- Sri Mulyani dipilih Bank Dunia lewat seleksi ketat kandidat global.
- Indonesia kembali dipercaya memimpin agenda pembiayaan dunia.
- IDA22 akan menentukan dana pembangunan bagi 78 negara miskin.
Suara.com - Reputasi Indonesia di panggung keuangan global kembali menguat. Bank Dunia (World Bank) menunjuk mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Independent Co-Chair dalam proses pengisian kembali pendanaan International Development Association (IDA) ke-22 atau IDA22, forum strategis yang akan menentukan arah pembiayaan bagi negara-negara termiskin di dunia hingga 2031.
Penunjukan yang diumumkan pada Rabu (5/8/2026) itu menjadi pengakuan atas kapasitas Sri Mulyani di tingkat internasional. Bank Dunia menegaskan, ia terpilih melalui proses seleksi yang ketat dari daftar kandidat pendek (shortlist) yang disusun komite pencarian beranggotakan perwakilan negara donor dan negara peminjam.
Dalam peran barunya, Sri Mulyani akan memimpin proses penggalangan dukungan kebijakan sekaligus komitmen pendanaan bagi IDA22 bersama Paschal Donohoe. Keduanya akan mengawal rangkaian negosiasi hingga pertemuan komitmen pendanaan yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.
"Dalam peran tersebut, Sri Mulyani akan mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan bagi IDA22 di kalangan negara donor maupun negara peminjam," tulis Bank Dunia dalam keterangan resminya.
Bank Dunia menilai Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional. Pengalaman sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama Indonesia, ditambah kiprahnya sebagai Managing Director sekaligus Chief Operating Officer World Bank Group, menjadi modal penting dalam mengawal agenda pembiayaan global tersebut.
Saat ini, Sri Mulyani juga tercatat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford. Rekam jejaknya di tingkat internasional semakin lengkap dengan berbagai pengakuan global, termasuk masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.
Penunjukan ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi dan keuangan internasional. Kepercayaan yang diberikan Bank Dunia mencerminkan pengakuan terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam memimpin agenda pembangunan global.
IDA merupakan salah satu instrumen pembiayaan pembangunan terbesar di dunia yang berfokus membantu negara-negara berpendapatan rendah mengurangi kemiskinan ekstrem. Melalui skema tersebut, negara penerima memperoleh pinjaman berbunga sangat rendah hingga nol persen serta hibah untuk membiayai proyek-proyek strategis seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan ketahanan ekonomi.
Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari US$632 miliar untuk investasi pembangunan di 115 negara.
Proses IDA22 akan dimulai pada Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Selanjutnya, negosiasi akan berlanjut hingga pertemuan komitmen pendanaan pada Desember 2027. Hasil penggalangan dana tersebut akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang dapat disalurkan kepada 78 negara berpendapatan rendah hingga 2031.