Lebih Terjangkau, Dana Bergulir LPDB-KUMKM Perkuat Sektor Koperasi

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Selasa, 30 Januari 2024 | 11:13 WIB
Lebih Terjangkau, Dana Bergulir LPDB-KUMKM Perkuat Sektor Koperasi
Gedung LPDB-KUMKM. (Dok: LPDB-KUMKM)

Suara.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM menyediakan fasilitas instrumen pembiayaan atau pinjaman kepada koperasi yang mudah, murah, dan ramah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo menjelaskan, sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang mengedepankan prinsip pelayanan kepada masyarakat, LPDB-KUMKM menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk memberikan akselerasi permodalan kepada koperasi dalam bentuk pinjaman atau pembiayaan.

"Melalui dana bergulir diharapkan memberikan dukungan finansial yang lebih baik kepada Koperasi, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi dan kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional," ujar Supomo.

Supomo menambahkan, dalam melayani pinjaman atau pembiayaan kepada koperasi, LPDB-KUMKM menyediakan dua pola yakni konvensional dan syariah. Dari sisi tarif layanan LPDB-KUMKM juga memiliki tarif layanan yang lebih terjangkau bagi koperasi jika dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya.

"Koperasi yang kami berikan dana bergulir juga koperasi yang memiliki legalitas hukum yang jelas, memiliki lini bisnis yang sehat, dan secara laporan keuangan juga baik dan dapat dipertanggungjawabkan, sebab dana yang kami salurkan merupakan dana pemerintah yang harus terus digulirkan," kata Supomo. 

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo. (Dok: LPDB-KUMKM)
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo. (Dok: LPDB-KUMKM)

Dalam menyalurkan dana bergulir LPDB-KUMKM selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian, hal ini dilakukan agar dikemudian hari meminimalisir risiko pembiayaan bermasalah. "Kami memahami bahwa selalu ada risiko yang terkait dengan penyaluran dana. Oleh karena itu, kami telah memperkuat mekanisme pemantauan dan evaluasi yang biasa kami sebut dengan Monev atau monitoring dan evaluasi. Kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, lembaga keuangan, lembaga penjaminan dan mitra lainnya, untuk bersama-sama mengidentifikasi dan mengatasi potensi risiko," tambah Supomo.

Selain itu, lanjut Supomo, proses pengajuan pinjaman dana bergulir dari LPDB-KUMKM telah dipermudah dan fleksibel tanpa harus bantuan dari pihak-pihak luar yang mengatasnamakan LPDB-KUMKM hal ini merupakan bagian dari digitalisasi pelayanan LPDB-KUMKM.

"Pengajuan pinjaman dapat diakses melalui laman resmi www.lpdb.go.id dan dapat dilihat secara transparan prosesnya sampai dimana, ini bagian dari transformasi pelayanan kami kepada koperasi, jadi jangan percaya jika ada pihak yang mengatasnamakan namakan kami," jelasnya.

Sedangkan untuk mengakses informasi terkait dana bergulir, LPDB-KUMKM juga menyediakan berbagai saluran resmi lembaga berbagai platform, mulai dari website, media sosial, live chat, call center, hingga Whatsapp untuk pelayanan informasi.

baca juga

"Segala informasi terkait dana bergulir kami sampaikan di media sosial kami, jika perlu pelayanan informasi juga kami menyediakan fasilitas saluran komunikasi resmi, jangan sungkan, dan jangan ragu, kami dengan senang hati membantu koperasi di seluruh Indonesia," ucap Supomo.

Selain itu, pada tahun 2024 ini LPDB-KUMKM juga akan terus meningkatkan penyaluran dana bergulir kepada sektor produktif, hal ini sebagai bagian dari upaya LPDB-KUMKM mendukung program ketahanan pangan pemerintah dan pengendalian laju inflasi "Saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program Dana Bergulir LPDB-KUMKM sebagai solusi permodalan yang mudah dan terjangkau bagi koperasi dan UMKM di Indonesia.

Program ini merupakan wujud nyata dari dukungan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat dan membangun Indonesia yang lebih baik," tambah Supomo. Akan tetapi, dalam penyaluran dana bergulir sektor produktif memiliki tantangan dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi para pelaku usaha di sektor-sektor produktif ini, terutama yang berlokasi di daerah-daerah terpencil.

"Kami berharap, dengan terus meningkatkan kerja ama dengan pemerintah, swasta, dan pelaku industri, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sektor produktif ini," kata Supomo.

Menurut Supomo, perkuatan pembiayaan sektor produktif, terutama dalam sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, dapat memiliki dampak positif yang signifikan pada masyarakat dan ekonomi lokal mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat, pembiayaan yang lebih mudah diakses dan terjangkau dapat membantu pelaku usaha di sektor produktif meningkatkan produksi dan produktivitas.

"Dengan peningkatan produksi, pendapatan petani, nelayan, atau pelaku usaha di sektor tersebut akan meningkat, memberikan kontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makin Melek, Riset INDEF: Kampus UMKM Shopee Program Pelatihan Paling Populer

Makin Melek, Riset INDEF: Kampus UMKM Shopee Program Pelatihan Paling Populer

News | Selasa, 30 Januari 2024 | 08:00 WIB

KSP Dana Mukti Dorong Kemandirian Ekonomi Anggota Melalui LPDB-KUMKM

KSP Dana Mukti Dorong Kemandirian Ekonomi Anggota Melalui LPDB-KUMKM

Bisnis | Senin, 29 Januari 2024 | 20:27 WIB

UMB Gandeng Universitas Islam As-Syafiiyah dan PNM Bantu Keberlanjutan UMKM

UMB Gandeng Universitas Islam As-Syafiiyah dan PNM Bantu Keberlanjutan UMKM

Bisnis | Senin, 29 Januari 2024 | 11:06 WIB

Riset INDEF: Shopee Jadi Platform yang Paling Banyak Dipilih dan Digunakan UMKM

Riset INDEF: Shopee Jadi Platform yang Paling Banyak Dipilih dan Digunakan UMKM

News | Senin, 29 Januari 2024 | 08:00 WIB

Bentoel Group Salurkan 100 Unit Gerobak untuk UMKM di Jakarta

Bentoel Group Salurkan 100 Unit Gerobak untuk UMKM di Jakarta

Bisnis | Jum'at, 26 Januari 2024 | 22:25 WIB

Siap-siap Jangan Ketinggalan, GadePreneur Hadir Lagi untuk Dukung UMKM Naik Kelas!

Siap-siap Jangan Ketinggalan, GadePreneur Hadir Lagi untuk Dukung UMKM Naik Kelas!

Bisnis | Rabu, 24 Januari 2024 | 16:58 WIB

Terkini

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:47 WIB

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:33 WIB

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Riau | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:29 WIB

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:14 WIB

×