Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Apa Itu MADAS? Ormas Madura Viral Pasca Kasus Usir Lansia di Surabaya

M Nurhadi

Sabtu, 27 Desember 2025 | 13:18 WIB
Apa Itu MADAS? Ormas Madura Viral Pasca Kasus Usir Lansia di Surabaya
MADAS

Suara.com - Ruang digital publik tanah air tengah dihebohkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan aksi represif terhadap warga lanjut usia di Surabaya.

Video tersebut menampilkan detik-detik pengusiran paksa seorang nenek berusia 80 tahun bernama Elina. Mirisnya, aksi tersebut tidak hanya sebatas pengusiran, namun juga berakhir dengan pembongkaran rumah korban hingga rata dengan tanah.

Peristiwa memilukan ini memicu gelombang kemarahan netizen dan membawa nama organisasi kemasyarakatan (ormas) MADAS ke pusat perhatian nasional.

Dugaan keterlibatan oknum ormas tersebut dalam tindakan intimidatif ini kini tengah didalami secara serius oleh pihak berwajib.

Usai viral, polisi bergerak cepat merespons keresahan masyarakat. Kasus ini telah terdaftar secara resmi di Polda Jawa Timur dengan nomor laporan LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR.

Fokus utama penyelidikan saat ini adalah untuk memetakan peran setiap individu dalam pembongkaran rumah tersebut, termasuk memastikan kebenaran keterlibatan anggota ormas.

Sebelum kasus di Surabaya mencuat, MADAS sebenarnya sudah pernah menjadi buah bibir dalam konflik pertanahan lainnya.

Salah satunya adalah perselisihan antara Kiai Muhammad Imam Muslimin (Yai Mim) dengan pihak Sahara Rental di Kota Malang yang turut melibatkan massa ormas ini.

Rentetan insiden tersebut membuat citra organisasi ini kerap dikaitkan dengan kesan kekerasan dan arogan.

baca juga

Profil Ormas MADAS (Madura Asli)

Secara formal, MADAS merupakan akronim dari Madura Asli. Organisasi ini diklaim dibentuk atas dasar semangat solidaritas kesukuan warga keturunan Madura yang berada di perantauan, terutama di wilayah Jawa Timur dan berbagai kota besar lainnya di Indonesia.

Berdasarkan data hukum di situs resminya, Madura Asli adalah ormas legal yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM sejak tahun 2020 dengan nomor pengesahan AHU-0011634.AH.01.07.Tahun 2020.

Organisasi ini mengusung misi untuk menjaga kedaulatan NKRI serta menjadi wadah kontrol sosial bagi masyarakat Madura.

Beberapa pilar utama pendirian MADAS meliputi:

  • Menjadi pusat komunikasi sosial dan politik warga Madura.
  • Memperkuat tali persaudaraan dan martabat suku di perantauan.
  • Menciptakan masyarakat Madura yang berpendidikan dan berakhlakul karimah.

Kisruh Dualisme MADAS

MADAS didirikan oleh tokoh sentral (Alm) H. Berlian Ismail Marzuki, yang menjabat sebagai Ketua Umum pertama. Di bawah kepemimpinannya, ia sering menekankan bahwa ormas ini harus memberikan dampak sosial yang positif dan menjauhi praktik intimidasi.

Namun, pasca-wafatnya pendiri, organisasi ini memasuki babak baru.

Saat ini, muncul fenomena dualisme kepemimpinan di tubuh MADAS yang membuat publik bingung:

Kubu Jusuf Rizal: HM. Jusuf Rizal, yang juga dikenal sebagai Presiden LSM LIRA, memimpin MADAS untuk periode 2024–2029 dengan pengembangan nama menjadi MADAS Nusantara.

Kubu H. Toha (MADAS Daerah Anak Serumpun): Di sisi lain, muncul klaim dari kepengurusan DPD MADAS Jawa Timur yang menyatakan bahwa MADAS yang sah adalah Madura Asli Daerah Anak Serumpun di bawah kepemimpinan H. Toha.

Sekretaris DPD MADAS Jatim, I Gede Ardika, menegaskan bahwa kubunya telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) atas nama tersebut untuk membedakan diri dari pihak lain.

Adanya dua kubu yang menggunakan nama serupa ini semakin memperkeruh situasi, terutama saat ada anggota yang terlibat masalah hukum di lapangan.

Masyarakat dihimbau untuk jeli dalam melihat legalitas entitas ormas agar tidak terjadi generalisasi terhadap suku tertentu.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Carlos Perreira Puji Kebangkitan Laskar Sape Kerrab di Kanjuruhan

Carlos Perreira Puji Kebangkitan Laskar Sape Kerrab di Kanjuruhan

Bola | Rabu, 24 Desember 2025 | 07:35 WIB

Evaluasi Total Arema FC Setelah Puasa Kemenangan 4 Laga Beruntun

Evaluasi Total Arema FC Setelah Puasa Kemenangan 4 Laga Beruntun

Bola | Rabu, 24 Desember 2025 | 07:13 WIB

Polda Jatim Ungkap Penyelundupan Bawang Bombay Berkedok Cangkang Sawit

Polda Jatim Ungkap Penyelundupan Bawang Bombay Berkedok Cangkang Sawit

Foto | Selasa, 23 Desember 2025 | 18:09 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×