Harga Emas Stabil di US$ 4.000, Apakah Bisa Tembus Level US$ 5.000?

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 09 November 2025 | 08:45 WIB
Harga Emas Stabil di US$ 4.000, Apakah Bisa Tembus Level US$ 5.000?
Emas (Unsplash)
  • Harga emas berjangka stabil di dekat level US$4.000 setelah terkoreksi 9% dari puncak tertingginya (di atas US$4.350).

  • Analis Macquarie menduga harga sudah mencapai puncak, namun UBS dan Goldman Sachs memprediksi kenaikan lebih lanjut, dengan target setinggi US$4.900.

  • Kenaikan harga emas didukung oleh aksi borong bank sentral.

Suara.com - Harga emas berjangka global menutup pekan di dekat level US$4.000 per ons troi pada hari Jumat (7/11/2025) lalu. Harga logam mulia ini menunjukkan stabilitas relatif setelah sempat mengalami anjlok tajam pada bulan sebelumnya.

Lantas, apakah harga emas telah mencapai puncaknya, ataukah masih akan melanjutkan tren bullish yang fenomenal?

Emas, si 'logam kuning' yang tidak memberikan imbal hasil bunga ini, hingga kini masih berada di jalur untuk mencetak rekor tahunan terbaiknya sejak 1979.

Kenaikan fantastis ini didorong oleh tiga pilar utama: aksi borong yang masif oleh bank-bank sentral global, masuknya dana dalam volume besar ke dalam ETF (Exchange-Traded Funds) berbasis emas, serta peningkatan signifikan dalam pembelian koin dan batangan emas ritel.

Meskipun demikian, emas telah terkoreksi sekitar 9% dari harga puncaknya sepanjang masa, yang sempat melampaui US$4.350 bulan lalu.

Perdebatan mengenai apakah harga emas sudah mencapai puncak terbagi di kalangan analis ternama:

Sisi Koreksi (Macquarie Group): Analis dari Macquarie Group menduga bahwa harga emas kemungkinan besar sudah mencapai puncaknya. Alasan utama mereka adalah karena beberapa bank sentral di berbagai negara sudah mulai memotong suku bunga lebih dulu, mendahului Federal Reserve (The Fed) AS. Biasanya, pemotongan suku bunga membuat emas lebih menarik dibandingkan aset berbunga lainnya, namun momentum The Fed yang masih belum jelas menjadi faktor penekan.

Sisi Kenaikan (UBS & Goldman Sachs): Bertentangan dengan pandangan tersebut, analis dari UBS dan Goldman Sachs masih melihat potensi kenaikan yang signifikan.

Para analis Macquarie memprediksi bahwa penurunan harga emas ke depan akan berlangsung lebih lambat dibandingkan setelah puncak-puncak harga sebelumnya, dengan harga yang diperkirakan akan tetap jauh di atas level akhir 2023 sepanjang masa jabatan Presiden AS saat ini.

Sebagai perbandingan, harga emas berada di kisaran US$2.000 per ons troi sekitar dua tahun lalu.

Analis secara umum sepakat bahwa risiko masih ada. Harga emas dapat melambung lebih tinggi jika ketegangan geopolitik global kembali memanas, atau jika kekhawatiran tentang besarnya utang pemerintah AS kembali muncul ke permukaan.

Laporan dari World Gold Council menyebutkan bahwa penguatan dolar Amerika merupakan pemicu utama di balik fluktuasi harga emas dari rekor tertingginya baru-baru ini.

Prediksi harga dari institusi besar menunjukkan optimisme jangka panjang:

UBS menargetkan harga emas di level US$4.200 per ons dalam 12 bulan ke depan. Mereka juga menetapkan target atas yang lebih agresif di US$4.700 per ons jika risiko politik dan pasar finansial meningkat.

Goldman Sachs bahkan lebih bullish, memprediksi emas akan mencapai US$4.900 per troi ons pada akhir tahun depan (2026). Mereka meyakini koreksi baru-baru ini disebabkan oleh spekulasi opsi beli, namun pembelian struktural yang persisten akan terus berlanjut, didorong oleh meningkatnya minat pada emas sebagai diversifikasi portofolio strategis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Makin Mahal di Akhir Pekan Ini, Capai Hampir Rp 2,3 Juta per Gram

Emas Antam Makin Mahal di Akhir Pekan Ini, Capai Hampir Rp 2,3 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 08 November 2025 | 10:24 WIB

Saat Kujang Emas: Batara Jayarasa Menyulut Fantasi-Aksi Perfilman Indonesia

Saat Kujang Emas: Batara Jayarasa Menyulut Fantasi-Aksi Perfilman Indonesia

Your Say | Jum'at, 07 November 2025 | 14:13 WIB

Peta Medali SEA Games 2025: Indonesia Kehilangan 41 Potensi Emas

Peta Medali SEA Games 2025: Indonesia Kehilangan 41 Potensi Emas

Sport | Jum'at, 07 November 2025 | 14:00 WIB

Terkini

Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik

Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:50 WIB

Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!

Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:43 WIB

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:33 WIB

Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia

Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:59 WIB

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:54 WIB

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:21 WIB

THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan

THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:01 WIB

Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian

Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:50 WIB

Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?

Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:36 WIB