Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Prabowo Patok Target Tinggi, RoA Danantara Wajib Tembus 7 Persen

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:32 WIB
Prabowo Patok Target Tinggi, RoA Danantara Wajib Tembus 7 Persen
CEO Danantara Rosan Roeslani dan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menuntut tingkat imbal hasil aset atau return on asset (RoA) lembaga pengelola investasi tersebut mencapai angka 7 persen. Foto Instagram Pribadi Rosan Roeslani.
  • Prabowo targetkan RoA Danantara 7% setelah sukses efisiensi 4 kali lipat dari 2024.
  • Danantara pangkas potensi kerugian anak usaha BUMN yang mencapai Rp50 triliun per tahun.
  • Strategi utama fokus pada merger, restrukturisasi utang Karya, dan penutupan entitas non-inti.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan tantangan besar bagi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Tak tanggung-tanggung, Kepala Negara menuntut tingkat imbal hasil aset atau return on asset (RoA) lembaga pengelola investasi tersebut mencapai angka 7 persen.

Permintaan ini disampaikan Presiden Prabowo dalam gelaran Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Meski Danantara baru efektif berjalan sekitar lima bulan, Prabowo memberikan apresiasi tinggi atas langkah reformasi yang telah dilakukan.

“Ini luar biasa, tapi harus dikejar. Saya menuntut return on asset 7 persen lah,” tegas Prabowo di hadapan para pelaku ekonomi.

Prabowo menilai kinerja awal Danantara menunjukkan tren positif. Lembaga ini dianggap berhasil melakukan efisiensi dengan capaian empat kali lipat dibandingkan tahun 2024. Menanggapi target tersebut, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyatakan kesiapannya untuk memenuhi ekspektasi Presiden.

Sebelumnya, Danantara telah bergerak cepat melakukan konsolidasi guna menekan potensi kerugian di lingkungan anak usaha BUMN yang ditaksir mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa inefisiensi berasal dari kerugian langsung dan tidak langsung akibat struktur usaha yang berlapis (layering transaction).

“Kerugian langsung anak usaha BUMN sekitar Rp20 triliun per tahun. Sementara kerugian tidak langsung bisa menambah sekitar Rp30 triliun. Dampak keseluruhan diperkirakan berada di kisaran Rp30 triliun hingga Rp50 triliun,” jelas Dony.

Untuk menutup lubang tersebut, Danantara menjalankan langkah-langkah strategis dengan melakukan konsolidasi anak usaha BUMN yang tumpang tindih, melakukan penyelesaian proyek krusial, mulai dari sektor gula, Krakatau Steel, hingga restrukturisasi maskapai Garuda Indonesia dan Citilink dan melakukan penyesuaian nilai aset (impairment), pengurangan entitas non-inti (non-core), serta penurunan beban utang secara bertahap.

Tahun ini, fokus Danantara akan diarahkan pada penurunan utang BUMN Karya lebih lanjut guna memastikan struktur keuangan negara semakin sehat dan kompetitif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ngaku Tahu Dalang yang Jelek-jelekan Indonesia: We Are Not Stupid

Prabowo Ngaku Tahu Dalang yang Jelek-jelekan Indonesia: We Are Not Stupid

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:11 WIB

Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun

Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:05 WIB

HUT ke-58 Fraksi Golkar, Bahlil Kumpulkan Para Mantan Ketum di Senayan Termasuk Setnov

HUT ke-58 Fraksi Golkar, Bahlil Kumpulkan Para Mantan Ketum di Senayan Termasuk Setnov

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB