Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Emas Antam Tiba-tiba Mahal Lagi, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram

Achmad Fauzi

Rabu, 01 April 2026 | 09:57 WIB
Emas Antam Tiba-tiba Mahal Lagi, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram
Emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta, Selasa (3/3).
baca 10 detik
  • Harga emas Antam per 1 April 2026 mencapai Rp 2.902.000 per gram setelah mengalami kenaikan sebesar Rp 75.000.
  • Harga pembelian kembali emas Antam melonjak menjadi Rp 2.587.000 per gram dengan tambahan pajak penghasilan sesuai ketentuan.
  • Lonjakan harga emas dunia dipicu oleh dinamika geopolitik global serta penyesuaian pasar terhadap inflasi dan suku bunga.

"Periode setelah perang Ukraina mengubah hubungan ini secara drastis, khususnya pada tahun 2025 dan awal 2026 ketika harga emas naik sangat tajam, jauh melebihi pergerakan yang disarankan oleh hubungan historis tersebut."

Namun, menurutnya, pasca konflik Iran, emas kembali ke pola tradisionalnya.

"Imbal hasil obligasi dan dolar AS sama-sama meningkat, dan di tengah kondisi ini, emas menunjukkan sensitivitas terbalik tradisionalnya terhadap metrik-metrik tersebut, sehingga mengalami penurunan,” katanya.

"Penurunan harga emas mungkin juga diperparah oleh kuatnya harga emas menjelang tahun 2026 dan kemungkinan keinginan para investor untuk melikuidasi posisi yang menguntungkan."

Sementara itu, Kepala Investasi Netwealth, Iain Barnes, menilai volatilitas emas kini meningkat tajam dibandingkan level historisnya.

"Bank sentral internasional yang berupaya mendiversifikasi cadangan mereka dari dolar AS mungkin telah memulai pasar bullish emas dalam beberapa tahun terakhir, tetapi pada akhirnya pasar kehabisan pembeli keuangan baru dan malah menyaksikan aksi ambil untung yang meluas karena ketidakpastian yang lebih luas melanda pasar dan dolar pulih," katanya.

Ia juga menyoroti adanya kemiripan dengan kondisi pasar pada 2008, di mana posisi investor yang terlalu besar pada komoditas memperparah pergerakan harga saat sentimen berubah.

"Ketika krisis keuangan global meluas, selera risiko global runtuh dan emas terpukul bersama komoditas yang lebih produktif seperti minyak dan tembaga seiring dengan melonjaknya dolar. Tahun ini, pasar kembali menemukan di mana investor paling terpapar: posisi berlebihan pada emas karena dianggap sebagai aset safe haven terakhir yang tersisa," tambahnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Hari Ini Naik! Update Segera di Pegadaian

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Hari Ini Naik! Update Segera di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 08:11 WIB

Harga Emas Antam Lebih Murah Hari Ini, Dibanderol Rp 2,82 Juta/Gram

Harga Emas Antam Lebih Murah Hari Ini, Dibanderol Rp 2,82 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:34 WIB

Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!

Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×