Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Harga Emas 'Menggila', Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Vania Rossa

Kamis, 03 April 2025 | 19:19 WIB
Harga Emas 'Menggila', Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Ilustrasi penyebab harga emas naik. (Photo by Sabrianna on Unsplash)

Suara.com - Harga emas terus mencatatkan rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini tentu menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa harga emas terus meroket, dan apa dampaknya bagi kita?

Menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak disukai, emas dipilih bukan tanpa alasan. Pasalnya, harga emas cenderung terus naik dan membawa keuntungan ketika dijual pada harga yang tepat. Tapi kira-kira apa penyebab harga emas naik terus?

Emas dinilai jadi perangkat investasi yang tepat dan terlindung dari terjadinya inflasi. Harganya yang cenderung terus naik menyesuaikan dengan nilai inflasi memungkinkan Anda menjaga nilai kekayaan yang Anda miliki dari waktu ke waktu.

Selain itu, emas juga menjadi perangkat investasi yang mudah dicairkan. Hanya memerlukan waktu singkat untuk menjadikan emas ke bentuk dana segar yang siap digunakan, selama surat-surat dan ketentuan penjualannya sudah terpenuhi.

Setelah Lebaran 2025, harga emas menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas ini antara lain: 

1. Dinamika Ekonomi Global

Terjadinya dinamika pada perekonomian global menjadi salah satu penyebab harga emas mengalami kenaikan. Tidak sedikit investor yang beralih dan memilih emas sebagai investasi yang dinilai aman, sehingga hal ini menimbulkan permintaan yang meningkat

Terjadinya krisis keuangan, seperti ketika pandemi, atau gejolak politik, dapat mendorong harga emas untuk terus naik. Emas menjadi aset yang dapat mempertahankan nilai bahkan ketika kondisi ekonomi benar-benar buruk. Jadi tak heran jika harganya dipengaruhi faktor global seperti ini.

2. Terjadinya Inflasi

baca juga

Inflasi yang tinggi juga jadi salah satu faktor penyebab harga emas naik. Ketika terjadi inflasi, nilai mata uang cenderung menurun. Emas yang dianggap sebagai alat pelindung kekayaan akan memiliki nilai yang lebih tinggi, agar nilai kekayaan yang dimiliki tidak menurun dan terpengaruh besar oleh inflasi.

Di sisi lain, inflasi tinggi juga dapat mengurangi daya beli masyarakat secara umum. Harga emas yang cenderung naik menggoda semakin banyak orang, sehingga menjadi opsi paling masuk akal dan aman untuk melindungi aset yang dimiliki.

3. Pelemahan Nilai Dolar AS

Sebagai mata uang yang digunakan sebagai acuan banyak hal, nilai dolar AS juga turut mempengaruhi harga emas. Harga emas secara umum memiliki hubungan terbalik dengan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Artinya ketika nilai dolar AS melemah, maka harga emas akan cenderung naik. Di sisi lain ketika nilai dolar AS menguat, harga emas cenderung semakin terjangkau. Emas di pasar global dinilai dalam dolar AS. Ini mengapa harganya sangat terpengaruh dengan nilai tukar dolar AS yang terjadi.

4. Kebijakan Moneter

Poin keempat adalah kebijakan moneter yang diambil oleh masing-masing pihak. Contohnya adalah penurunan suku bunga, yang dapat mempengaruhi kenaikan harga emas. Ketika bank sentral melakukan penurunan suku bunga, maka imbal hasil dari instrumen investasi akan menjadi lebih rendah.

Hal ini mempengaruhi pilihan investasi yang dimiliki oleh investor, dan peralihan ke bentuk emas akan menjadi lebih besar. Investasi yang dianggap tidak lagi menguntungkan akan ditinggalkan, dan emas jadi alat investasi yang memberikan jaminan lebih tinggi pada nilai kekayaan yang ada.

Salah satu pihak yang kebijakannya sangat berpengaruh pada harga emas adalah The Federal Reserve di Amerika Serikat.

5. Tingginya Permintaan Emas

Permintaan pada emas, khususnya secara fisik dari industri perhiasan dan elektronik juga menjadi faktor penyebab naiknya harga emas. Di negara besar seperti India dan Cina misalnya, emas memiliki nilai budaya yang cenderung tinggi dan sering digunakan untuk membuat perhiasan hingga berbagai acara besar di masyarakat.

Hukum ekonomi dasar kemudian berlaku, yakni semakin tingginya permintaan maka semakin tinggi pula harga yang ditawarkan.

Itulah sedikitnya 5 alasan dan penyebab harga emas naik dari waktu ke waktu. 

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram

Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 09:46 WIB

Harga Emas Antam, UBS, Pegadaian dan Galeri 24 Hari Ini, Cocok untuk Investasi THR

Harga Emas Antam, UBS, Pegadaian dan Galeri 24 Hari Ini, Cocok untuk Investasi THR

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 09:05 WIB

H+3 Lebaran, Ini Harga Emas di Pegadaian: Saatnya Beli atau Jual?

H+3 Lebaran, Ini Harga Emas di Pegadaian: Saatnya Beli atau Jual?

Bisnis | Rabu, 02 April 2025 | 12:34 WIB

Terkini

Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar

Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK

Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Bukan Sekadar Horor Biasa, 'Munafik: Melawan Iblis' Hadir dengan Unsur Religi Serta Budaya Jawa

Bukan Sekadar Horor Biasa, 'Munafik: Melawan Iblis' Hadir dengan Unsur Religi Serta Budaya Jawa

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Sambut HUT Ke-81 RI, BRI Hadirkan Promo Kuliner, Liburan, hingga Hiburan

Sambut HUT Ke-81 RI, BRI Hadirkan Promo Kuliner, Liburan, hingga Hiburan

Jabar | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Warna Baju yang Bawa Energi Positif Chi untuk Tarik Keberuntungan

Warna Baju yang Bawa Energi Positif Chi untuk Tarik Keberuntungan

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:00 WIB

HUT RI ke-81: Dari Antusiasme Warga hingga Persiapan di Istana

HUT RI ke-81: Dari Antusiasme Warga hingga Persiapan di Istana

Video | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Rumah ASN PUPR dan Anggota DPRD Digeledah, KPK Temukan Bukti Kasus Suap Rejang Lebong

Rumah ASN PUPR dan Anggota DPRD Digeledah, KPK Temukan Bukti Kasus Suap Rejang Lebong

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:58 WIB

Ancaman El Nino Super Paruh Kedua 2026, Guru Besar IPB Ingatkan Potensi Anjloknya Produksi Pangan

Ancaman El Nino Super Paruh Kedua 2026, Guru Besar IPB Ingatkan Potensi Anjloknya Produksi Pangan

Bogor | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:57 WIB

10 Manfaat Spiritual Membaca Doa Shalat Dhuha Setiap Hari

10 Manfaat Spiritual Membaca Doa Shalat Dhuha Setiap Hari

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Epson Hidupkan Pengalaman Visual di Live Showcase Naura Ayu lewat Projection Mapping

Epson Hidupkan Pengalaman Visual di Live Showcase Naura Ayu lewat Projection Mapping

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:54 WIB

×