8 Tips Kelola Reksadana saat Pasar Turun agar Investasi Tetap Cuan

Agung Pratnyawan

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:38 WIB
8 Tips Kelola Reksadana saat Pasar Turun agar Investasi Tetap Cuan
Ilustrasi investasi. (pixabay)

Suara.com - Kondisi pasar investasi di Indonesia (dan mungkin seluruh dunia) saat ini terkadang membuat khawatir. Inilah yang bisa Anda lakukan jika Reksadana turun.

Tak dapat dipungkiri, ketika pasar sedang turun, banyak investor menjadi cemas dan tergoda untuk menjual investasi mereka untuk menghindari kerugian lebih lanjut.

Namun, keputusan seperti ini sering kali kontraproduktif, terutama bagi investor jangka panjang.

Menjual saat pasar sedang lemah dapat mengunci kerugian dan membuat Anda kehilangan potensi pemulihan pasar di masa depan.

Sebaliknya, penurunan pasar juga bisa menjadi peluang untuk membeli lebih banyak reksa dana dengan harga lebih rendah.

Strategi ini, dikenal sebagai averaging down, memungkinkan investor untuk menurunkan biaya rata-rata investasi mereka dan berpotensi meningkatkan keuntungan ketika pasar pulih.

Mengapa Tidak Boleh Gegabah Menjual Reksadana saat pasar Turun?

Sebab hal terpenting dalam investasi adalah tetap fokus pada tujuan investasi jangka panjang Anda, alih-alih bereaksi terhadap fluktuasi pasar jangka pendek.

Mempertahankan disiplin dan strategi yang telah direncanakan membantu menghindari keputusan emosional yang dapat merugikan portofolio Anda.

baca juga

Selain itu, diversifikasi portofolio dan memahami profil risiko Anda sendiri adalah kunci untuk menghadapi volatilitas pasar.

Investor yang memiliki portofolio terdiversifikasi dan berpegang pada rencana investasi mereka cenderung lebih mampu bertahan selama periode pasar turun.

Singkatnya, alih-alih panik dan menjual, investor sebaiknya mengevaluasi tujuan keuangan mereka, menjaga ketenangan, dan memanfaatkan penurunan pasar sebagai kesempatan untuk membeli aset berkualitas dengan harga lebih rendah.

ilustrasi reksadana.(Pexels.com/Alexandr Podvalny)
ilustrasi reksadana.(Pexels.com/Alexandr Podvalny)

Skenario Kapan Anda Harus Mempertimbangkan Menjual Reksa Dana

1. Perubahan mendasar

Jika skema reksa dana mengalami perubahan signifikan, misalnya tujuan, jenis aset, atau tingkat risikonya, pertimbangkan untuk meninjau ulang investasi Anda.

Contohnya, reksa dana hibrida yang mulai fokus lebih banyak pada saham daripada toleransi risiko Anda.

2. Perubahan manajer dana

Manajer dana baru bisa memiliki gaya investasi berbeda yang mungkin tidak sesuai dengan tujuan Anda. Perhatikan kinerja dana setelah pergantian manajer, dan evaluasi apakah masih nyaman untuk berinvestasi.

3. Kinerja dana yang buruk secara konsisten

Kinerja jangka pendek mungkin tidak masalah, tetapi jika dana terus-menerus kalah dibanding tolok ukur atau reksa dana sejenis selama beberapa tahun, ini bisa menjadi alasan untuk menjual.

4. Penyeimbangan ulang portofolio

Jika aset tertentu tumbuh lebih cepat dan membuat portofolio tidak seimbang, menjual sebagian reksa dana dan mengalokasikan kembali ke instrumen lebih stabil dapat menjaga risiko tetap sesuai strategi investasi.

5. Pencapaian tujuan keuangan

Jika tujuan investasi tercapai, misalnya menabung untuk rumah, pernikahan, atau pendidikan anak, masuk akal untuk menjual reksa dana.

Anda juga bisa beralih ke dana berisiko lebih rendah saat mendekati tujuan.

6. Keadaan darurat

Kebutuhan mendesak seperti biaya medis, kehilangan pekerjaan, atau krisis finansial dapat memaksa Anda menjual reksa dana. Usahakan menjual yang paling sedikit berdampak pada tujuan jangka panjang.

7. Kondisi pasar

Perubahan ekonomi atau sektor tertentu bisa mempengaruhi nilai reksa dana. Jangan bereaksi emosional terhadap fluktuasi jangka pendek, tetapi buat keputusan berdasarkan tren jangka panjang dan riset.

8. Perubahan preferensi investasi

Seiring waktu, toleransi risiko atau strategi investasi Anda bisa berubah, misalnya menjadi lebih konservatif menjelang pensiun. Jika reksa dana tidak lagi sesuai, menjual bisa menjadi langkah bijak.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat reksadana sedang turun. Namun perlu diketahui, belakangan ini kondisi pasar memang sedang bergejolak.

Kontributor : Damai Lestari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ide Bisnis Tanpa Modal untuk Mahasiswa, Mengasah Skill Sambil Menambah Penghasilan

Ide Bisnis Tanpa Modal untuk Mahasiswa, Mengasah Skill Sambil Menambah Penghasilan

Bisnis | Sabtu, 29 November 2025 | 15:12 WIB

Modal 5 Juta Bisa Usaha Apa? Ini 7 Ide Bisnis yang Cocok untuk Pemula

Modal 5 Juta Bisa Usaha Apa? Ini 7 Ide Bisnis yang Cocok untuk Pemula

Bisnis | Senin, 04 Agustus 2025 | 12:03 WIB

8 Ide Bisnis Bertema Kemerdekaan: Dijamin Cuan Jelang Momen 17 Agustusan

8 Ide Bisnis Bertema Kemerdekaan: Dijamin Cuan Jelang Momen 17 Agustusan

Lifestyle | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 20:50 WIB

Terkini

Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar

Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR

Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Lain dengan Bukti Chat WA, Ketua Yayasan Little Aresha Ngotot Tak Pernah Suruh Anak-anak Diikat

Lain dengan Bukti Chat WA, Ketua Yayasan Little Aresha Ngotot Tak Pernah Suruh Anak-anak Diikat

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Hair Dryer Panasonic: Panduan Memilih Pengering Rambut

Hair Dryer Panasonic: Panduan Memilih Pengering Rambut

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Ijazah Dilarang Ditahan! Ini Hak-hak Pekerja dalam UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Ijazah Dilarang Ditahan! Ini Hak-hak Pekerja dalam UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Bank Dunia Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Bank Dunia Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Kapolri Temui Buruh di Depan DPR, Minta Aksi Tertib Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan

Kapolri Temui Buruh di Depan DPR, Minta Aksi Tertib Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pramono: DPRD DKI Bukan Minta Tambah Kursi, Tapi Kembalikan Seperti Pemilu 2024

Pramono: DPRD DKI Bukan Minta Tambah Kursi, Tapi Kembalikan Seperti Pemilu 2024

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Anak 7 Tahun Meninggal Diduga Usai Alami Kekerasan di Sekolah, Menteri PPPA Buka Suara

Anak 7 Tahun Meninggal Diduga Usai Alami Kekerasan di Sekolah, Menteri PPPA Buka Suara

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Justin Hubner: Keluarga Saya Dapat Ancaman Pembunuhan

Justin Hubner: Keluarga Saya Dapat Ancaman Pembunuhan

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:31 WIB

×