Prediksi 2025: Kebangkitan Produk Berkelanjutan dan Pengalaman Brand yang Otentik

Iwan Supriyatna

Kamis, 23 Januari 2025 | 15:15 WIB
Prediksi 2025: Kebangkitan Produk Berkelanjutan dan Pengalaman Brand yang Otentik
Think With Hypefast untuk membantu brand lokal mengantisipasi dinamika dan perubahan pasar di tahun 2025.

Suara.com - Tahun 2025 diprediksi akan menjadi momen penting bagi brand lokal untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi mereka dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin kompleks.

Hal ini diperkuat oleh laporan e-Conomy SEA 2024 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, di mana ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar $90 miliar pada tahun 2024, menjadikannya salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Hypefast, sebagai pelopor House of Brands untuk brand lokal terbesar di Asia Tenggara, merangkum prediksi arah brand lokal melalui konten Think With Hypefast untuk membantu brand lokal mengantisipasi dinamika dan perubahan pasar di tahun 2025.

Achmad Alkatiri (Mad), CEO Hypefast, memprediksi bahwa tahun 2025 akan ditandai dengan peningkatan regulasi keberlanjutan di negara-negara major economy, yang akan mendorong percepatan agenda ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola) di perusahaan.

Prediksi ini didukung oleh data dari Kantar’s Creator Digest, perusahaan data dan analitik pemasaran terkemuka di dunia, yang mengungkapkan bahwa sebanyak 93% konsumen mengatakan mereka ingin menjalani gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

“Inisiatif produk yang sustainable dan berdampak secara socio-environment akan menjadi sorotan pada tahun 2025. Konsumen sudah tidak lagi hanya akan fokus ke kualitas produk, namun juga yang memiliki nilai–terutama yang sesuai dengan gaya hidup mereka,” ujar Mad ditulis Kamis (23/1/2025).

Karena hal tersebut, peningkatan dalam komunikasi supply chain yang transparan, inisiatif pengemasan yang ramah lingkungan, dan tindakan konkret suatu brand terhadap tujuan keberlanjutan akan memiliki peran yang penting dalam perkembangan brand.

Kantar’s Creator Digest menandai penurunan efektivitas konten iklan yang signifikan sebesar 11% di tahun 2024. Penurunan ini kemungkinan akan terus berlanjut pada tahun 2025, dan akan membawa tingkat urgensi yang jauh lebih besar bagi brand & bisnis untuk mulai mengevaluasi identitas dan komunikasi brand mereka sendiri, dan memikirkan kembali cara berinteraksi dengan basis pelanggan.

Tingkat popularitas selebritas semata tak lagi dianggap cukup untuk mewakili brand. Kini kita bisa melihat kecenderungan brand yang lebih memilih tokoh lokal, seperti podcaster, penulis, dan ahli di sebuah bidang yang sesuai.

baca juga

Hal ini didukung dengan data Kantar’s Creator Digest yang mengungkapkan bahwa konten yang dibuat oleh kreator lokal di AS dengan suara autentik mampu memperkuat nilai diferensiasi brand sebesar 4,85%.

Begitu pula pendekatan marketing dengan menempatkan founder atau CEO dalam agenda brand atau perusahaan. Hal ini diyakini dapat membangun kepercayaan dan hubungan yang nyata dengan konsumen.

Meskipun e-commerce tetap mendominasi, di tahun 2025 kehadiran secara offline diprediksi untuk menjadi pusat pengalaman brand yang mengutamakan koneksi emosional, membangun kepercayaan, dan menceritakan kisah brand.

Melalui berbagai format toko, strategi ini akan menghadirkan pengalaman interaktif, demo produk, dan ruang untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.

Selain itu, kita akan melihat tren toko offline yang dimanfaatkan menjadi tempat komunitas dan gaya hidup, tempat pelanggan berkumpul dan berinteraksi, meningkatkan loyalitas dan menjadikannya bagian dari lifestyle mereka.

Fenomena showrooming juga akan semakin berkembang, dengan toko offline sebagai galeri produk unggulan atau peluncuran baru, sementara pembelian dilakukan secara online.

Selain dari toko yang bersifat permanen, brand juga dapat menggunakan pop-up store untuk menguji pasar dan berinteraksi langsung dengan pelanggan. Dengan format ini, brand dapat memberikan fleksibilitas kehadiran offline mereka sambil tetap menjaga interaksi dengan pelanggan.

"Kami percaya bahwa segala bentuk strategi yang berbasis empati adalah kunci untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan konsumen. Di Hypefast, kami berkomitmen untuk mendukung brand lokal dalam menghadapi tantangan dan peluang baru di tahun 2025," ujar Mad.

Dengan mengintegrasikan teknologi dan koneksi manusiawi, memanfaatkan tren pemasaran berbasis empati, serta mengadaptasi kehadiran offline untuk pengalaman yang lebih bermakna, brand lokal dapat menciptakan loyalitas yang mendalam dan pertumbuhan berkelanjutan di tahun 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menguak Pekerjaan Mira Hayati sebelum Jadi Bos Skincare Berbahaya, Kini Ditangkap Polisi!

Menguak Pekerjaan Mira Hayati sebelum Jadi Bos Skincare Berbahaya, Kini Ditangkap Polisi!

Lifestyle | Rabu, 22 Januari 2025 | 18:54 WIB

Anti Norak-Norak Club! Ini 5 Brand Mewah Favorit Old Money, Ternyata Bukan Hermes atau Dior

Anti Norak-Norak Club! Ini 5 Brand Mewah Favorit Old Money, Ternyata Bukan Hermes atau Dior

Lifestyle | Rabu, 22 Januari 2025 | 15:06 WIB

Sosok Pemilik Wardah, Bos Skincare Kaya Raya yang Gak Pernah Flexing Harta Sana-sini

Sosok Pemilik Wardah, Bos Skincare Kaya Raya yang Gak Pernah Flexing Harta Sana-sini

Lifestyle | Selasa, 21 Januari 2025 | 15:24 WIB

Terkini

Solar Subsidi Diduga Dikumpulkan di Pessel untuk Dijual ke Jambi, Polisi Tangkap Pria 53 Tahun

Solar Subsidi Diduga Dikumpulkan di Pessel untuk Dijual ke Jambi, Polisi Tangkap Pria 53 Tahun

Sumbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:55 WIB

AI Bikin Pengguna Tak Perlu Klik Berita, Media Online Hadapi Tantangan Traffic

AI Bikin Pengguna Tak Perlu Klik Berita, Media Online Hadapi Tantangan Traffic

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Viral Menteri Haji Gus Irfan Diduga Angkat 2 Anaknya Jadi Tenaga Ahli Menhaj

Viral Menteri Haji Gus Irfan Diduga Angkat 2 Anaknya Jadi Tenaga Ahli Menhaj

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Hapus Pasal Kerugian Negara Bukan Solusi!  Pukat UGM Minta Pemerintah Adopsi 4 Delik Korupsi UNCAC

Hapus Pasal Kerugian Negara Bukan Solusi! Pukat UGM Minta Pemerintah Adopsi 4 Delik Korupsi UNCAC

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:49 WIB

Pemerintah Genjot Industri Komik Nasional lewat Pemerataan Distribusi IP

Pemerintah Genjot Industri Komik Nasional lewat Pemerataan Distribusi IP

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:49 WIB

Haji Isam dan Kedekatannya dengan Para Petinggi Bank Mandiri

Haji Isam dan Kedekatannya dengan Para Petinggi Bank Mandiri

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Apa Makna Kayon Wayang? Simbol Budaya Jawa yang Dikaitkan dengan Refleksi Diri

Apa Makna Kayon Wayang? Simbol Budaya Jawa yang Dikaitkan dengan Refleksi Diri

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:46 WIB

BPJS Kesehatan Perkuat Akses Layanan JKN bagi Warga di Kepulauan Nias

BPJS Kesehatan Perkuat Akses Layanan JKN bagi Warga di Kepulauan Nias

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Pilihan Mobil Bekas Rp 50 Jutaan yang Pas untuk Keluarga

Pilihan Mobil Bekas Rp 50 Jutaan yang Pas untuk Keluarga

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:40 WIB

IHSG Naik Betah di Level 5.400 pada Sesi I, Saham BYAN hingga AMMN Jadi Pendorong

IHSG Naik Betah di Level 5.400 pada Sesi I, Saham BYAN hingga AMMN Jadi Pendorong

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:38 WIB

×