7 Alasan Kelas Menengah Jadi Cepat Miskin Akhir-akhir Ini

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Kamis, 03 April 2025 | 14:41 WIB
7 Alasan Kelas Menengah Jadi Cepat Miskin Akhir-akhir Ini
7 Penyebab kelas menengah menjadi miskin secara cepat

Suara.com - Kelas menengah, yang dulunya merupakan tulang punggung ekonomi di beberapa negara, menghadapi tantangan keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2025. Tren ekonomi, perubahan kebijakan, dan masalah sistemik telah mempercepat erosi kekayaan bagi kelompok demografi ini.

Dari meningkatnya biaya hidup hingga upah yang stagnan mempengaruhi stabilitas keuangan keluarga kelas menengah berada di bawah tekanan yang berat. Berikut 7 faktor penyebab kelas menengah jadi miskin secara cepat dinukil dari News Trade U:

1. Inflasi Tinggi

Inflasi terus melampaui pertumbuhan upah, secara signifikan mengurangi daya beli rumah tangga kelas menengah. Kebutuhan pokok sehari-hari seperti bahan makanan, utilitas, dan transportasi menjadi lebih mahal, memaksa keluarga untuk mengalokasikan sebagian besar pendapatan mereka untuk kebutuhan dasar. Hal ini menyisakan sedikit ruang untuk tabungan atau investasi, yang mengikis stabilitas keuangan jangka panjang.

2. Tidak Ada Kenaikan Gaji

Meskipun produktivitas meningkat, upah untuk pekerja kelas menengah tidak sejalan dengan kenaikan biaya. Selama dekade terakhir, upah riil tumbuh kurang dari 0,5 persen per tahun sedangkan biaya hidup meningkat jauh lebih cepat. Kesenjangan ini memaksa keluarga untuk menghemat anggaran, sehingga membatasi kemampuan mereka untuk menabung atau berinvestasi untuk masa depan.

3. Biaya Sewa Mahal

Harga rumah dan sewa telah melonjak, membuat kepemilikan rumah menjadi tidak terjangkau bagi banyak keluarga kelas menengah. Di wilayah metropolitan Amerika Serikat, harga rumah rata-rata telah meningkat sebesar 20 persen hingga 25 persen selama tiga tahun terakhir, dan harga sewa telah mengikuti lintasan yang sama. Tren ini memaksa keluarga untuk mengalokasikan lebih banyak pendapatan mereka untuk perumahan, menyisakan lebih sedikit untuk kebutuhan pokok lainnya.

Di negara bagian seperti Florida, harga rumah rata-rata melebihi USD400.000, dan harga sewa untuk apartemen sederhana rata-rata USD2.500 per bulan. Biaya perumahan yang tinggi ini merupakan hambatan signifikan bagi stabilitas keuangan bagi banyak keluarga.

baca juga

4. Biaya Kesehatan Mahal

Biaya perawatan kesehatan, termasuk premi asuransi dan biaya pribadi, terus meningkat. Premi asuransi kesehatan keluarga rata-rata mencapai USD23.968 per tahun pada tahun 2023, meningkat 7 persen dari tahun sebelumnya. Bagi keluarga yang tidak memiliki rencana yang disponsori perusahaan, pengeluaran ini sangat membebani anggaran rumah tangga.

Resep obat dan biaya perawatan medis yang harus dibayar sendiri semakin memperburuk beban, terutama bagi mereka yang tidak memiliki rencana yang disponsori perusahaan. Beban keuangan yang semakin besar ini menyulitkan keluarga untuk menabung atau berinvestasi untuk masa depan.

5. Biaya Pendidikan Tinggi

Biaya pendidikan tinggi telah melampaui inflasi, sehingga semakin sulit bagi keluarga kelas menengah untuk membiayai kuliah. Utang pinjaman mahasiswa telah melampaui USD1,7 triliun  pada tahun 2025. Sehingga menunda tonggak keuangan lainnya seperti kepemilikan rumah dan tabungan pensiun. Beban ini membatasi kemampuan keluarga untuk membangun kekayaan dari waktu ke waktu.

Meningkatnya biaya pendidikan tidak terbatas pada biaya kuliah, biaya ini juga mencakup buku pelajaran, perumahan, dan biaya terkait lainnya. Biaya-biaya ini merupakan hambatan yang signifikan terhadap mobilitas ke atas bagi banyak keluarga kelas menengah.

6. Tabungan Darurat Menipis

Banyak rumah tangga kelas menengah tidak memiliki tabungan yang cukup untuk menutupi pengeluaran tak terduga. Pada tahun 2025, hampir 60 persen orang Amerika tidak memiliki cukup uang untuk menangani keadaan darurat keuangan umum, menurut Bankrate. Ketidakamanan ini meningkatkan ketergantungan pada kredit dan utang, yang selanjutnya memperdalam tekanan finansial.

Keluarga dipaksa untuk membuat pilihan yang sulit ketika dihadapkan dengan pengeluaran tak terduga, seperti tagihan medis atau perbaikan mobil, tanpa penyangga finansial. Kurangnya tabungan ini merupakan faktor signifikan dalam ketidakstabilan ekonomi kelas menengah.

7. Utang Meningkat

Ketika biaya meningkat dan upah stagnan, banyak keluarga kelas menengah menggunakan kredit untuk mempertahankan gaya hidup mereka. Total utang konsumen mencapai USD18 triliun pada tahun 2025, dengan pembayaran bunga tinggi menggerogoti anggaran rumah tangga. Hal ini mengurangi pendapatan yang dapat dibelanjakan dan membatasi peluang untuk membangun kekayaan.

Ketergantungan pada kartu kredit dan pinjaman untuk menutupi pengeluaran sehari-hari menciptakan siklus utang yang sulit diputus. Beban utang yang meningkat ini merupakan faktor signifikan dalam kesulitan keuangan kelas menengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!

Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 07:01 WIB

PORDI Gelar Lomba Bernilai Ekonomi & Tinggi Sejarah Guna Persatukan Lintas Generasi

PORDI Gelar Lomba Bernilai Ekonomi & Tinggi Sejarah Guna Persatukan Lintas Generasi

Bisnis | Selasa, 01 April 2025 | 18:02 WIB

Segini Gaji Kelas Menengah di Amerika Serikat, Minat Ganti Paspor?

Segini Gaji Kelas Menengah di Amerika Serikat, Minat Ganti Paspor?

Bisnis | Kamis, 27 Maret 2025 | 14:29 WIB

Terkini

Ahli dari Relawan Gibran Laporkan Hakim Konstistusi ke MKMK Gegara Diusir dari Ruang Sidang

Ahli dari Relawan Gibran Laporkan Hakim Konstistusi ke MKMK Gegara Diusir dari Ruang Sidang

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk

Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, 33 di Antaranya dari Mancanegara

Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, 33 di Antaranya dari Mancanegara

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:06 WIB

DPR Sentil Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Terkait Wacana Audit Forensik Dana Haji

DPR Sentil Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Terkait Wacana Audit Forensik Dana Haji

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut

Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Ted Lasso Season 2: Kehangatan Komedi yang Menyentuh Jiwa

Review Serial Ted Lasso Season 2: Kehangatan Komedi yang Menyentuh Jiwa

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Pengamen Terobos Mikrotrans Kampung Melayu, Transjakarta Ingatkan Larangan Keras di Seluruh Armada

Pengamen Terobos Mikrotrans Kampung Melayu, Transjakarta Ingatkan Larangan Keras di Seluruh Armada

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Kementerian ESDM Evaluasi Harga Pertamax Cs, Ada Peluang Naik di Oktober 2026

Kementerian ESDM Evaluasi Harga Pertamax Cs, Ada Peluang Naik di Oktober 2026

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:56 WIB

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:51 WIB

×