Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Beda dari Indonesia, Presiden China Bantu Carikan Pekerjaan Buat Lulusan Sarjana

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Rabu, 09 April 2025 | 12:44 WIB
Beda dari Indonesia, Presiden China Bantu Carikan Pekerjaan Buat Lulusan Sarjana
Presiden Bantu Sarjana untuk mendapatkan Pekerjaan di China.

Suara.com - China telah berjanji untuk menciptakan sebuah "sistem komprehensif" untuk masyarakatnya. Salah satunya mencarikan pekerjaan bagi lulusan sarjana di semua universitas. Hal ini dilakukan negara untuk berupaya melawan guncangan ekonomi dari perang dagang yang semakin memanas dengan Amerika Serikat.

Pihak berwenang China mengatakan pada hari Selasa bahwa selama tiga hingga lima tahun ke depan, negara tersebut akan membangun sebuah sistem untuk mendukung ketenagakerjaan lulusan baru.

Sistem tersebut akan mencakup pelatihan keterampilan, bimbingan karier, bantuan pencarian kerja dan perekrutan, dukungan bagi mereka yang kurang beruntung, serta pemantauan dan evaluasi pasar kerja, menurut kantor umum Partai Komunis dan Dewan Negara.

Dilansir South China Morning Post, para pemimpin partai, negara bagian, dan universitas di semua tingkatan akan bertanggung jawab untuk membangun dan menerapkan sistem tersebut. Pengumuman tersebut menegaskan kembali keputusan yang pertama kali dibuat pada bulan November.

Selain itu, sistem layanan bagi para lulusan adalah salah satu dari beberapa langkah yang telah diperkenalkan Beijing untuk menstabilkan ekonomi domestik dan memperkuat kepercayaan pasar guna menghadapi dampak perang dagang yang meningkat.

Langkah tersebut bertujuan untuk memberikan "jaminan yang kuat untuk pekerjaan penuh dan berkualitas tinggi" bagi para lulusan universitas Tiongkok, menurut pihak berwenang.

Setelah AS memberlakukan tarif baru pada barang-barang China minggu lalu, Beijing menanggapi dengan tindakan balasan dan berjanji tidak akan mundur saat Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan bea tambahan.

Dalam panggilan telepon dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada hari Selasa, Perdana Menteri Li Qiang mengatakan China sepenuhnya siap menghadapi guncangan eksternal terhadap ekonominya.

Penciptaan lapangan kerja telah menjadi prioritas bagi China, terutama karena negara tersebut berjuang untuk menstabilkan pertumbuhan dalam menghadapi hambatan ekonomi dan rekor jumlah lulusan yang bersiap memasuki pasar.

baca juga

Dalam komentar hari Minggu, corong partai People's Daily mengatakan Beijing akan fokus pada penanganan ekonomi domestik, termasuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban keuangan, untuk melawan dampak negatif perang dagang terhadap ekspor China.

Selain itu, dalam pengumuman hari Selasa, otoritas berjanji untuk merampingkan struktur program perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan pasar, memperluas pendaftaran pascasarjana, mempromosikan perencanaan karier dan magang yang beragam, dan meningkatkan rekrutmen kampus.

Pemerintah juga berjanji untuk mengoptimalkan rekrutmen dan ujian kualifikasi pekerjaan, termasuk untuk pegawai negeri, mendukung kewirausahaan dan perusahaan rintisan, mendorong kerja sukarela, memberikan subsidi kepada lulusan yang kurang mampu, dan membantu mereka meningkatkan keterampilan mereka.

Pasar kerja Tiongkok telah tertekan dalam beberapa tahun terakhir karena kesulitan menyerap jutaan lulusan baru. Pada tahun 2023, terdapat 11,58 juta lulusan universitas di seluruh negeri. Pada tahun 2024, jumlahnya meningkat menjadi 11,79 juta, dan rekor 12,22 juta lulusan baru diperkirakan akan mencari pekerjaan tahun ini, menurut Kementerian Pendidikan.

Sementara itu, pertumbuhan Tiongkok yang melambat dan perubahan struktural pada ekonomi telah menyebabkan banyak anak muda kehilangan pekerjaan, termasuk banyak yang bergelar universitas.

Tingkat pengangguran bagi mereka yang berusia 16 hingga 24 tahun mencapai rekor tertinggi sebesar 21,3 persen pada bulan Juni 2023, yang menyebabkan pihak berwenang untuk sementara menghentikan penerbitan statistik tersebut.

Pada bulan Februari, tingkat pengangguran untuk kelompok ini naik untuk bulan kedua berturut-turut hingga mencapai 16,9 persen. Untuk itu pemerintah akan membantu masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan dengan program yang segera dibuat dalam menciptakan tenaga kerja yang handal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Drama China Dibintangi Wan Yan Luo Rong, Terbaru Ada Blazing Elegance

4 Drama China Dibintangi Wan Yan Luo Rong, Terbaru Ada Blazing Elegance

Your Say | Rabu, 09 April 2025 | 11:47 WIB

4 Upcoming Drama Arthur Chen yang Siap Bikin Baper, Ada Eat Run Love!

4 Upcoming Drama Arthur Chen yang Siap Bikin Baper, Ada Eat Run Love!

Your Say | Rabu, 09 April 2025 | 09:15 WIB

Sinopsis Reborn, Drama China Terbaru Zhang Jing Yi dan Zhou Yi Ran

Sinopsis Reborn, Drama China Terbaru Zhang Jing Yi dan Zhou Yi Ran

Your Say | Selasa, 08 April 2025 | 12:07 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×