Indonesia di Tengah Hubungan Tiongkok-Taiwan, AS Berpotensi Jadi Pemicu Konflik

M Nurhadi

Senin, 18 Desember 2023 | 14:49 WIB
Indonesia di Tengah Hubungan Tiongkok-Taiwan, AS Berpotensi Jadi Pemicu Konflik
Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi menghadiri pertemuan dengan pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen di Taipei, Taiwan, 3 Agustus 2022. Kantor Pemimpin Taiwan/HO via REUTERS/as

Suara.com - Salah satu permasalahan geopolitik yang hingga kini belum menemukan titik terang dan berpotensi konflik di kawasan Asia salah satunya adalah ketegangan antara China dan Taiwan. 

Terlebih, meski belakangan nampak semakin dekat, terkait kemungkinan campur tangan dari Amerika Serikat juga tidak bisa dianggap angin lalu.

Pemilihan umum di Taiwan yang dijadwalkan pada 13 Januari 2024 menjadi konteks penting yang menambah kompleksitas dinamika regional ini. Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus analis geopolitik internasional, Sukron Makmun menyebut, Indonesia harus menghadapi potensi dampak dari situasi tersebut.

“Karena selama ini Taiwan memiliki hubungan khusus dengan AS, dan terus meyakinkan AS untuk membangun hubungan lebih dalam, terutama dalam bidang ekonomi dan militer,” kata dia, pada Senin (18/12/2023).

Jika perseteruan antara AS dan Tiongkok yang dipicu perseteruan selat Taiwan–terjadi, yang kebetulan Indonesia ada di tengah-tengah, maka di Indonesia akan rawan konflik dalam negeri.

Indonesia sebagai negara demokrasi dengan potensi konflik, terutama yang berkaitan dengan SARA. Potensi ini bisa dimanfaatkan oleh pihak luar, seperti AS, untuk menciptakan ketidakstabilan. Meskipun Indonesia selalu menegaskan Kebijakan One China Policy di forum internasional, hubungan baik dengan Tiongkok tetap terjaga.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus analis geopolitik internasional, Sukron Makmun [Ist]
Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus analis geopolitik internasional, Sukron Makmun [Ist]

Menurut Sukron, AS memiliki perseteruan dengan Tiongkok, dan Taiwan hanya menjadi alasan untuk konflik tersebut. Perseteruan AS-Tiongkok berkaitan dengan sejarah. Partai politik di Taiwan dibagi menjadi koalisi Pan-Green dan Pan-Blue. Koalisi Pan-Green mendukung kemerdekaan Taiwan, sementara Pan-Blue cenderung mengutamakan identitas nasionalis Tiongkok.

Pentingnya mengakui prinsip Satu China diakui sebagai dasar utama. Pengakuan terhadap Konsensus 1992, yang diakui oleh KMT, tapi tidak oleh DPP, harus jelas dan tanpa keraguan. Kolaborasi antara DPP dan AS untuk mencapai kemerdekaan Taiwan dapat memicu ketegangan dengan Tiongkok.

Situasi di Selat Taiwan dan konflik di Laut China Selatan menjadi perhatian, terutama dengan potensi perang militer di kawasan tersebut. Meskipun terdapat ketegangan politik, ketergantungan ekonomi antara AS dan Tiongkok tetap tinggi. AS merupakan mitra dagang terbesar Tiongkok, meskipun terjadi ketidaksetujuan politik.

baca juga

Menurut dia, calon pemimpin Taiwan sebaiknya menjadi lebih realistis terkait upaya disintegrasi dari Tiongkok, karena dampaknya lebih banyak negatifnya daripada positifnya.

Selain itu, penting untuk selalu konsisten dalam prinsip dasar untuk memelihara stabilitas, tanpa tergantung pada partai atau kekuatan politik yang berkuasa di Taiwan pada tahun 2024. 

Tiongkok, kata dia, tidak akan mengubah pendekatannya terkait prinsip Satu China hanya karena perubahan politik di Taiwan. Upaya untuk menjaga perdamaian di Selat Taiwan harus dilakukan oleh kedua belah pihak.

Lebih lanjut, Sukron menyatakan bahwa masyarakat Taiwan perlu menyadari bahwa pernyataan AS tentang "kepedulian dan pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan" mungkin hanya retorika.  

Agenda reunifikasi merupakan tujuan utama Tiongkok. Tiongkok juga memberi alternatif lebih lunak berupa tawaran “satu negara dua sistem” kepada Taiwan, seperti yang sudah berlaku di Hongkong dan Macau.

“Calon pemimpin Taiwan harus sadar bahwa Tiongkok telah menjelma menjadi kekuatan adidaya baru dunia, bahkan diprediksi akan segera melampaui AS dan sekutunya dalam waktu tidak terlalu lama," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HP Samsung dan iPhone Apple Terancam Hilang Akibat Kebijakan Pemerintah China

HP Samsung dan iPhone Apple Terancam Hilang Akibat Kebijakan Pemerintah China

Tekno | Senin, 18 Desember 2023 | 11:46 WIB

Eks Bos Samsung Jadi Buronan Usai Bocorkan Rahasia ke China, Bikin Rugi Rp 27 Triliun

Eks Bos Samsung Jadi Buronan Usai Bocorkan Rahasia ke China, Bikin Rugi Rp 27 Triliun

Tekno | Senin, 18 Desember 2023 | 11:23 WIB

Sinopsis 'The Baking Challenge', Drama China Baru tentang Chef

Sinopsis 'The Baking Challenge', Drama China Baru tentang Chef

Your Say | Senin, 18 Desember 2023 | 10:27 WIB

Viktor Axelsen 'Rusak' Pesta China dalam BWF World Tour Finals 2023

Viktor Axelsen 'Rusak' Pesta China dalam BWF World Tour Finals 2023

Your Say | Senin, 18 Desember 2023 | 07:44 WIB

Sinopsis Drama China Story of Kunning Palace Episode 3: Malam Bersalju 4 Tahun Lalu

Sinopsis Drama China Story of Kunning Palace Episode 3: Malam Bersalju 4 Tahun Lalu

Your Say | Minggu, 17 Desember 2023 | 13:49 WIB

Jalanan Di Gaza Berubah Jadi Kuburan

Jalanan Di Gaza Berubah Jadi Kuburan

News | Minggu, 17 Desember 2023 | 05:05 WIB

Terkini

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

×