Kulit Orang Indonesia Rentan Hiperpigmentasi, Ini Pentingnya Perawatan Wajah yang Lebih Personal

Dinda Rachmawati

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:33 WIB
Kulit Orang Indonesia Rentan Hiperpigmentasi, Ini Pentingnya Perawatan Wajah yang Lebih Personal
Kulit Orang Indonesia Rentan Hiperpigmentasi, Ini Pentingnya Perawatan yang Personal (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • OORA Skinlabs mencatat masalah pigmentasi sebesar 24 persen berdasarkan konsultasi kepada konsumen sejak Mei 2026.
  • Dokter Arlha Aporia Debinta menyatakan bahwa kulit tipe III–V rentan mengalami hiperpigmentasi pasca inflamasi akibat melanin tinggi.
  • OORA Skinlabs menerapkan konsultasi Glow Profile untuk mempersonalisasi perawatan estetika sesuai kondisi kulit pasien di Indonesia.

Suara.com - Pigmentasi menjadi salah satu masalah kulit yang cukup sering dikeluhkan, terutama ketika warna kulit terlihat tidak merata, muncul noda gelap, atau bekas jerawat yang sulit memudar.

Berdasarkan konsultasi Glow Profile yang dilakukan OORA Skinlabs terhadap lebih dari 1.000 konsumen sejak beroperasi pada Mei 2026, pigmentasi menjadi salah satu concern terbanyak dengan porsi 24 persen, berada di bawah lingkar mata gelap yang mencapai 25 persen.

Namun, mengatasi pigmentasi tidak selalu berarti semakin tinggi intensitas treatment, semakin cepat pula hasil yang didapat. Kondisi kulit setiap orang berbeda, termasuk responsnya terhadap paparan sinar matahari, energi laser maupun prosedur estetika lainnya.

Hal ini menjadi perhatian terutama pada kulit dengan Fitzpatrick Skin Types III–V yang banyak ditemukan pada pasien di Indonesia. Fitzpatrick Skin Type merupakan sistem yang digunakan untuk menggambarkan respons kulit terhadap paparan sinar ultraviolet. 

Pada tipe III–V, kulit cenderung memiliki kadar melanin lebih tinggi dan lebih mudah menggelap setelah terpapar matahari. Melanin memang memiliki fungsi melindungi kulit dari sinar ultraviolet. 

Namun, dalam prosedur berbasis laser atau energi, kadar melanin juga perlu diperhitungkan karena kulit dapat lebih rentan mengalami post-inflammatory hyperpigmentation (PIH), yaitu kondisi ketika kulit menjadi lebih gelap setelah mengalami inflamasi, iritasi, luka, atau tindakan tertentu.

“Fitzpatrick Skin Type bukan klasifikasi mengenai warna kulit yang lebih baik atau lebih buruk. Sistem ini membantu dokter memperkirakan respons kulit dan menentukan pendekatan treatment yang lebih aman,” ujar dr. Arlha Aporia Debinta, Sp.DVE, Dermatologist OORA Skinlabs.

Menurut Arlha, dua orang dengan masalah pigmentasi yang sama belum tentu membutuhkan treatment dengan parameter yang sama. Pengaturan laser, jumlah sesi, kombinasi treatment, hingga aftercare dapat disesuaikan berdasarkan kondisi kulit masing-masing.

“Pada kulit yang lebih rentan mengalami PIH, dokter perlu menggunakan pendekatan yang lebih konservatif,” jelasnya.

baca juga

Pendekatan konservatif bukan berarti hasil treatment menjadi kurang optimal. Justru, tahapan yang lebih terukur dapat membantu mendapatkan hasil secara bertahap sekaligus mengurangi risiko iritasi, pigmentasi, dan masa pemulihan yang tidak diperlukan.

Konsep personalisasi inilah yang kemudian menjadi bagian penting dalam penerapan perawatan berstandar Korea di Indonesia. OORA Skinlabs mengembangkan konsultasi Glow Profile yang menilai 13 faktor kulit, mulai dari pigmentasi, kelembapan, kerutan, skin barrier, jerawat, pori-pori, sebum, kemerahan hingga suhu kulit. 

Hasilnya kemudian dipadukan dengan analisis bentuk wajah, riwayat treatment, serta tujuan personal pasien. Menariknya, hasil konsultasi juga dapat mengubah treatment yang sebelumnya diinginkan konsumen. 

Tidak sedikit orang datang dengan membawa nama treatment yang sedang populer di media sosial, tetapi setelah diperiksa, prosedur tersebut belum tentu menjadi pilihan yang paling sesuai.

“Banyak konsumen sudah mengetahui nama treatment yang mereka inginkan, tetapi belum tentu mengetahui apakah kulitnya siap menerima treatment tersebut,” kata Tina Yura Hsu, Founder dan CEO OORA Skinlabs.

Bagi Tina, standar Korea bukan sekadar membawa teknologi atau treatment dari Korea lalu menerapkannya dengan cara yang sama kepada semua orang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Cara Mengatasi Kulit Wajah Memerah dan Terbakar Matahari

10 Cara Mengatasi Kulit Wajah Memerah dan Terbakar Matahari

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:40 WIB

3 Rekomendasi Bedak Marcks untuk Perawatan Kulit Sensitif dan Jerawat

3 Rekomendasi Bedak Marcks untuk Perawatan Kulit Sensitif dan Jerawat

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:05 WIB

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Terkini

Kawal Jakmania ke GBK, 934 Petugas Disiagakan di 47 Titik Pengamanan Kota Bekasi

Kawal Jakmania ke GBK, 934 Petugas Disiagakan di 47 Titik Pengamanan Kota Bekasi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:30 WIB

Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal

Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:30 WIB

Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung

Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung

Lampung | Sabtu, 12 September 2026 | 15:29 WIB

Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik

Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik

Bogor | Sabtu, 12 September 2026 | 15:29 WIB

Capricorn Wajib Tahu! Ini 6 Ide Bisnis Paling Cuan yang Cocok dengan Karakter Pekerja Kerasmu

Capricorn Wajib Tahu! Ini 6 Ide Bisnis Paling Cuan yang Cocok dengan Karakter Pekerja Kerasmu

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 15:25 WIB

Unabomber Tayang 25 September di Netflix, Bawa Kisah Kelam Ted Kaczynski

Unabomber Tayang 25 September di Netflix, Bawa Kisah Kelam Ted Kaczynski

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:22 WIB

Behind Every Star: Sisi Gelap Ambisi di Balik Gemerlap Industri Hiburan

Behind Every Star: Sisi Gelap Ambisi di Balik Gemerlap Industri Hiburan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:20 WIB

Pemerintah Rajin Membuat Program, Apakah Hidup Rakyat Makin Membaik?

Pemerintah Rajin Membuat Program, Apakah Hidup Rakyat Makin Membaik?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:15 WIB

Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu

Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 15:14 WIB

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 15:13 WIB

×