IHSG Melorot Pada Pembukaan Rabu Pagi, Cek Saham-saham Pilihan

Achmad Fauzi

Rabu, 18 Juni 2025 | 09:19 WIB
IHSG Melorot Pada Pembukaan Rabu Pagi, Cek Saham-saham Pilihan
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), memerah pada pembukaan perdagangan Rabu pagi. IHSG dibuka merosot di level 7.155.

Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.06 WIB IHSG masih berada di zona merah menuju level 7.145 atau naik 9,98 poin, secara presentase naik 0,14 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,60 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 913,01 miliar, serta frekuensi sebanyak 93.214 kali.

Dalam perdagangan di waktu itu, sebanyak 185 saham bergerak naik, sedangkan 173 saham mengalami penurunan, dan 237 saham tidak mengalami pergerakan.

Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Adapun, beberapa saham yang mendorong penguatan IHSG waktu itu diantaranya, ASPI, VRNA, SSIA, ENRG, PTMR, PYFA, JAYA, LEAD, KRYA, SILO, SMDR.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, TMPO, SPRE, MBSS, BPTR, PART, PEGE, PNSE, AMMN, KAEF, NICL, JKON, INDX, MMIX.

Sebelumnya, IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, Rabu, 18 Juni 2025.

Proyeksi ini seiring kombinasi berbagai sentimen global dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah, data ekonomi dari Amerika Serikat dan Eropa, serta keputusan suku bunga dari Bank Indonesia menjadi faktor utama yang memengaruhi arah indeks.

Tim Retail Research dari CGS International Sekuritas Indonesia menjelaskan, melemahnya indeks di bursa Wall Street seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah diperkirakan menjadi sentimen negatif yang membayangi pasar keuangan global.

baca juga

Namun, CGS menyoroti bahwa kenaikan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, emas, dan batubara berpotensi memberikan dorongan positif terhadap IHSG.

"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.115/7.075 dan resistance 7.195/7.240," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya, Rabu, 18 Juni 2025.

Sementara, Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengatakan penguatan IHSG pada penutupan perdagangan Selasa (17/6), yang tercatat naik 0,54 perse ke level 7.155, didorong oleh sentimen positif dari sektor domestik.

Terutama kerja sama strategis antara Danantara, Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) untuk membangun pabrik klor-alkali diklorida. Selain itu, komitmen Danantara untuk mendukung pembiayaan Program 3 Juta Rumah dengan dana sebesar Rp130 triliun menjadi katalis tambahan bagi pasar.

"Dukungan pembiayaan ini akan melibatkan lima bank besar nasional, yakni BMRI, BBRI, BBNI, BBTN, dan BRIS, yang telah menyatakan kesiapan mendukung program tersebut," kata Ratna.

Ia menambahkan, secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam posisi menguntungkan karena indikator Stochastic RSI sudah berada di area oversold dan indeks berhasil bertahan di atas level MA200.

Namun, Ratna mengingatkan, perkembangan isu geopolitik global masih menjadi faktor risiko utama dalam jangka pendek.

"Oleh karena itu, IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dalam kisaran support 7.100 dan resistance 7.200, dengan pivot pada level 7.150," beber Ratna.

Pasar Global Tertekan

Dari pasar global, indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (17/6) akibat meningkatnya intensitas konflik Iran-Israel. Laporan yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan keterlibatan militer langsung terhadap Iran menambah kekhawatiran pelaku pasar.

Selain itu, data penjualan ritel (Retail Sales) Amerika Serikat pada Mei 2025 menunjukkan penurunan 0,9 persen secara bulanan (MoM), lebih dalam dari kontraksi 0,1 persen pada April, serta di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksikan penurunan 0,7 persen.

Penurunan tersebut merupakan yang terbesar dalam empat bulan terakhir dan disinyalir sebagai dampak dari tarif impor yang meningkat, yang pada akhirnya memperburuk outlook konsumsi di negeri Paman Sam.

Sementara itu, indeks bursa Eropa juga bergerak melemah karena kekhawatiran serupa terkait konflik Iran-Israel. Meskipun negara-negara G7 telah menyerukan agar konflik diredakan, sebagian besar dari mereka menyatakan dukungan terhadap Israel.

Dari Jerman, data ZEW Economic Sentiment Index untuk Juni 2025 naik signifikan menjadi 47,5 dari 25,2 pada Mei, dan jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 35. Ini menjadi level tertinggi dalam tiga tahun terakhir yang ditopang oleh paket stimulus fiskal dari pemerintah Jerman serta pemangkasan suku bunga oleh European Central Bank (ECB).

Dari Asia, Bank of Japan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 0,5 persen, yang merupakan level tertinggi sejak tahun 2008.

Adapun harga komoditas mencatatkan penguatan terbatas. Harga emas naik tipis 0,2 persen ke level USD 3.390 per troy ounce di tengah penguatan dolar AS dan meningkatnya permintaan instrumen safe haven, sementara pasar menantikan arah kebijakan suku bunga The Fed.

Harga minyak mentah juga menguat ke kisaran USD 74 per barel setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras yang mengancam Iran agar menyerah tanpa syarat.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 6 basis poin menjadi 4,38 persen.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar hari ini akan tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan diumumkan hari ini (18/6). Konsensus memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,50 persen demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu dari Amerika Serikat, akan dirilis data Building Permits Preliminary untuk Mei 2025 yang diperkirakan naik menjadi 1,43 juta dari 1,422 juta pada April. Sedangkan data Housing Starts Mei 2025 diperkirakan cenderung stagnan di level 1,36 juta. Dari Inggris, data inflasi tahunan (YoY) untuk Mei 2025 diperkirakan turun menjadi 3,4 persen dari 3,5 persen pada April 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Cenderung Bisa Kembali Menguat Pada Perdagangan Hari Ini

IHSG Cenderung Bisa Kembali Menguat Pada Perdagangan Hari Ini

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 08:14 WIB

IHSG Hijau di Awal Sesi, Analis Waspada Koreksi Lanjutan

IHSG Hijau di Awal Sesi, Analis Waspada Koreksi Lanjutan

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 09:14 WIB

IHSG Bisa Lanjutkan Koreksi Hari Ini, Simak Saham-saham Pilihan

IHSG Bisa Lanjutkan Koreksi Hari Ini, Simak Saham-saham Pilihan

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 08:02 WIB

Terkini

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 06:15 WIB

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

×