Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto

M Nurhadi Suara.Com
Minggu, 08 Februari 2026 | 13:04 WIB
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
Ilustrasi bitcoin (Photo by Traxer on Unsplash)
Baca 10 detik
  • Pasar kripto terguncang sejak Februari 2026; Bitcoin sempat menyentuh level US$60.000 akibat likuidasi besar.
  • Penurunan tajam ini dipicu likuidasi leverage dan aksi institusi, diperkuat sentimen pasar global risk-off.
  • Jebolnya support krusial teknikal memicu stop-loss beruntun, menyebabkan pelemahan meluas pada aset lain.

Suara.com - Pasar kripto terguncang sejak awal Februari 2026. Pada perdagangan Jumat (6/2/2026), harga Bitcoin (BTC) mencatatkan penurunan tajam hingga menyentuh level psikologis US$60.000.

Saat ini, harga Bitcoin hari ini berada di angka USD 69.209, melemah tajam secara akumulatif dalam sepekan.

Dalam kurun waktu sepekan terakhir, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini telah kehilangan nilainya hampir 30 persen, dipicu oleh gelombang likuidasi posisi leverage dan aksi lepas aset oleh investor institusi.

Data pasar menunjukkan bahwa total likuidasi dalam 24 jam terakhir menembus angka US$1,8 miliar. Mayoritas berasal dari penutupan paksa posisi long yang melibatkan lebih dari 500 ribu trader.

Salah satu transaksi tunggal yang paling menyita perhatian adalah likuidasi posisi Bitcoin senilai lebih dari US$12 juta di bursa global.

Wakil Presiden INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa kejatuhan ini merupakan reaksi berantai yang sangat cepat.

"Terjadinya tekanan jual secara simultan menyebabkan pasar bergerak liar karena banyak posisi terbuka yang terpaksa ditutup dalam waktu bersamaan," ungkap Antony.

Sentimen negatif ini semakin diperkuat oleh aktivitas di pasar exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot. IBIT, produk ETF milik BlackRock, mencatatkan volume transaksi harian tertinggi melampaui US$10 miliar.

Namun, lonjakan volume ini diiringi dengan penarikan dana besar-besaran, yang mengindikasikan bahwa investor institusional mulai mengurangi kepemilikan mereka secara masif.

Baca Juga: Transparansi Jadi Tameng Investor Kripto di Tengah Gejolak Pasar

Analisis Teknikal: Support Kunci Terlewati

Dari sudut pandang teknikal, Antony menilai struktur harga Bitcoin saat ini dalam kondisi rapuh.

"Bitcoin telah gagal mempertahankan area support krusial di rentang US$65.000 hingga US$62.000. Jebolnya level tersebut memicu efek domino berupa aktivasi stop-loss beruntun yang membawa harga langsung menuju area US$60.000," jelasnya.

Pelemahan ini tidak hanya menimpa Bitcoin, melainkan meluas ke aset lainnya:

Ethereum (ETH): Merosot hingga di bawah level US$1.800.

Solana (SOL): Terperosok ke bawah US$70, level terendah sejak akhir 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI