Jejak Emas Rakyat Aceh Bagi RI: Patungan Beli Pesawat, Penghasil Devisa & Lahirnya Garuda Indonesia

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 18 Desember 2025 | 16:33 WIB
Jejak Emas Rakyat Aceh Bagi RI: Patungan Beli Pesawat, Penghasil Devisa & Lahirnya Garuda Indonesia
Warga memasangkan bendera putih di depan rumahnya yang rusak pasca bencana hidrometeorologi di Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Rabu (17/12/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]
baca 10 detik
  • Banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu Siklon Senyar telah melumpuhkan ribuan desa di Aceh.
  • Namun, di tengah bencana yang menguji ketabahan ini, sejarah mencatat bahwa rakyat Aceh memiliki ketangguhan dan kedermawanan yang luar biasa.
  • Jauh sebelum negara ini mengenal pasar modal atau pendanaan global, rakyat Aceh telah melakukan "investasi" yang menjadi pilar berdirinya raksasa dirgantara nasional, BUMN Garuda Indonesia.

Suara.com - Awan mendung dan duka mendalam tengah menyelimuti Tanah Rencong. Hingga Kamis (18/12/2025) bencana banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu Siklon Senyar telah melumpuhkan ribuan desa di Aceh.

Ratusan ribu rumah rusak, jembatan terputus, dan masyarakat di wilayah seperti Aceh Utara hingga Nagan Raya kini tengah berjuang di tengah keterbatasan. Kini rakyat Aceh tengah memasang bendera putih yang ditancapkan di jalan penghubung Kabupaten Aceh Tamiang dengan Kota Langsa.

Bagi masyarakat Aceh, bendera putih itu adalah simbol bahwa mereka telah menyerah untuk menghadapi penanganan banjir Sumatera.

Namun, di tengah bencana yang menguji ketabahan ini, sejarah mencatat bahwa rakyat Aceh memiliki ketangguhan dan kedermawanan yang luar biasa bagi Indonesia.

Jauh sebelum negara ini mengenal pasar modal atau pendanaan global, rakyat Aceh telah melakukan "investasi" yang menjadi pilar berdirinya raksasa dirgantara nasional, BUMN Garuda Indonesia.

Catatan sejarah ekonomi Indonesia mencatat peristiwa heroik pada pertengahan tahun 1948. Saat itu, Presiden Soekarno datang ke Aceh dengan misi yang nyaris mustahil: mencari modal untuk menembus blokade udara Belanda.

Respons rakyat Aceh melampaui ekspektasi. Melalui Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (Gasida), terkumpul dana 120.000 Dollar Singapura atau setara dengan 20 kilogram emas. Hebatnya, dana ini bukan berasal dari utang luar negeri, melainkan hasil patungan dari petani, pedagang, hingga rakyat jelata.

Dana inilah yang digunakan untuk membeli pesawat jenis Douglas C-47 Dakota, yang kemudian diberi nama RI-001 Seulawah berarti "Gunung Emas".

Semangat kedermawanan Aceh kembali bergema pada Agustus 2025 lalu. Presiden Prabowo Subianto menganugerahi Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang bin Lamudin, salah satu tokoh kunci di balik pengadaan Seulawah RI-001.

baca juga

Dalam suasana haru di Istana Negara, Jakarta (25/8/2025), Presiden Prabowo menunjukkan rasa hormat yang mendalam dengan berlutut di hadapan Teungku Nyak Sandang yang hadir menggunakan kursi roda. Di usia muda (23 tahun), Nyak Sandang dengan ikhlas menjual tanah dan emas miliknya demi memastikan Indonesia memiliki "sayap" untuk terbang. Penghargaan ini menjadi pengakuan tertinggi negara atas nasionalisme tulus dari putra Aceh tersebut.

Seulawah bukan sekadar simbol kedaulatan, melainkan unit bisnis pertama yang dimiliki Indonesia. Ketika Agresi Militer II Belanda pecah pada 1949, RI-001 Seulawah yang sedang berada di Kalkuta, India, tidak tinggal diam.

Pesawat ini kemudian dikomersialkan di Burma (Myanmar) dengan nama Indonesian Airways. Keuntungan dari penyewaan ini menjadi sumber devisa pertama bagi Republik Indonesia, pembiayaan operasional diplomasi luar negeri Indonesia dan bukti bahwa kekuatan ekonomi kerakyatan mampu menyelamatkan marwah negara dalam situasi terjepit.

Setelah pengakuan kedaulatan di akhir 1949 melalui Konferensi Meja Bundar (KMB), Indonesia mengambil alih aset KLM-IIB. Sinergi antara kru Indonesian Airways (penerus semangat Seulawah) dengan aset teknis tersebut melahirkan Garuda Indonesian Airways pada 21 Desember 1949.

Nama "Garuda" sendiri dipilih Soekarno dari puisi Noto Soeroto sebagai simbol burung tunggangan Wisnu yang membentangkan sayap tinggi di atas kepulauan Nusantara.

Saat ini, replika RI-001 Seulawah masih berdiri tegak di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Di tengah hantaman banjir 2025, monumen ini menjadi simbol pengingat bagi seluruh bangsa: bahwa Aceh pernah memberikan segalanya demi sayap Indonesia bisa terbang tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Main Golf di Tengah Bencana Sumatra, Kepala BGN Dadan Hindayana Buka Suara

Viral Video Main Golf di Tengah Bencana Sumatra, Kepala BGN Dadan Hindayana Buka Suara

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 16:09 WIB

Pabrik Toba Pulp Lestari Tutup Operasional dan Reaksi Keras Luhut Binsar Pandjaitan

Pabrik Toba Pulp Lestari Tutup Operasional dan Reaksi Keras Luhut Binsar Pandjaitan

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 15:49 WIB

Rp17 Miliar Terkumpul, Musisi Indonesia Peduli bagi Korban Bencana

Rp17 Miliar Terkumpul, Musisi Indonesia Peduli bagi Korban Bencana

Your Say | Kamis, 18 Desember 2025 | 14:34 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×