Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Bangun Gedung di PIK 2, BNI Jadi BUMN Pertama yang Terapkan Konsep Green Building Sertifikasi LEED

Achmad Fauzi

Rabu, 21 Februari 2024 | 12:11 WIB
Bangun Gedung di PIK 2, BNI Jadi BUMN Pertama yang Terapkan Konsep Green Building Sertifikasi LEED
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melakukan groundbreaking gedung perkantoran dengan konsep "The Icon of Emerald" di kawasan bisnis dan komersial Central Business District (CBD) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten. (Foto: Antaranews.com)

Suara.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) tengah membangun gedung baru di kawasan kawasan bisnis dan komersial Central Business District (CBD) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten.

Gedung perkantoran ini dengan konsep "The Icon of Emerald" di bangun dengan menerapkan konsep green building bersertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED).

Dengan begitu, BNI menjadi BUMN yang pertama menggunakan konsep green building bersertifikasi LEED dalam membangun Gedung tersebut.

Pembangunan Gedung BNI yang mengusung konsep green building bertujuan untuk mendukung implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh aspek perusahaan. Hal ini mengingat BNI memiliki target Net Zero Emissions (NZE) aktivitas operasional BNI pada 2028.

Baca Juga
Segini Gaji dan Tunjangan AHY Jika Dilantik Jadi Menteri

"Kami mengajak seluruh pihak untuk turut mengawal setiap tahapan pembangunan Gedung BNI di kawasan PIK 2 agar proses pembangunan dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan menghasilkan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar safety dan quality yang telah ditentukan," ujar Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar seperti dikutip dari Antara, Rabu (21/2/2024).

Luas bangunan Gedung BNI direncanakan mencapai 81 ribu meter persegi yang terdiri dari tiga tower, yaitu Emerald Tower, Office Tower, dan Facility Tower.

Fungsi dari gedung ini untuk melayani nasabah BNI dan sebagai office space yang dilengkapi dengan berbagai exclusive features, antara lain exclusive tenant, exclusive ballroom, fasilitas olahraga, sky lounge, dan sky garden.

Selain itu, pembangunan Gedung BNI di PIK 2 bertujuan untuk optimalisasi aset dan efisiensi biaya sewa office space yang terus meningkat, sejalan dengan implementasi pengembangan organisasi BNI "New Way of Working" yang lebih agile dan kolaboratif.

baca juga

Sementara, PT Pembangunan Perumahan (PP) menerima kepercayaan untuk membangun Gedung BNI yang memiliki nilai kontrak Rp1,4 triliun dengan masa pelaksanaan 17 bulan.

"Gedung BNI ini sebagai landmark baru di PIK 2," imbuh Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Novel Arsyad.

Groundbreaking pembangunan Gedung BNI di Kawasan PIK 2 dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Novel Arsyad, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, dan Pemilik Agung Sedayu Grup Sugianto Kusuma alias Aguan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNI Gelontorkan Rp 1,4 Triliun untuk Bangun Gedung Megah di Kawasan PIK 2

BNI Gelontorkan Rp 1,4 Triliun untuk Bangun Gedung Megah di Kawasan PIK 2

Bisnis | Rabu, 21 Februari 2024 | 11:56 WIB

BUMN Ini Dapat Guyuran Utang Jumbo Rp7 Triliun dari China

BUMN Ini Dapat Guyuran Utang Jumbo Rp7 Triliun dari China

Bisnis | Minggu, 18 Februari 2024 | 17:31 WIB

Merger Bank BTN Syariah dan Muamalat Rampung Sebelum Pemerintahan Jokowi Kelar

Merger Bank BTN Syariah dan Muamalat Rampung Sebelum Pemerintahan Jokowi Kelar

Bisnis | Minggu, 18 Februari 2024 | 16:39 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×