif pajak, dan tax allowance di beberapa sektor tertentu untuk mengoptimalkannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Basuki 'Goda' Pengusaha China Investasi di IKN: APBN Hanya 20 Persen

Menteri Basuki 'Goda' Pengusaha China Investasi di IKN: APBN Hanya 20 Persen

Bisnis | Rabu, 27 September 2023 | 13:20 WIB

Bos Asrkindo: Pendidikan Adalah Investasi

Bos Asrkindo: Pendidikan Adalah Investasi

Bisnis | Selasa, 26 September 2023 | 18:05 WIB

Investasi Forex, Begini Tips Biar Untung dan Enggak Buntung

Investasi Forex, Begini Tips Biar Untung dan Enggak Buntung

Bisnis | Selasa, 26 September 2023 | 16:24 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×