Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

IHSG Masih Tunjukkan Taring dengan Menguat di Perdagangan Selasa Pagi

Achmad Fauzi

Selasa, 15 April 2025 | 09:08 WIB
IHSG Masih Tunjukkan Taring dengan Menguat di Perdagangan Selasa Pagi
Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukan taji dengan menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (15/4/2024). IHSG menguat di level 6.444.

Mengutip data RTI Business, pada pukul 09.02 WIB IHSG masih melanjutkan penguatannya sebesar 65,1 poin at 1,02 persen menjadi ke level 6.433.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, sebanyak 708,09 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp758,51 miliar, serta frekuensi sebanyak 65,7 ribu kali.

Dalam perdagangan di waktu itu, sebanyak 244 saham bergerak naik, sedangkan 112 saham mengalami penurunan, dan 188 saham tidak mengalami pergerakan.

Proyeksi Hari Ini

IHSG pada Selasa (15/4/2025) ini diproyeksikan akan terkoreksi setelah menguat tajam pada perdagangan kemarin.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman melihat, pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street Naik, usai Trump Kecualikan Tarif Impor Ponsel dari Tiongkok.

Hal tersebut didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi setelah Presiden AS Donald Trump memberikan kejutan dengan mengecualikan sejumlah perangkat elektronik dari tarif impornya. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,78 persen, S&P 500 naik 0,79 persen dan Nasdaq Composite naik 0,64%.

Sementara itu, sentimen positif muncul setelah pemerintah AS melalui Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan merilis pedoman baru pada Jumat malam waktu AS, menyebutkan bahwa smartphone, komputer, semikonduktor, dan sejumlah komponen teknologi lainnya dikecualikan dari tarif ‘resiprokal’ terbaru Trump.

baca juga

"Namun, pernyataan Trump dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick pada Minggu (13/4), mereka menegaskan bahwa pengecualian ini bersifat sementara," ujar Fanny dalam riset yang dikutip, Selasa (15/4/2025).

Dia melanjutkan, dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut produk-produk tersebut masih dikenakan ‘Tarif Fentanyl’ sebesar 20 persen, hanya saja dipindahkan ke kategori tarif yang berbeda. Kendati demikian, saham Apple melonjak 2,2 persen dan saham Dell melesat hampir 4 persen menyusul kabar tersebut.

Sementara, pasar Asia Pasifik menguat pada Senin (14/3), setelah keputusan Presiden AS Donald Trump menghentikan tarif pada beberapa barang elektronik konsumen. Indeks Jepang Nikkei 225 naik 1,18 persen, dan indeks Topix naik 0,88 persen. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,95 persen, sedangkan Kosdaq naik 1,92 persen. Kemudian, S&P/ASX 200 Australia naik 1,34 persen. Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong melesat 2,40 persen. Di daratan China, CSI 300 naik 0,23 persen dan Shanghai Composite naik 0,76 persen.

"Trump mengecualikan tarif smartphone dan komputer serta perangkat dan komponen lain seperti semikonduktor. Namun, Trump dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick pada Minggu (13/4) menyatakan pengecualian tersebut tidak permanen sehingga menimbulkan ketidakpastian," beber Fanny.

Selain itu, Trump terlibat dalam negosiasi dengan negara-negara termasuk Vietnam, India, Korea Selatan, dan Jepang. Pemerintah AS memprioritaskan mitra dagang yang strategis untuk melawan China.

Kendai demikian, IHSG kemarin ditutup naik 1.7 persen, tapi kembali disertai aksi jual asing Rp623 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBNI, GOTO, BBRI dan ITMG.

"IHSG hari ini berpotensi kembali terkoreksi. dengan level Support di rentang 6.200-6.270 dan level resistance di rentang 6.450-6.500," kata Fanny.

Sementara, riset Pilarmas Investindo Sekuritas berbeda dengan BNI Sekuritas yang memprediksikan IHSG melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini.

Pada perdagangan Senin, IHSG ditutup menguat sebesar 106,29 poin atau 1,70 persen ke level 6.368. Sektor basic materials (6,02 persen) paling kuatnya naiknya.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.160 – 6.530," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.

Sementara, BRI Danareksa Sekuritas mengemukakan bahwa IHSG tengah dama tren bearish, meskipun Perdagangan terakhir, IHSG menguat signifikan sebesar +1,7 persen.

Dalam risetnya, BRI Danareksa Sekuritas melihat, kekinian IHSG berpotensi untuk menguji area resistance pentingnya pada level 6,421.

"Jika mampu untuk menembus level tersebut, maka terbuka kesempatan lebar untuk melanjutkan penguatan hingga level 6,511," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Naik Tajam, IHSG Berpotensi Alami Koreksi pada Perdagangan Hari Ini

Setelah Naik Tajam, IHSG Berpotensi Alami Koreksi pada Perdagangan Hari Ini

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 08:21 WIB

IHSG Masih Betah Berada di Zona Hijau pada Penutupan Perdagangan Senin

IHSG Masih Betah Berada di Zona Hijau pada Penutupan Perdagangan Senin

Bisnis | Senin, 14 April 2025 | 16:10 WIB

Tunggu Guyuran Dividen BUMN, Danantara Bakal Banjiri Likuiditas Pasar Modal

Tunggu Guyuran Dividen BUMN, Danantara Bakal Banjiri Likuiditas Pasar Modal

Bisnis | Senin, 14 April 2025 | 14:41 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×