- Transformasi industri maritim diarahkan pada layanan yang semakin terintegrasi, mencakup pengelolaan kapal, kepelabuhanan, shorebase, hingga layanan keagenan.
- PTK mengelola 370 kapal yang mendukung aktivitas logistik dan kebutuhan industri di berbagai wilayah Indonesia.
- Penguatan layanan terus diarahkan pada aspek modernisasi, keselamatan atau HSSE, serta penerapan standar internasional untuk mendukung kedaulatan maritim dan pertumbuhan ekonomi.
Suara.com - Industri maritim Indonesia mulai modern setelah adanya digitalisasi layanan. Terlebih layanan itu saat ini juga terintegrasi, mulai dari pengelolaan kapal hingga kepelabuhanan.
Meski dinilai telah modern, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar semakin andal, aman, dan memenuhi standar internasional.
"Sebagai pelaku sektor logistik dan jasa maritim terpadu, PTK bertekad untuk terus mendukung kedaulatan maritim nasional dan terus meningkatkan layanan yang andal, aman, dan berstandar tinggi bagi seluruh pelanggan," ujar VP Legal & Relation PT Pertamina Trans Kontinental, Amran Reza, di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

PTK juga mendorong transformasi industri maritim Indonesia melalui penguatan layanan jasa maritim terintegrasi, mulai dari pengelolaan kapal hingga kepelabuhanan.
"PTK menilai penguatan layanan menjadi bagian penting untuk mendukung kedaulatan maritim nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi," beber Amran.
PTK saat ini mengelola 370 armada kapal yang beroperasi di seluruh perairan Indonesia. Armada tersebut menjadi bagian dari operasional jasa maritim PTK dalam mendukung aktivitas logistik dan kebutuhan industri di wilayah Nusantara.
Bisnis PTK juga tidak hanya mengandalkan penyediaan kapal penunjang. Perusahaan memiliki empat lini bisnis, yakni penyedia kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, shorebase atau pangkalan logistik di tepi pantai, serta layanan keagenan atau administrasi kebutuhan pelayaran.
Sepanjang 2025, kapal-kapal PTK mencatat fleet commercial days sebesar 358,52 hari. Sementara itu, pencapaian Commission Days mencapai 120.118 hari dan Commercial Days sebesar 119.390 hari.
Amran mengatakan penguatan layanan tersebut akan terus diarahkan pada modernisasi, keselamatan, serta penerapan standar internasional.
"Semangat Hari Kemerdekaan RI turut mendorong para Perwira PTK terus meningkatkan layanannya di bidang jasa maritim, sehingga semakin modern, menjunjung aspek keselamatan (HSSE) dan berstandar internasional," imbuh Amran.