Rupiah Melemah, Kredit Macet Perbankan Bakal Tertekan

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Kamis, 03 April 2025 | 09:17 WIB
Rupiah Melemah, Kredit Macet Perbankan Bakal Tertekan
Ilustrasi uang Rupiah. [flickr.com]

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mewaspadai pergerakan nilai tukar Rupiah yang melemah hingga level Rp16.500 per USD. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPBKN) Dian Ediana Rae mengatakan Rupiah menyentuh level terendah dalam lima tahun akan memberikan tekanan pada rasio kredit perbankan.

"Namun demikian, patut disadari bahwa terdapat potensi risiko kredit dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap NPL, utamanya karena depresiasi rupiah dapat menyebabkan kenaikan biaya input sehingga memengaruhi laba perusahaan dan kemampuan membayar debitur," kata Dian dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (3/4/2025).

Namun demikian, hal ini sudah diantisipasi oleh perbankan melalui pembentukan pencadangan yang cukup untuk dapat mengantisipasi pemburukan pada risiko kredit, selain daripada permodalan bank yang cukup tinggi.

OJK selalu memberikan arahan kepada bank apabila terjadi perubahan kondisi baik di pasar global maupun domestik. "Terkait volatilitas nilai tukar, bank senantiasa didorong untuk menerapkan manajemen risiko yang kuat antara lain melalui pelaksanaan stress test dengan berbagai skenario dan menyiapkan mitigasi risiko yang tepat," katanya.

Sesuai ketentuan OJK, Bank juga telah diwajibkan membentuk tambahan modal di atas persyaratan penyediaan modal minimum sesuai profil risiko yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) apabila terjadi krisis keuangan dan ekonomi yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan, yang dapat digunakan untuk mengantisipasi dampak volatilitas nilai tukar.

Pada Januari 2025, risiko pasar terkait dengan nilai tukar tergolong sangat rendah, tecermin dari Posisi Devisa Neto (PDN) bank sebesar 1,24 persen, jauh di bawah threshold 20 persen. Ini dapat diterjemahkan bahwa eksposur langsung bank terhadap risiko nilai tukar relatif kecil, sehingga pelemahan nilai tukar tidak akan banyak berpengaruh secara langsung terhadap neraca bank.

Dari sisi kredit valas, umumnya kredit yang diberikan dalam valas merupakan produk/kegiatan berbasis ekspor yang juga memiliki basis penerimaan dalam bentuk valas (naturally hedged).

Selanjutnya, eksposur bank dalam bentuk valuta asing di sisi kredit dan surat berharga yang dimiliki justru akan meningkatkan nilai aset bank saat terjadi depresiasi rupiah, yang juga akan berdampak pada meningkatnya profitabiltas bank.

Dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan kredit valas juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK valas yaitu masing-masing sebesar 13,39 pesen (yoy) dan 7,19 persen (yoy), sehingga LDR valas meningkat menjadi 80,62 persen (Januari 2025) dari 76,22 persen (Januari 2024)

baca juga

Fundamental Ekonomi Masih Baik

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memastikan fundamental ekonomi masih terjaga baik. Hal ini terlihat dengan data inflasi serta pertumbuhan ekonomi masih terjaga di tahun ini.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M Juhro mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tidak jelek meskipun IHSG dan nilai tukar Rupiah mengalami tekanan

"IHSG turun drastis dan nilai tukar rupiah. Seakan-akan ekonomi jelek. Padahal enggak jelek.  Fundamental ekonomi kita lebih bagus," kata Solikin dalam Taklimat Media, Rabu (26/3/2025).

BI pun memastikan bahwa pelemahan Rupiah yang menembus Rp16.600 ini masih jauh dari krisis. Hal ini dikarenakan terlihatnya IHSG yang mulai rebound sehingga membuat aliran modal asing masuk kembali.

"Saya benar afirmasi ini masih jauh. Kita harus monitor dan kita carikan solusinua. Dan kita lihat lagi saham rebound lagi inflow datang dan rupiah baik", katanya.

Dia menekankan BI terus kawal menjaga dan memonitor kebijakan dari pasar dan mengawal mekanisme koordiansi kebijakan dengan pemerintah.

"Jadi kondisi yang terjadi totally kita belajar dari krisis. Kita perkuat regulasi lalu perkuat kominikasi desain kebijakannya  lebih prudent kita kawal," bebernya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Buka Peluang Perbankan Banyak Garap Bisnis Bullion Bank

OJK Buka Peluang Perbankan Banyak Garap Bisnis Bullion Bank

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 09:11 WIB

Ganti Direksi, Bank Mega Tebar Dividen Rp 1,05 Triliun

Ganti Direksi, Bank Mega Tebar Dividen Rp 1,05 Triliun

Bisnis | Rabu, 02 April 2025 | 11:03 WIB

8 Cara Kelola Keuangan Setelah Lebaran Biar Nggak Miss Queen

8 Cara Kelola Keuangan Setelah Lebaran Biar Nggak Miss Queen

Bisnis | Rabu, 02 April 2025 | 10:58 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×