Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Jejak Emas Rakyat Aceh Bagi RI: Patungan Beli Pesawat, Penghasil Devisa & Lahirnya Garuda Indonesia

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 18 Desember 2025 | 16:33 WIB
Jejak Emas Rakyat Aceh Bagi RI: Patungan Beli Pesawat, Penghasil Devisa & Lahirnya Garuda Indonesia
Warga memasangkan bendera putih di depan rumahnya yang rusak pasca bencana hidrometeorologi di Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Rabu (17/12/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]
  • Banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu Siklon Senyar telah melumpuhkan ribuan desa di Aceh.
  • Namun, di tengah bencana yang menguji ketabahan ini, sejarah mencatat bahwa rakyat Aceh memiliki ketangguhan dan kedermawanan yang luar biasa.
  • Jauh sebelum negara ini mengenal pasar modal atau pendanaan global, rakyat Aceh telah melakukan "investasi" yang menjadi pilar berdirinya raksasa dirgantara nasional, BUMN Garuda Indonesia.

Suara.com - Awan mendung dan duka mendalam tengah menyelimuti Tanah Rencong. Hingga Kamis (18/12/2025) bencana banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu Siklon Senyar telah melumpuhkan ribuan desa di Aceh.

Ratusan ribu rumah rusak, jembatan terputus, dan masyarakat di wilayah seperti Aceh Utara hingga Nagan Raya kini tengah berjuang di tengah keterbatasan. Kini rakyat Aceh tengah memasang bendera putih yang ditancapkan di jalan penghubung Kabupaten Aceh Tamiang dengan Kota Langsa.

Bagi masyarakat Aceh, bendera putih itu adalah simbol bahwa mereka telah menyerah untuk menghadapi penanganan banjir Sumatera.

Namun, di tengah bencana yang menguji ketabahan ini, sejarah mencatat bahwa rakyat Aceh memiliki ketangguhan dan kedermawanan yang luar biasa bagi Indonesia.

Jauh sebelum negara ini mengenal pasar modal atau pendanaan global, rakyat Aceh telah melakukan "investasi" yang menjadi pilar berdirinya raksasa dirgantara nasional, BUMN Garuda Indonesia.

Catatan sejarah ekonomi Indonesia mencatat peristiwa heroik pada pertengahan tahun 1948. Saat itu, Presiden Soekarno datang ke Aceh dengan misi yang nyaris mustahil: mencari modal untuk menembus blokade udara Belanda.

Respons rakyat Aceh melampaui ekspektasi. Melalui Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (Gasida), terkumpul dana 120.000 Dollar Singapura atau setara dengan 20 kilogram emas. Hebatnya, dana ini bukan berasal dari utang luar negeri, melainkan hasil patungan dari petani, pedagang, hingga rakyat jelata.

Dana inilah yang digunakan untuk membeli pesawat jenis Douglas C-47 Dakota, yang kemudian diberi nama RI-001 Seulawah berarti "Gunung Emas".

Semangat kedermawanan Aceh kembali bergema pada Agustus 2025 lalu. Presiden Prabowo Subianto menganugerahi Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang bin Lamudin, salah satu tokoh kunci di balik pengadaan Seulawah RI-001.

Dalam suasana haru di Istana Negara, Jakarta (25/8/2025), Presiden Prabowo menunjukkan rasa hormat yang mendalam dengan berlutut di hadapan Teungku Nyak Sandang yang hadir menggunakan kursi roda. Di usia muda (23 tahun), Nyak Sandang dengan ikhlas menjual tanah dan emas miliknya demi memastikan Indonesia memiliki "sayap" untuk terbang. Penghargaan ini menjadi pengakuan tertinggi negara atas nasionalisme tulus dari putra Aceh tersebut.

Seulawah bukan sekadar simbol kedaulatan, melainkan unit bisnis pertama yang dimiliki Indonesia. Ketika Agresi Militer II Belanda pecah pada 1949, RI-001 Seulawah yang sedang berada di Kalkuta, India, tidak tinggal diam.

Pesawat ini kemudian dikomersialkan di Burma (Myanmar) dengan nama Indonesian Airways. Keuntungan dari penyewaan ini menjadi sumber devisa pertama bagi Republik Indonesia, pembiayaan operasional diplomasi luar negeri Indonesia dan bukti bahwa kekuatan ekonomi kerakyatan mampu menyelamatkan marwah negara dalam situasi terjepit.

Setelah pengakuan kedaulatan di akhir 1949 melalui Konferensi Meja Bundar (KMB), Indonesia mengambil alih aset KLM-IIB. Sinergi antara kru Indonesian Airways (penerus semangat Seulawah) dengan aset teknis tersebut melahirkan Garuda Indonesian Airways pada 21 Desember 1949.

Nama "Garuda" sendiri dipilih Soekarno dari puisi Noto Soeroto sebagai simbol burung tunggangan Wisnu yang membentangkan sayap tinggi di atas kepulauan Nusantara.

Saat ini, replika RI-001 Seulawah masih berdiri tegak di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Di tengah hantaman banjir 2025, monumen ini menjadi simbol pengingat bagi seluruh bangsa: bahwa Aceh pernah memberikan segalanya demi sayap Indonesia bisa terbang tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Main Golf di Tengah Bencana Sumatra, Kepala BGN Dadan Hindayana Buka Suara

Viral Video Main Golf di Tengah Bencana Sumatra, Kepala BGN Dadan Hindayana Buka Suara

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 16:09 WIB

Pabrik Toba Pulp Lestari Tutup Operasional dan Reaksi Keras Luhut Binsar Pandjaitan

Pabrik Toba Pulp Lestari Tutup Operasional dan Reaksi Keras Luhut Binsar Pandjaitan

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 15:49 WIB

Rp17 Miliar Terkumpul, Musisi Indonesia Peduli bagi Korban Bencana

Rp17 Miliar Terkumpul, Musisi Indonesia Peduli bagi Korban Bencana

Your Say | Kamis, 18 Desember 2025 | 14:34 WIB

Terkini

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:29 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:12 WIB

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:20 WIB

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:05 WIB

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:45 WIB

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:53 WIB

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50 WIB

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'

Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:00 WIB