Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

BI: Ekonomi Syariah Jadi Pilar Strategis Hadapi Ketidakpastian Global

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 16 Februari 2026 | 12:01 WIB
BI: Ekonomi Syariah Jadi Pilar Strategis Hadapi Ketidakpastian Global
Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) sebagai pilar strategis dalam transformasi ekonomi nasional. Foto ist.
  • BI luncurkan Blueprint Eksyar 2030 sebagai pilar transformasi ekonomi nasional.
  • Kontribusi Halal Value Chain terhadap PDB 2025 naik jadi 27%.
  • Aset perbankan syariah cetak rekor tertinggi tembus Rp1.067,73 triliun.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) sebagai pilar strategis dalam transformasi ekonomi nasional. Langkah ini diambil guna memperkuat ketahanan jangka panjang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika global.

Melalui Blueprint Eksyar 2030, Bank Indonesia mengarahkan kebijakan untuk mempercepat integrasi Halal Value Chain (HVC) dengan sistem pembiayaan syariah yang lebih inovatif dan produktif.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengungkapkan, sektor eksyar terbukti memiliki daya tahan yang solid. Saat ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen (yoy) pada 2025, sektor HVC justru melonjak lebih tinggi sebesar 6,2 persen (yoy).

"Capaian ini menunjukkan daya tahan dan kontribusi nyata sektor syariah terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Destry dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Kinerja apik ini ditopang oleh sektor makanan-minuman halal, pariwisata ramah muslim, hingga modest fashion. Alhasil, kontribusi HVC terhadap PDB nasional meningkat signifikan dari 25,45 persen pada 2024 menjadi 27 persen pada 2025.

Di sisi perbankan, pembiayaan syariah tumbuh 9,66 persen (yoy) pada akhir 2025. Pertumbuhan ini disokong oleh instrumen Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Syariah yang mencapai Rp35 triliun. Tak hanya itu, program Bulan Pembiayaan Syariah mencatat realisasi Rp939 miliar, jauh melampaui target awal sebesar Rp589 miliar.

Senada dengan BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat sejarah baru. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut aset perbankan syariah berhasil menembus angka tertinggi sepanjang masa (all time high).

"Total aset mencapai Rp1.067,73 triliun atau tumbuh 8,92 persen (yoy). Sisi pembiayaan juga menunjukkan kinerja baik mencapai Rp705,22 triliun, sementara DPK tumbuh 10,14 persen menjadi Rp892,99 triliun," jelas Dian.

Meski optimis tren positif akan berlanjut di tahun 2026, OJK tetap mengingatkan pentingnya mewaspadai risiko geopolitik. "Momentum ini menjadi modal penting untuk membangun industri perbankan syariah yang semakin resilient dan sustain," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gibran Janji Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional

Gibran Janji Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 11:32 WIB

BI Siapkan Rp 185,6 Triliun, Begini Cara Tukar Uang Lebaran

BI Siapkan Rp 185,6 Triliun, Begini Cara Tukar Uang Lebaran

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 09:49 WIB

Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI

Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:05 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB