WIKA Ramai Diborong Investor AS, Harga Saham Meroket Hingga 300 Persen

M Nurhadi

Selasa, 10 September 2024 | 12:28 WIB
WIKA Ramai Diborong Investor AS, Harga Saham Meroket Hingga 300 Persen
Dengan memperpanjang tenor utang, WIKA berhasil menurunkan risiko likuiditas dan memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi perusahaan untuk mengejar proyek-proyek strategis.

Suara.com - Perusahaan manajemen aset global terkemuka, BlackRock Inc., dan bank tertua kedua di Amerika Serikat, State Street Corp., kembali meningkatkan investasi mereka di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) pada awal September 2024.

Langkah ini menunjukkan kepercayaan investor internasional terhadap potensi kinerja perusahaan BUMN konstruksi tersebut di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Pada hari ini, Selasa (10/9/2024), harga saham WIKA berkisar 454. Naik cukup tipis dibandingkan penutupan pekan lalu yaitu level Rp450 per saham. Harga ini mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 120,68% secara year-to-date (YtD) dan melonjak hingga 309,09% dalam tiga bulan terakhir.

Lonjakan harga saham ini menjadikan WIKA sebagai salah satu saham konstruksi dengan performa terbaik di Bursa Efek Indonesia.

Dalam rentang waktu 2-6 September 2024, volume perdagangan saham WIKA mencapai 2 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp851,3 miliar. Frekuensi transaksi juga tercatat tinggi, mencapai 107.631 kali hanya dalam sepekan, menunjukkan minat yang kuat dari para investor.

Berdasarkan data dari Bloomberg Terminal, BlackRock Inc., yang berbasis di New York, mengakumulasi 17,36 juta lembar saham WIKA pada 3 September 2024. Setelah pembelian tersebut, total kepemilikan BlackRock meningkat dari 24,85 juta menjadi 42,22 juta lembar saham, menjadikannya salah satu pemegang saham terbesar kelima di WIKA.

State Street Corp., bank yang didirikan pada tahun 1792 dan terkenal dengan pengelolaan aset globalnya, juga turut meningkatkan investasinya di WIKA dengan membeli 5,87 juta lembar saham pada tanggal yang sama. Sebelumnya, State Street sempat melepas seluruh kepemilikannya pada Mei 2024, namun kini kembali masuk dan berada di posisi ketujuh dalam daftar pemegang saham terbesar WIKA.

Dari sisi keuangan, WIKA membukukan laba bersih sebesar Rp401,95 miliar pada semester I/2024. Ini merupakan perbaikan signifikan dibandingkan dengan kerugian bersih sebesar Rp1,88 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini didorong oleh penghasilan lain-lain sebesar Rp4,38 triliun, terutama dari keuntungan restrukturisasi pinjaman senilai Rp3,94 triliun dan pemulihan penurunan nilai sebesar Rp361,19 miliar.

Meskipun pendapatan bersih WIKA menurun 18,58% year-on-year (YoY) menjadi Rp7,53 triliun pada periode Januari hingga Juni 2024, perusahaan masih mencatatkan laba kotor sebesar Rp645,52 miliar. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh melemahnya pendapatan di segmen infrastruktur dan gedung serta segmen industri.

baca juga

WIKA juga menunjukkan komitmennya dalam memenuhi kewajiban finansial dengan melunasi utang obligasi dan sukuk sebesar total Rp896,5 miliar pada 9 Agustus 2024. Utang ini terdiri dari Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I-2021 Seri A senilai Rp571 miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II tahap I-2021 Seri A sebesar Rp325,5 miliar. Selain itu, WIKA juga telah membayar bunga Obligasi dan Sukuk PUB II tahap I dan tahap II 2022 masing-masing sebesar Rp55,06 miliar dan Rp46,51 miliar.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, menegaskan bahwa pelunasan ini menandakan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh kewajibannya sesuai perjanjian perwaliamanatan. Hal ini memberikan sinyal positif kepada pasar dan pemegang obligasi tentang kemampuan WIKA dalam mengelola utang dan menjaga likuiditas.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli atau menjual saham, obligasi, atau instrumen keuangan lainnya. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh pembaca. Redaksi menyarankan agar pembaca melakukan analisis sendiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang profesional sebelum membuat keputusan investasi. Risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggungan masing-masing individu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Ambles, IHSG Terperosok Zona Merah Awal Pekan Ini

Rupiah Ambles, IHSG Terperosok Zona Merah Awal Pekan Ini

Bisnis | Senin, 09 September 2024 | 17:41 WIB

Investor Asing Borong Saham BRI, Pertanda Apa?

Investor Asing Borong Saham BRI, Pertanda Apa?

Bisnis | Selasa, 03 September 2024 | 14:00 WIB

Siasat Cerdik Bos WIKA Kala Raup Laba Rp401 Miliar, Sulap Utang Tenor Pendek Jadi Panjang

Siasat Cerdik Bos WIKA Kala Raup Laba Rp401 Miliar, Sulap Utang Tenor Pendek Jadi Panjang

Bisnis | Selasa, 03 September 2024 | 12:29 WIB

WIKA: Utang Segunung, Kini Ujug-ujug Klaim Cetak Laba

WIKA: Utang Segunung, Kini Ujug-ujug Klaim Cetak Laba

Bisnis | Senin, 02 September 2024 | 19:17 WIB

Dividen BRI dari Tahun ke Tahun, Konsisten Bagi-bagi Cuan untuk investor

Dividen BRI dari Tahun ke Tahun, Konsisten Bagi-bagi Cuan untuk investor

Bisnis | Senin, 02 September 2024 | 18:58 WIB

Bos WIKA Putar Otak Perbaiki Kinerja Keuangan

Bos WIKA Putar Otak Perbaiki Kinerja Keuangan

Bisnis | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 20:39 WIB

Terkini

Dua Perusahaan Jumbo Mau IPO Dalam Waktu Dekat

Dua Perusahaan Jumbo Mau IPO Dalam Waktu Dekat

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 18:13 WIB

Ruas Jalan Padang-Solok Lewat Pintu Angin Ditutup Sementara

Ruas Jalan Padang-Solok Lewat Pintu Angin Ditutup Sementara

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 18:13 WIB

Disorot Usai Tenggelam di Laut Jawa, Siapa Pemilik Perusahaan Kapal Virgo Transport 8?

Disorot Usai Tenggelam di Laut Jawa, Siapa Pemilik Perusahaan Kapal Virgo Transport 8?

News | Minggu, 27 September 2026 | 18:11 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 18:08 WIB

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 18:05 WIB

Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air

Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 18:03 WIB

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Health | Minggu, 27 September 2026 | 17:45 WIB

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:43 WIB

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:36 WIB

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:31 WIB

×