IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Harga Saham INET dan BUVA Kembali Naik?

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 11 November 2025 | 06:49 WIB
IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Harga Saham INET dan BUVA Kembali Naik?
Ilustrasi pergerakan saham hari ini di IHSG BEI [Antara]
Baca 10 detik
  • Wall Street melonjak signifikan (Nasdaq +2,27%) dipimpin saham AI.

  • IHSG, yang kemarin mencatat net buy asing Rp103 Miliar, berpotensi menguat kembali hari ini.

  • Level support IHSG berada di 8320-8350, dengan level resist di 8450-8500.

Suara.com - Pasar modal global memulai awal pekan dengan sentimen yang sangat positif, menyusul perkembangan signifikan di Amerika Serikat (AS) dan rebound di kawasan Asia.

Lonjakan Wall Street dan penguatan bursa regional menjadi modal optimis bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diproyeksikan akan kembali menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (11/11/2025).

Pada perdagangan kemarin, Senin (10/11), IHSG ditutup sedikit melemah 0,04%. Namun, pelemahan tipis tersebut masih diimbangi oleh aksi net buy asing yang mencapai sekitar Rp103 miliar.

Saham-saham yang paling banyak diborong oleh investor asing adalah BREN, BMRI, BUMI, HRTA, dan FILM.

Indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat tajam pada akhir perdagangan Senin (10/11), didorong oleh kenaikan saham-saham sektor teknologi, khususnya yang berbasis Kecerdasan Buatan (AI), seiring adanya kemajuan signifikan Washington untuk mengakhiri penutupan pemerintahan (government shutdown).

Nasdaq Composite melonjak paling tinggi, naik 2,27%.
S&P 500 menguat 1,54%.
Dow Jones Industrial Average naik 0,81%.

Saham-saham teknologi besar menunjukkan rebound kuat, memulihkan kerugian yang sempat dialami. Saham Nvidia melonjak 5,8%, disusul perusahaan analitik data AI Palantir yang melesat 8,8%, dan Tesla naik 3,7%.

Indeks semikonduktor PHLX secara keseluruhan juga melonjak hingga 3%. Sentimen positif ini diperkuat oleh optimisme pasar yang tinggi, di mana probabilitas berakhirnya penutupan pemerintah AS minggu ini mencapai 88%.

Di sisi lain, saham-saham maskapai penerbangan mengalami tekanan setelah pemangkasan penerbangan dan ketidakhadiran staf trafik udara mengganggu perjalanan udara AS, tercermin dari penurunan saham United Airlines (-1,3%) dan American Airlines (-2,5%).

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini: Bursa Asia Melemah, Wall Street Was-was Saham AI

Bursa Asia Rebound Setelah Tekanan Pekan Lalu 

Bursa saham Asia-Pasifik secara keseluruhan bergerak menguat pada perdagangan Senin (10/11), setelah sempat berada di bawah tekanan kekhawatiran valuasi saham AI pada pekan sebelumnya.

Investor di kawasan Asia juga mencermati rilis data inflasi China bulan Oktober, yang tercatat lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Inflasi konsumen utama (CPI) China naik 0,2% Year-on-Year (YoY), melampaui ekspektasi 0%, sementara inflasi produsen (PPI) turun 2,1% YoY, sedikit lebih baik dari perkiraan 2,2%.

Penguatan di bursa Asia meliputi:

Korea Selatan: Indeks Kospi melesat paling tinggi, naik 3,02%, dan Kosdaq meningkat 1,32%.
Jepang: Indeks Nikkei 225 menguat 1,26%, dan Topix naik 0,56%.
Hong Kong & China: Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,55%, dan CSI 300 China bertambah 0,35%.
Australia: Indeks S&P/ASX 200 naik 0,76%.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI