Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harta Airlangga Hartarto Terus Naik Hingga Ratusan Miliar, Ini Gurita Bisnis dan Aset-asetnya

Iwan Supriyatna, Kevino Dwi Velrahga

Senin, 12 Agustus 2024 | 15:08 WIB
Harta Airlangga Hartarto Terus Naik Hingga Ratusan Miliar, Ini Gurita Bisnis dan Aset-asetnya
Airlangga Hartarto - Koleksi Mobil Airlangga Hartarto (Instagram/@airlanggahartarto)

Suara.com - Airlangga Hartarto resmi mengundurkan diri dari posisi ketua umum Partai Golongan Karya (Golkar) pada Sabtu (10/8/2024) malam. Pernyataan resmi pengunduran diri ia sampaikan dalam video pendek yang diunggah di akun pribadinya sehari setelahnya.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar,” ujar Airlangga dalam video yang diunggah dalam akun @airlanggahartarto_official pada Minggu (11/8/2024).

Pria yang sekarang menjabat Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian sejak 2019 ini memiliki pengalaman panjang di dunia bisnis dan perpolitikan Indonesia. Lantas, berapa harta kekayaan Airlangga Hartarto?

Jika dilihat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Airlangga, terdapat kenaikan jumlah harta yang signifikan ketika ia menjabat sebagai Menko Perekonomian dibanding saat ia menjabat menjadi Menteri Perindustrian (Menperin) di periode pertama Joko Widodo (2016-2019).

Secara berkala, jumlah kekayaan Airlangga saat menjadi Menperin ialah Rp78.030.592.966 per 30 Desember 2016, Rp83.503.926.835 per 31 Desember 2017, dan Rp81.550.046.868 per 31 Desember 2018.

Kemudian setelah diangkat jadi Menko Perekonomian di periode kedua Joko Widodo pada 23 Oktober 2019, jumlah kekayaannya melejit naik hingga ratusan miliar.

Total hartanya yang tercatat menjadi Rp254.040.349.579 per 31 Desember 2019, Rp260.611.928.764 per 31 Desember 2020, dan Rp425.600.875.203 per 31 Desember 2021.

Adapun jumlah harta yang terakhir ia laporkan mencapai Rp454.390.229.404 per 31 Desember 2022, dengan rincian sebagai berikut:

  • Tanah dan bangunan sebesar Rp113.977.496.224
  • Alat transportasi dan mesin sebesar Rp2.489.000.000
  • Harta bergerak lainnya sebesar Rp573.500.000
  • Surat berharga sebesar Rp56.245.288.666
  • Kas dan setara kas sebesar Rp335.086.703.413

Dalam laporan kekayaan, tercatat bahwa ia memiliki delapan aset tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, Bogor, Gianyar (Bali), Manado (Sulawesi Utara), hingga di negara Australia. Masing-masing aset properti tersebut mempunyai luas berkisar 200 hingga 40.455 meter persegi.

baca juga

Kemudian untuk deretan mobil yang Airlangga miliki sebagai alat transportasi yakni Jaguar (2010), Toyota Vellfire (2017), Toyota Land Cruiser 200 HDTP (2014), serta Toyota Kijang Innova (2015), dan Toyota Kijang Innova (2016).

Menengok ke sisi bisnis, Airlangga diketahui memiliki hubungan erat dengan berbagai perusahaan pertambangan di Indonesia.

Melansir dari laman Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), jejak Airlangga dalam sektor pertambangan dapat ditemui melalui PT Asia Sahabat Indonesia di mana ia jadi pemegang saham mayoritas sebesar 99 persen.

PT Asia Sahabat Indonesia memiliki dua izin tambang untuk komoditas zirkon, dengan total luas konsesi mencapai 10.000 hektar yang masing-masing beroperasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Kedua anaknya juga tercatat sebagai pimpinan perusahaan ini yaitu Dinesvara Airlangga sebagai Komisaris dan Ravindra Airlangga sebagai Direktur.

Perusahaan lain yang dimiliki Airlangga adalah PT Graha Equity Investment, perusahaan tambang zirkon yang memiliki konsesi seluas 1.433 hektar di Kabupaten Kapuas.

Saham perusahaan ini dimiliki oleh PT Graha Curah Niaga sebesar 82,5 persen dan PT Asia Sahabat Indonesia sebesar 17,5 persen.

Bisnis tambang keluarga Airlangga turut terafiliasi dengan PT Bara Hanyu Kapuas, sebuah perusahaan tambang batu bara. Saham perusahaan ini dimiliki oleh PT Graha Curah Niaga sebesar 40 persen, PT Jakarta Prima Cranes sebesar 40 persen, dan PT Garama Adipratama sebesar 20 persen.

Tak hanya itu, perusahaan tambang batu bara lain yang terhubung ke keluarga Airlangga adalah PT Kapuas Bara Utama. Perusahaan dengan konsesi seluas 5.000 hektare ini dimiliki oleh PT Tunas Sakti Persada dengan saham sebesar 40 persen, PT Megah Cahaya Sakti sebesar 36 persen, dan PT Asia Sahabat Indonesia sebanyak 24 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakso IKN Penuh Keakraban: Jokowi, Prabowo dan Airlangga Duduk Berdekatan

Bakso IKN Penuh Keakraban: Jokowi, Prabowo dan Airlangga Duduk Berdekatan

Bisnis | Senin, 12 Agustus 2024 | 14:16 WIB

Kata Surya Paloh Soal Mundurnya Airlangga Dari Kursi Ketum Golkar

Kata Surya Paloh Soal Mundurnya Airlangga Dari Kursi Ketum Golkar

News | Senin, 12 Agustus 2024 | 13:17 WIB

Oke Gas! Prabowo Bersiap Naikkan Tarif Pajak 12 Persen Mulai 1 Januari 2025

Oke Gas! Prabowo Bersiap Naikkan Tarif Pajak 12 Persen Mulai 1 Januari 2025

Bisnis | Senin, 12 Agustus 2024 | 12:50 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×