Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 03 April 2026 | 08:01 WIB
Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif
GMFI Raih kinerja positif sepanjang tahun 2025/(Dok GMFI).
  • GMFI mencatat laba Rp 570 miliar dengan pertumbuhan 26,3 persen YoY, serta pendapatan naik 16,8 persen menjadi Rp 8,25 triliun.
  • Struktur permodalan membaik signifikan dengan ekuitas mencapai Rp 1,92 triliun, ditopang aksi inbreng aset Rp 5,6 triliun.
  • Kinerja GMFI menjadi indikator kuat bahwa pemulihan Garuda Indonesia tidak sekadar kosmetik, melainkan menyasar perbaikan fundamental yang berkelanjutan.

Suara.com - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI), anak usaha Garuda Indonesia bisnis bengkel pesawat meraih laba sebesar USD 33,9 juta atau setara Rp 570 miliar di tahun 2025. Raihan ini naik 26,3 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Laba ini disumbang dari kinerja pendapatan perusahaan juga tercatat tumbuh 16,8 persen menjadi USD 491,9 juta atau sekitar Rp8,25 triliun.

Kemudian, emiten bengkel pesawat ini membalikkan posisi ekuitas menjadi positif sebesar USD 114,6 juta atau setara Rp1,92 triliun, seiring dengan peningkatan total aset yang mencapai USD 813 juta atau sekitar Rp13,6 triliun.

Pencapaian ini tidak lepas dari aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang memperkuat aset tetap perusahaan sekaligus memperbaiki struktur permodalan.

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi secara menyeluruh.

Direktur Utama GMF AeroAsia Andi Fahrurrozi saat ditemui tim Suara.com di Hanggar GMF, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Direktur Utama GMF AeroAsia Andi Fahrurrozi saat ditemui tim Suara.com di Hanggar GMF, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Ini merupakan sinyal kembalinya momentum pertumbuhan GMFI serta meningkatnya kepercayaan pasar melalui kinerja yang lebih sehat dan disiplin eksekusi," ujarnya seperti dikutip, Jumat (3/4/2026).

Kinerja GMFI juga ditopang oleh pertumbuhan lini bisnis non-commercial aircraft, khususnya melalui unit bisnis SBU Defense Industry, Industrial Solutions, dan Power Services yang mencatatkan pendapatan sebesar USD 36,7 juta atau Rp615,9 miliar, melonjak 59,9 persen secara tahunan.

Di sisi operasional, GMFI mampu menjaga disiplin turnaround time untuk memastikan serviceability dan reliability armada tetap optimal, meskipun tantangan global supply chain masih membayangi industri aviasi.

Capaian tersebut sekaligus mempertegas bahwa transformasi yang dijalankan Garuda Indonesia Group tidak sekadar kosmetik, melainkan menyasar perbaikan fundamental yang terukur, mulai dari aspek keuangan hingga operasional.

Seiring dengan perbaikan kinerja tersebut, GMFI juga resmi keluar dari daftar Efek Pemantauan Khusus per 31 Maret 2026, menyusul induk usahanya yang lebih dahulu keluar beberapa hari sebelumnya.

Dengan kinerja positif anak usaha Garuda Indonesia, GMFI ini, menjadi sinyal kuat pemulihan kinerja grup secara keseluruhan.

Selain itu, Momentum ini dinilai menjadi titik penting dalam memulihkan kepercayaan pasar terhadap Garuda Indonesia Group, sekaligus memperkuat optimisme bahwa fase pemulihan kinerja kini mulai menunjukkan hasil nyata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

RAAM Catat Rugi Bersih Menyusut dan Siap Ekspansi Bioskop

RAAM Catat Rugi Bersih Menyusut dan Siap Ekspansi Bioskop

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 07:37 WIB

B-LOG Bukukan Kinerja Positif di 2025, Perkuat Arah Pertumbuhan Berkelanjutan

B-LOG Bukukan Kinerja Positif di 2025, Perkuat Arah Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 17:09 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB