Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Achmad Fauzi

Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
Salah satu beban APBN untuk subsidi energi yaitu LPG 3 kg. [PT Pertamina Patra Niaga]
baca 10 detik
  • Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah memicu peningkatan beban subsidi energi dalam APBN Indonesia.
  • Pemerintah mengalokasikan dana subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun dalam RAPBN 2026 demi menjaga stabilitas harga BBM dan LPG.
  • Ekonom menyarankan pemerintah mengalihkan subsidi fosil ke program elektrifikasi untuk memperkuat ketahanan energi serta mencapai target swasembada nasional.

Suara.com - Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari sektor energi terus membengkak seiring lonjakan harga minyak dunia dan ketidakpastian geopolitik global.

Pemerintah pun didorong untuk mulai menggeser kebijakan subsidi energi berbasis fosil ke arah elektrifikasi.

Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, menilai konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, berpotensi memperparah tekanan terhadap subsidi energi Indonesia.

"Perang di kawasan Teluk berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia. Gangguan pada jalur tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap pasokan energi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak dan gas," ujarnya seperti dikutip, Rabu (1/4/2026).

Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (22/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (22/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Lonjakan harga energi global disebut akan berdampak langsung pada kenaikan subsidi, terutama untuk BBM dan LPG yang masih bergantung pada impor. Data menunjukkan tren peningkatan signifikan subsidi energi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2021, subsidi energi tercatat Rp131,5 triliun, naik dari Rp95,7 triliun pada 2020. Angka ini terus meningkat menjadi Rp157,6 triliun pada 2022 dan Rp159,6 triliun pada 2023.

Pada 2024, alokasi subsidi energi bahkan mencapai Rp203,4 triliun, dengan Rp114 triliun di antaranya dialokasikan untuk subsidi BBM dan LPG 3 kilogram.

Kenaikan berlanjut pada 2025, di mana total subsidi dan kompensasi energi dalam APBN mencapai Rp394,3 triliun atau naik 1,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus subsidi BBM dan LPG, anggarannya meningkat menjadi Rp204,3 triliun.

"Dalam RAPBN 2026, pemerintah kembali mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun, termasuk Rp105,4 triliun untuk subsidi BBM dan LPG," imbuh Defiyan.

baca juga

Menurutnya, besarnya alokasi subsidi energi berbasis fosil tersebut perlu dievaluasi, terutama di tengah meningkatnya risiko geopolitik global yang berpotensi mengganggu pasokan dan memicu lonjakan harga minyak.

Ia menilai pemerintah dapat mulai mengalihkan sebagian subsidi tersebut ke program elektrifikasi energi, seperti kompor listrik dan kendaraan listrik, guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Selain itu, kebijakan ini juga dinilai sejalan dengan target swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Defiyan menegaskan, perubahan pola subsidi energi penting dilakukan agar tidak hanya menjadi respons jangka pendek terhadap konflik global, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

"Selain itu, pemerintah perlu melakukan proyek percontohan di beberapa wilayah untuk mempercepat migrasi penggunaan energi dari BBM dan LPG menuju listrik. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting untuk meningkatkan penerimaan terhadap penggunaan energi listrik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Elektrifikasi Bisa Jadi Senjata RI Hadapi Ancaman Kelangkaan Energi Global

Elektrifikasi Bisa Jadi Senjata RI Hadapi Ancaman Kelangkaan Energi Global

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:18 WIB

Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat

Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:38 WIB

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:26 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×