Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Beda dari Indonesia, Presiden China Bantu Carikan Pekerjaan Buat Lulusan Sarjana

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Rabu, 09 April 2025 | 12:44 WIB
Beda dari Indonesia, Presiden China Bantu Carikan Pekerjaan Buat Lulusan Sarjana
Presiden Bantu Sarjana untuk mendapatkan Pekerjaan di China.

Suara.com - China telah berjanji untuk menciptakan sebuah "sistem komprehensif" untuk masyarakatnya. Salah satunya mencarikan pekerjaan bagi lulusan sarjana di semua universitas. Hal ini dilakukan negara untuk berupaya melawan guncangan ekonomi dari perang dagang yang semakin memanas dengan Amerika Serikat.

Pihak berwenang China mengatakan pada hari Selasa bahwa selama tiga hingga lima tahun ke depan, negara tersebut akan membangun sebuah sistem untuk mendukung ketenagakerjaan lulusan baru.

Sistem tersebut akan mencakup pelatihan keterampilan, bimbingan karier, bantuan pencarian kerja dan perekrutan, dukungan bagi mereka yang kurang beruntung, serta pemantauan dan evaluasi pasar kerja, menurut kantor umum Partai Komunis dan Dewan Negara.

Dilansir South China Morning Post, para pemimpin partai, negara bagian, dan universitas di semua tingkatan akan bertanggung jawab untuk membangun dan menerapkan sistem tersebut. Pengumuman tersebut menegaskan kembali keputusan yang pertama kali dibuat pada bulan November.

Selain itu, sistem layanan bagi para lulusan adalah salah satu dari beberapa langkah yang telah diperkenalkan Beijing untuk menstabilkan ekonomi domestik dan memperkuat kepercayaan pasar guna menghadapi dampak perang dagang yang meningkat.

Langkah tersebut bertujuan untuk memberikan "jaminan yang kuat untuk pekerjaan penuh dan berkualitas tinggi" bagi para lulusan universitas Tiongkok, menurut pihak berwenang.

Setelah AS memberlakukan tarif baru pada barang-barang China minggu lalu, Beijing menanggapi dengan tindakan balasan dan berjanji tidak akan mundur saat Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan bea tambahan.

Dalam panggilan telepon dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada hari Selasa, Perdana Menteri Li Qiang mengatakan China sepenuhnya siap menghadapi guncangan eksternal terhadap ekonominya.

Penciptaan lapangan kerja telah menjadi prioritas bagi China, terutama karena negara tersebut berjuang untuk menstabilkan pertumbuhan dalam menghadapi hambatan ekonomi dan rekor jumlah lulusan yang bersiap memasuki pasar.

baca juga

Dalam komentar hari Minggu, corong partai People's Daily mengatakan Beijing akan fokus pada penanganan ekonomi domestik, termasuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban keuangan, untuk melawan dampak negatif perang dagang terhadap ekspor China.

Selain itu, dalam pengumuman hari Selasa, otoritas berjanji untuk merampingkan struktur program perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan pasar, memperluas pendaftaran pascasarjana, mempromosikan perencanaan karier dan magang yang beragam, dan meningkatkan rekrutmen kampus.

Pemerintah juga berjanji untuk mengoptimalkan rekrutmen dan ujian kualifikasi pekerjaan, termasuk untuk pegawai negeri, mendukung kewirausahaan dan perusahaan rintisan, mendorong kerja sukarela, memberikan subsidi kepada lulusan yang kurang mampu, dan membantu mereka meningkatkan keterampilan mereka.

Pasar kerja Tiongkok telah tertekan dalam beberapa tahun terakhir karena kesulitan menyerap jutaan lulusan baru. Pada tahun 2023, terdapat 11,58 juta lulusan universitas di seluruh negeri. Pada tahun 2024, jumlahnya meningkat menjadi 11,79 juta, dan rekor 12,22 juta lulusan baru diperkirakan akan mencari pekerjaan tahun ini, menurut Kementerian Pendidikan.

Sementara itu, pertumbuhan Tiongkok yang melambat dan perubahan struktural pada ekonomi telah menyebabkan banyak anak muda kehilangan pekerjaan, termasuk banyak yang bergelar universitas.

Tingkat pengangguran bagi mereka yang berusia 16 hingga 24 tahun mencapai rekor tertinggi sebesar 21,3 persen pada bulan Juni 2023, yang menyebabkan pihak berwenang untuk sementara menghentikan penerbitan statistik tersebut.

Pada bulan Februari, tingkat pengangguran untuk kelompok ini naik untuk bulan kedua berturut-turut hingga mencapai 16,9 persen. Untuk itu pemerintah akan membantu masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan dengan program yang segera dibuat dalam menciptakan tenaga kerja yang handal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Drama China Dibintangi Wan Yan Luo Rong, Terbaru Ada Blazing Elegance

4 Drama China Dibintangi Wan Yan Luo Rong, Terbaru Ada Blazing Elegance

Your Say | Rabu, 09 April 2025 | 11:47 WIB

4 Upcoming Drama Arthur Chen yang Siap Bikin Baper, Ada Eat Run Love!

4 Upcoming Drama Arthur Chen yang Siap Bikin Baper, Ada Eat Run Love!

Your Say | Rabu, 09 April 2025 | 09:15 WIB

Sinopsis Reborn, Drama China Terbaru Zhang Jing Yi dan Zhou Yi Ran

Sinopsis Reborn, Drama China Terbaru Zhang Jing Yi dan Zhou Yi Ran

Your Say | Selasa, 08 April 2025 | 12:07 WIB

Terkini

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:43 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:56 WIB

5 Orang Meninggal, Pelatihan Militer KDMP Dikecam: Dampak Buruk ke Manajemen Koperasi

5 Orang Meninggal, Pelatihan Militer KDMP Dikecam: Dampak Buruk ke Manajemen Koperasi

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:50 WIB

Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini

Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:29 WIB

Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Perusahaan, Berapa Gajinya?

Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Perusahaan, Berapa Gajinya?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 09:05 WIB

Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris

Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 08:28 WIB

Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto

Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 08:25 WIB

Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?

Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:58 WIB

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:04 WIB

×