Tiga alasan utama konsumen mengikuti akun media sosial brand adalah:
Mendapatkan informasi terkait produk baru (89%)
Mengakses promo atau diskon eksklusif (77,4%)
Mendapatkan edukasi tentang produk atau industri (51,9%)
Menariknya, kolaborasi dengan influencer bukan faktor utama dalam keputusan konsumen untuk mengikuti brand. Ini menunjukkan bahwa audiens lebih tertarik pada nilai fungsional seperti informasi, promosi, dan edukasi.
Apa yang Membuat Brand Menarik di Mata Konsumen?
Konsumen lebih menyukai brand yang:
Konsisten membagikan konten menarik (66,3%)
Memberikan edukasi tentang produk atau industri (66,1%)
Sering mengadakan aktivitas seperti giveaway, kuis, atau lomba (58,6%) Faktor Penting dalam Kualitas Konten Media Sosial Brand.
Responden menilai berbagai aspek dari akun media sosial brand menggunakan skala 1-5. Berikut beberapa faktor yang dianggap paling penting:
Kualitas visual & desain konten (66,1% memilih 5) → Desain yang menarik menjadi faktor utama dalam menarik perhatian audiens.
Relevansi konten dengan kebutuhan mereka (49,5% memilih 5) → Konsumen lebih tertarik dengan konten yang relevan dengan kehidupan mereka.
Interaksi langsung dengan brand (52,5% memilih 5) → Komentar dan balasan dari brand meningkatkan loyalitas konsumen.
Nilai & misi brand di media sosial (57,7% memilih 5) → Brand yang memiliki misi sosial dan lingkungan lebih dihargai oleh audiens.
Mengapa Konsumen Berhenti Mengikuti Akun Brand?
Terdapat beberapa alasan utama mengapa konsumen berhenti mengikuti akun brand di media sosial:
Konten sudah tidak menarik atau tidak relevan (64,7%)
Tidak memiliki manfaat langsung bagi mereka (70,8%)
Bertentangan dengan nilai pribadi mereka (73,6%)
Namun, 85% responden tetap mengikuti akun brand meskipun mereka sering memposting konten, menandakan bahwa frekuensi posting bukan faktor utama dalam kehilangan pengikut, melainkan kualitas dan relevansi konten.
Konten yang Paling Disukai Konsumen
Konten yang paling menarik bagi konsumen adalah:
Promo atau diskon eksklusif (70,2%)
Tutorial atau cara penggunaan produk (57,9%)
Aktivitas interaktif seperti kuis dan giveaway (55,8%)
Informasi eksklusif tentang produk baru (80,9%)
Edukasi seputar industri atau produk (79,8%)
Kesimpulan: Bagaimana Brand Bisa Meningkatkan Strategi Media Sosial?
Hasil survei ini menunjukkan bahwa brand perlu lebih fokus pada:
Membagikan informasi produk baru secara konsisten
Memberikan penawaran eksklusif untuk meningkatkan engagement
Menyajikan konten edukatif yang relevan dengan kebutuhan audiens
Memiliki interaksi langsung dengan pengikut melalui komentar atau DM
Mengomunikasikan nilai dan misi brand secara jelas dan menarik
Sebanyak 73,4% responden menilai bahwa brand yang menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan sangat penting.
Ini membuktikan bahwa brand yang ingin tetap relevan harus aktif dalam menyuarakan nilai-nilai yang sejalan dengan audiens mereka.
Dengan memahami preferensi konsumen, brand dapat menciptakan strategi media sosial yang lebih efektif, meningkatkan keterlibatan, dan memperkuat loyalitas pelanggan di tengah persaingan digital yang semakin ketat.
Menurut Dandy Cahyo selaku Founder dari Mrene Digital Partner, brand sangat perlu memperhatikan apa yang menarik perhatian audiens dan juga apa yang membuat mereka betah mengikuti akun media sosial brand.
Dua hal ini menjadi kunci bagi brand untuk mengembangkan media sosialnya. Mrene sebagai agensi digital sendiri sudah membantu mengembangkan aset digital dari berbagai brand ternama seperti Pop Ice, Antis, Fisherman’s Friend, Adem Sari, Kingston dan masih banyak lagi.