Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

IHSG Bisa Menguat Lagi Hari Ini, 6 Saham Ini Bisa Jadi Rekomendasi

M Nurhadi

Rabu, 12 November 2025 | 06:44 WIB
IHSG Bisa Menguat Lagi Hari Ini, 6 Saham Ini Bisa Jadi Rekomendasi
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
baca 10 detik
  • Wall Street mencatat rekor penutupan tertinggi baru pada Selasa (11/11/2025) didorong optimisme.
  • IHSG kemarin melemah 0,29% akibat aksi jual bersih investor asing sebesar Rp639 miliar.
  • Bursa Asia bergerak beragam, sementara stimulus AS dan Jepang serta potensi tarif dagang AS-India menjadi sentimen.

Suara.com - Saham global kembali menunjukkan pergerakan positif dengan Wall Street yang sukses mencatat rekor penutupan tertinggi baru pada perdagangan Selasa (11/11/2025).

Kinerja impresif ini didorong oleh kemajuan signifikan dalam upaya mengakhiri penutupan kegiatan pemerintahan (government shutdown) di Amerika Serikat (AS).

Sentimen positif ini diharapkan dapat mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk mencoba menguat kembali pada perdagangan hari ini.

Pada perdagangan kemarin, IHSG sendiri ditutup melemah 0,29%, diiringi dengan aksi net sell asing yang cukup besar, mencapai sekitar Rp639 miliar.

Saham-saham unggulan yang paling banyak dilepas oleh investor asing adalah BBCA, BBRI, ANTM, ADRO, dan AMRT.

Indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat, dengan rally utama dipimpin oleh saham-saham non-teknologi, setelah Gedung Putih secara eksplisit menyatakan dukungan terhadap kesepakatan bipartisan untuk membuka kembali pemerintahan AS dalam beberapa hari.

Dow Jones Industrial Average menjadi leader dengan penguatan sebesar 1,18%, ditutup mencapai rekor tertingginya.

S&P 500 naik tipis 0,21%.

Nasdaq Composite bergerak kontraksi, turun 0,25%.

baca juga

Sektor yang paling menonjol adalah perawatan kesehatan, yang naik 2,33%, didorong oleh kenaikan signifikan pada saham-saham farmasi besar seperti Eli Lilly, Johnson & Johnson, dan AbbVie (masing-masing naik lebih dari 2%).

Namun, saham-saham terkait Kecerdasan Buatan (AI) kembali menjadi sorotan negatif. Kekhawatiran muncul setelah investor teknologi Jepang, SoftBank Group, mengumumkan penjualan saham Nvidia senilai USD 5,8 miliar, yang membuat harga saham produsen chip tersebut turun hampir 3% dalam perdagangan Selasa.

Saham CoreWeave yang didukung Nvidia juga melemah lebih dari 16% setelah perusahaan memangkas proyeksi pendapatan tahunan karena adanya gangguan pada pusat data.

Sentimen lain yang memengaruhi pasar adalah pembaruan data penggajian awal ADP yang menunjukkan perusahaan swasta AS rata-rata kehilangan 11.250 pekerjaan per minggu selama empat minggu terakhir per 25 Oktober.

Bursa saham Asia bergerak beragam (mixed) pada perdagangan Selasa (11/11), namun secara keseluruhan tetap didukung oleh harapan positif dari perkembangan pembukaan kembali pemerintahan AS.

Penguatan Terbesar: Straits Times Singapura melesat 1,20% dan Hang Seng Hong Kong menguat 0,81%, diikuti Kospi Korea Selatan yang naik 0,81% serta FTSE Malaysia yang bertambah 0,46%.

Melemah: Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,14%, Taiex Taiwan melemah 0,30%, dan ASX 200 Australia turun 0,19%.

Selain isu shutdown AS, pasar juga mencermati wacana stimulus ekonomi dari Presiden Trump berupa pembagian tarif dividen USD 2.000 kepada warga AS.

Sementara itu, di Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi berencana menggunakan paket stimulus untuk menghidupkan kembali perekonomian.

Aset India juga menjadi fokus karena Trump mengindikasikan kemungkinan pengurangan tarif barang-barang India dan kesepakatan dagang AS-India.

Proyeksi IHSG

Meskipun kemarin ditutup melemah dengan net sell asing, pergerakan positif bursa AS yang mencapai rekor tertinggi dan dukungan Gedung Putih terhadap kesepakatan shutdown memberikan sentimen global yang kuat.

Kajian harian analis BNI Sekuritas memperkirakan, IHSG berpotensi mencoba menguat kembali hari ini.

Level Support IHSG: 8320 – 8350
Level Resist IHSG: 8380 – 8450

Investor disarankan untuk mencermati level resistance 8450, dengan potensi beli pada saham-saham yang diperkirakan akan diuntungkan dari pergerakan bursa global hari ini.

Saham-saham yang direkomendasikan hari ini diantaranya ADRO, BKSL, BUVA, TOBA, RATU, TINS.

Desclaimer: Redaksi hanya menyampaikan informasi dan keputusan serta risiko ada di tangan pembaca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Transaksi Saham Antar Akun RDN Sekuritas

Cara Transaksi Saham Antar Akun RDN Sekuritas

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 13:59 WIB

IHSG Berbalik Perkasa di Awal Perdagangan Selasa, Kembali ke Level 8.400

IHSG Berbalik Perkasa di Awal Perdagangan Selasa, Kembali ke Level 8.400

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 09:11 WIB

Laporan Kinerja SIDO: Laba Bersih Naik, Harga Tolak Angin Ikutan Naik

Laporan Kinerja SIDO: Laba Bersih Naik, Harga Tolak Angin Ikutan Naik

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 07:18 WIB

Terkini

Investor Asing Terus Berhasrat Jual Saham, IHSG Melemah ke Level 5.820

Investor Asing Terus Berhasrat Jual Saham, IHSG Melemah ke Level 5.820

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:02 WIB

Ternyata CNG Pengganti LPG 3 Kg Impor Juga dari China

Ternyata CNG Pengganti LPG 3 Kg Impor Juga dari China

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:47 WIB

Jangan Lewatkan Jazz Gunung 2026, BRImo Hadirkan Promo Tiket Diskon 40%!

Jangan Lewatkan Jazz Gunung 2026, BRImo Hadirkan Promo Tiket Diskon 40%!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:37 WIB

Target Harga Rp6.000, Saham Emiten Tambang AMMN Layak Dibeli?

Target Harga Rp6.000, Saham Emiten Tambang AMMN Layak Dibeli?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:35 WIB

Lippo Malls Gelontorkan Rp11,6 Miliar Bangun PLTS Atap

Lippo Malls Gelontorkan Rp11,6 Miliar Bangun PLTS Atap

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:30 WIB

Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD

Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:19 WIB

Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran

Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 15:54 WIB

Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG

Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 15:20 WIB

Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan

Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 15:02 WIB

×