Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Moodys Geser Outlook ke Negatif, OJK: Perbankan Nasional Tetap Kokoh!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:09 WIB
Moodys Geser Outlook ke Negatif, OJK: Perbankan Nasional Tetap Kokoh!
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. [Suara.com/Rina Anggraeni]
  • OJK pastikan perbankan nasional tetap stabil meski outlook Moody’s berubah jadi negatif.
  • Fundamental 5 bank besar (Mandiri, BRI, BNI, BCA, BTN) dinilai tetap sehat dan kokoh.
  • KSSK akan perkuat komunikasi data dan kebijakan ekonomi kepada lembaga rating internasional.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas industri perbankan nasional tetap terjaga meski lembaga pemeringkat internasional, Moody’s, baru saja merevisi outlook sovereign credit rating Indonesia menjadi negatif.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPB) OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan optimisme bahwa perubahan status tersebut tidak akan membawa dampak sistemik bagi perbankan di tanah air. Menurutnya, revisi tersebut merupakan konsekuensi logis dari penurunan outlook secara menyeluruh.

"Saya optimistis tidak akan ada dampak yang signifikan. Tentu saja, sebagaimana yang disampaikan Moody’s, ini adalah konsekuensi penurunan outlook secara menyeluruh," ujar Dian dikutip Antara, Selasa (10/2/2026).

Dian menekankan bahwa kondisi fundamental perbankan Indonesia, termasuk lima bank besar yang masuk dalam daftar revisi Moody’s, masih berada dalam koridor yang sehat. Ia menilai perubahan ini bukan disebabkan oleh masalah struktural di dalam sistem perbankan itu sendiri.

Meskipun demikian, OJK tetap memprioritaskan pengawasan ketat terhadap setiap individu bank. "Bagi saya sebagai KEPB, sekarang pengawasan individual bank itu lebih penting. Satu bank bermasalah saja itu sudah menjadi 'pikiran'," tegasnya.

Lebih lanjut, Dian menyebut bahwa catatan dari Moody's ini merupakan tanggung jawab bersama para pemangku kepentingan di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Ke depan, pihaknya akan memperkuat komunikasi dengan lembaga pemeringkat internasional terkait arah kebijakan ekonomi nasional.

"Apapun yang terkait dengan rules regulation, data informasi, hingga arah kebijakan kita, tentu akan kita siapkan untuk didiskusikan lebih lanjut dengan mereka," tambah Dian.

Sebagai informasi, pada Kamis (5/2), Moody’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, namun mengubah outlook dari stabil menjadi negatif. Langkah ini diikuti dengan revisi outlook terhadap lima bank raksasa: Mandiri, BRI, BNI, BCA, dan BTN.

Meski outlook berubah, Moody's tetap mempertahankan peringkat utama kelima bank tersebut, seperti issuer ratings dan deposit ratings. Hal ini didukung oleh kinerja intermediasi perbankan 2025 yang tumbuh positif 9,63% (yoy) menjadi Rp8.586 triliun, dengan DPK melesat 13,83% (yoy) ke angka Rp10.059 triliun.

Likuiditas industri perbankan juga tetap memadai, dengan rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 126,15 persen dan 28,57 persen, masih di atas threshold. Liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 200,97 persen.

Sementara kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,05 persen dan NPL net sebesar 0,79 persen. Loan at Risk (LaR) juga menunjukkan tren penurunan menjadi sebesar 8,77 persen.

Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,53 persen. Permodalan (CAR) sebesar 25,89 persen, menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jawab Moodys, Purbaya Siap Koreksi Anggaran MBG Jika Ada Pemborosan

Jawab Moodys, Purbaya Siap Koreksi Anggaran MBG Jika Ada Pemborosan

Video | Selasa, 10 Februari 2026 | 13:46 WIB

Bank Cirebon Bangkrut: Izin Dicabut, Pemkot Respon Sikap OJK dan LPS

Bank Cirebon Bangkrut: Izin Dicabut, Pemkot Respon Sikap OJK dan LPS

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 12:53 WIB

Pembiayaan Flexi Mitra Mabrur Bank Mega Syariah Melonjak 180 Persen

Pembiayaan Flexi Mitra Mabrur Bank Mega Syariah Melonjak 180 Persen

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB