10 Korupsi Terbesar di Indonesia, Kasus 'Sulap' Pertamax Pertamina Jadi Nomor Dua

M Nurhadi

Rabu, 26 Februari 2025 | 10:17 WIB
10 Korupsi Terbesar di Indonesia, Kasus 'Sulap' Pertamax Pertamina Jadi Nomor Dua
Riva Siahaan, Dirut Pertamina Patra Niaga (Instagram/pwpptppn2020)

Suara.com - Indonesia mungkin sudah menjadi negara yang sangat maju dan sejahtera seandainya kekayaan negara bisa diolah secara bertanggung jawab dan manfaatnya dimaksimalkan untuk kesejahteraan. Sayangnya, para pejabat memilih untuk memakan uang haram melalui korupsi.

Terbaru, korupsi Pertamina jadi pukulan telak negeri ini. Meskipun kasus korupsi di Pertamina Patra Niaga termasuk salah satu yang terbesar, kasus mega korupsi PT Timah Tbk dengan kerugian mencapai Rp 300 triliun masih menempati posisi teratas. Selain itu, terdapat pula kasus korupsi PT ASABRI dan PT Asuransi Jiwasraya yang juga melibatkan nilai kerugian yang sangat besar.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus korupsi telah berhasil diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan Agung (Kejagung). Berikut adalah beberapa kasus korupsi yang menyebabkan kerugian negara mencapai triliunan rupiah:

1. Korupsi PT Timah
Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk pada periode 2015-2022. Sebanyak 21 tersangka telah ditetapkan, termasuk dua mantan Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani dan Harvey Moeis, suami dari selebritas Sandra Dewi. Awalnya, kerugian lingkungan diperkirakan mencapai Rp 271 triliun, namun hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menunjukkan kerugian negara mencapai Rp 300 triliun, termasuk kerusakan lingkungan.

Terdakwa korupsi PT Timah Hendry Lie
Terdakwa korupsi PT Timah Hendry Lie

2. Korupsi Pertamina Patra Niaga
Kasus ini terkait dengan pemenuhan kebutuhan minyak mentah pada periode 2018-2023. Tersangka Riva Siahaan, Sani Dinar Saifuddin, dan Agus Purwono diduga melakukan manipulasi dalam Rapat Optimasi Hilir, yang menyebabkan penurunan produksi kilang dan tidak terserapnya seluruh produksi minyak bumi. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 193,7 triliun. Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Riva Siahaan sebagai Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.

Tersangka korupsi PT Pertamina (Suara/faqih f)
Tersangka korupsi PT Pertamina (Suara/faqih f)

3. Kasus Penjualan Minyak Mentah ilegal
Kasus ini melibatkan penjualan minyak mentah (kondensat) bagian negara tanpa proses tender yang benar. Kerugian negara mencapai US$ 2,7 miliar atau setara Rp 35 triliun. Honggo Wendratno, mantan Presiden Direktur PT TPPI, divonis 16 tahun penjara, namun hingga kini masih buron.

4. Kasus ASABRI
Kasus korupsi di PT ASABRI diduga merugikan negara hingga Rp 22 triliun. Beberapa nama besar di pasar modal, seperti Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat, terlibat dalam kasus ini. Heru Hidayat bahkan terlibat dalam dua kasus mega korupsi, yaitu Jiwasraya dan ASABRI.

5. Kasus Jiwasraya
Kasus ini bermula dari manipulasi laporan keuangan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Pada 2006, laporan keuangan menunjukkan ekuitas negatif sebesar Rp 3,29 triliun. Audit BPK pada 2015 mengungkap adanya penyalahgunaan wewenang dan laporan keuangan yang tidak akurat. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 16,8 triliun. Sebanyak 13 tersangka telah didakwa, termasuk Piter Rasiman yang dihukum 20 tahun penjara dan Heru Hidayat yang dihukum seumur hidup.

6. Kasus Tol MBZ
Kasus korupsi proyek tol layang MBZ menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 1,5 triliun. Kejagung juga menduga adanya persekongkolan dalam proses lelang yang menguntungkan pihak tertentu. Empat tersangka telah ditetapkan, termasuk Djoko Dwiyono, mantan Direktur Utama PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek.

baca juga

7. Kasus BTS Kominfo
Kasus korupsi proyek pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diperkirakan merugikan negara sekitar Rp 8 triliun dari total anggaran Rp 10 triliun. Mantan Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, dan Dirut Bakti, Anang Latif, termasuk dalam 16 tersangka yang terlibat.

8. Kasus BLBI
Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terjadi saat Indonesia dilanda Krisis Moneter 1997. Dana sebesar Rp 147,7 triliun yang disalurkan untuk menyelamatkan perbankan tidak dikembalikan oleh banyak obligor. Kerugian negara mencapai Rp 138,442 triliun. Pada 2021, Presiden Joko Widodo membentuk satuan tugas khusus untuk mengejar obligor BLBI.

9. Kasus Penyerobotan Lahan Negara untuk Kelapa Sawit
Kasus ini melibatkan Grup Duta Palma yang menggarap lahan negara seluas 37.095 hektare tanpa izin. Kerugian negara mencapai Rp 104,1 triliun. Surya Darmadi, pemilik Grup Duta Palma, dihukum 15 tahun penjara, sementara Raja Thamsir Rachman, mantan Bupati Indragiri Hulu, dihukum 9 tahun penjara.

10. Kasus Bank Century
Kasus ini melibatkan penyelamatan Bank Century pada 2008 melalui dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Budi Mulya, mantan Deputi Gubernur Senior BI, dihukum 15 tahun penjara, sementara Robert Tantular, pemegang saham mayoritas Bank Century, dihukum 21 tahun penjara namun dibebaskan bersyarat setelah 10 tahun.

Kasus-kasus tersebut menunjukkan betapa seriusnya masalah korupsi di Indonesia dan dampaknya yang sangat merugikan negara. Upaya pemberantasan korupsi oleh KPK dan Kejaksaan Agung terus dilakukan, namun tantangan untuk memberantas korupsi secara tuntas masih sangat besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekayaan Kerry Adrianto Riza, Anak Juragan Minyak Tersangka Korupsi Pengadaan BBM

Kekayaan Kerry Adrianto Riza, Anak Juragan Minyak Tersangka Korupsi Pengadaan BBM

Lifestyle | Rabu, 26 Februari 2025 | 09:33 WIB

KPK Siap Periksa Keluarga Jokowi, Asal Ada Laporan Resmi dari Hasto Kristiyanto

KPK Siap Periksa Keluarga Jokowi, Asal Ada Laporan Resmi dari Hasto Kristiyanto

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 09:32 WIB

Heboh Boikot Pertamina Buntut Korupsi Minyak Mentah? Ini 4 Alternatif SPBU Pengganti!

Heboh Boikot Pertamina Buntut Korupsi Minyak Mentah? Ini 4 Alternatif SPBU Pengganti!

Lifestyle | Rabu, 26 Februari 2025 | 09:22 WIB

Hari Ini, Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno akan Penuhi Panggilan KPK

Hari Ini, Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno akan Penuhi Panggilan KPK

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 09:13 WIB

Isu Pertamax Oplosan Picu Kemarahan Netizen, Figur Publik Geram!

Isu Pertamax Oplosan Picu Kemarahan Netizen, Figur Publik Geram!

Entertainment | Rabu, 26 Februari 2025 | 10:15 WIB

Darius Sinathrya Semprot Petinggi Pertamina yang Bikin Ide Bensin Oplosan: Menang Banyak Bos?

Darius Sinathrya Semprot Petinggi Pertamina yang Bikin Ide Bensin Oplosan: Menang Banyak Bos?

Entertainment | Rabu, 26 Februari 2025 | 09:30 WIB

Terkini

Malaysia Minta Negara ASEAN Perketat Pengawasan Titik Panas Kebakaran Hutan Indonesia

Malaysia Minta Negara ASEAN Perketat Pengawasan Titik Panas Kebakaran Hutan Indonesia

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Bukan Sekadar Main Gadget, Begini Cara Teknologi Bisa Jadi Media Belajar Anak

Bukan Sekadar Main Gadget, Begini Cara Teknologi Bisa Jadi Media Belajar Anak

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Suahasil Rombak Lagi Pejabat Kemenkeu, Ada Dirjen hingga Staf Ahli

Suahasil Rombak Lagi Pejabat Kemenkeu, Ada Dirjen hingga Staf Ahli

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang

Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Dua Anggota DPRD Pekanbaru Ribut Saling Cekik di Bandara Soetta, Polisi Kantongi Bukti CCTV

Dua Anggota DPRD Pekanbaru Ribut Saling Cekik di Bandara Soetta, Polisi Kantongi Bukti CCTV

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:31 WIB

LEPAS Pamerkan Fitur Parkir Otomatis dan Daya Listrik V2L di Tiongkok

LEPAS Pamerkan Fitur Parkir Otomatis dan Daya Listrik V2L di Tiongkok

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Arema FC Resmi Pecat Marcos Santos usai Dibantai Persija Jakarta

Arema FC Resmi Pecat Marcos Santos usai Dibantai Persija Jakarta

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Catat Tanggalnya! NCT Dream Bagikan Jadwal Teaser Album Dream After Dream

Catat Tanggalnya! NCT Dream Bagikan Jadwal Teaser Album Dream After Dream

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Pramono Gelisah Polusi Udara Belum Lenyap Jelang Jakarta Running Festival: Saya Nggak Bisa Tidur

Pramono Gelisah Polusi Udara Belum Lenyap Jelang Jakarta Running Festival: Saya Nggak Bisa Tidur

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Hindari Jalur Protokol, Simak Panduan Rekayasa Arus Jakarta Running Festival 2026 Akhir Pekan Ini

Hindari Jalur Protokol, Simak Panduan Rekayasa Arus Jakarta Running Festival 2026 Akhir Pekan Ini

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:17 WIB

×