Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Krisis Timur Tengah Alihkan Fokus AS, Dominasi Cina di Laut Cina Selatan Kian Mengancam

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 29 April 2026 | 08:12 WIB
Krisis Timur Tengah Alihkan Fokus AS, Dominasi Cina di Laut Cina Selatan Kian Mengancam
Ilustrasi.Dominasi Cina tidak hanya melalui jalur keamanan dengan strategi grey zone—yakni pengerahan milisi maritim yang dibayangi Coast Guard—tetapi juga melalui jalur diplomasi bilateral yang intens. Foto ist.
baca 10 detik
  • Klaim aman Presiden Prabowo bergantung pada soliditas ASEAN hadapi agresi Cina.
  • Cina gunakan strategi grey zone dan diplomasi energi untuk dominasi kawasan.
  • Indonesia harus jadi motor persatuan ASEAN guna tuntaskan COC LCS tahun 2026.

Suara.com - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia sebagai tempat paling aman jika Perang Dunia 3 pecah, menuai respons positif dari berbagai kalangan. Namun, keamanan tersebut dinilai baru akan benar-benar teruji jika Indonesia mampu memimpin ASEAN bersatu menghadapi agresivitas Republik Rakyat Cina (RRC) di kawasan.

Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI), Johanes Herlijanto mengungkapkan, klaim keamanan Indonesia akan semakin valid jika negara-negara Asia Tenggara memiliki kekuatan kolektif. Hal ini menjadi krusial mengingat krisis Timur Tengah sejak awal 2026 telah menyedot perhatian Amerika Serikat, yang membuat Cina seolah kehilangan penyeimbang di Asia Tenggara.

"Dalam dua dasawarsa terakhir, Cina terus bersitegang dengan Vietnam, Indonesia, dan Filipina terkait Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) melalui dalih nine dash-line yang bertentangan dengan UNCLOS," ujar Johanes dalam seminar bertajuk “Keketuaan Filipina dan Diplomasi Cina di ASEAN” di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Seminar yang dipandu Muhammad Farid ini mengungkap bahwa dominasi Cina tidak hanya melalui jalur keamanan dengan strategi grey zone—yakni pengerahan milisi maritim yang dibayangi Coast Guard—tetapi juga melalui jalur diplomasi bilateral yang intens.

Peneliti mitra FSI, Dr. Ratih Kabinawa, menyoroti taktik Beijing yang kerap mendekati negara ketua ASEAN secara bilateral untuk memengaruhi agenda organisasi. Saat ini, Filipina yang memegang keketuaan ASEAN berada dalam posisi dilematis antara krisis energi dan tekanan di Laut Cina Selatan (LCS).

"Beijing bisa memanfaatkan proposal eksplorasi energi bersama sebagai celah. Jika Filipina tergiur, ada risiko mereka gagal mendorong penyelesaian Code of Conduct (COC) di LCS," tegas lulusan Universitas Australia Barat tersebut.

Direktur Kerja Sama Politik Keamanan ASEAN, Ahmad Shaleh Bawazir, menyebut hubungan ASEAN dan Cina diwarnai paradoks: sangat dekat secara ekonomi namun penuh ketidakpercayaan (distrust) di sektor keamanan.

Meski begitu, ia tetap optimis negosiasi COC yang ditargetkan rampung pada 2026 dapat berjalan baik jika ketegangan di lapangan bisa dikelola.

Berseberangan dengan Ahmad, pakar hubungan Indonesia-Cina, Dr. Klaus Heinrich Raditio, justru merasa pesimis COC akan selesai tahun ini. Ia menilai posisi Cina di LCS sudah terlalu kuat, sementara AS kini terjebak dalam dinamika G2.

baca juga

"Tanpa persatuan ASEAN, tak akan ada keberhasilan. Filipina punya posisi hukum yang kuat berdasarkan putusan Mahkamah Internasional 2016, namun Indonesia tetap memegang kunci sebagai pemimpin informal ASEAN untuk mempersatukan kawasan," pungkas Klaus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Laju Whoosh, Terjalin Persahabatan dan Pertumbuhan Ekonomi RI-Tiongkok

Di Balik Laju Whoosh, Terjalin Persahabatan dan Pertumbuhan Ekonomi RI-Tiongkok

Foto | Selasa, 28 April 2026 | 16:30 WIB

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:13 WIB

Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat

Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat

News | Senin, 27 April 2026 | 14:35 WIB

Terkini

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:51 WIB

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

×