Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat

Arif Budi

Senin, 27 April 2026 | 14:35 WIB
Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat
Pakar maritim memperingatkan risiko Selat Malaka jadi arena konflik global. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Analis maritim meminta ASEAN meningkatkan diplomasi untuk mencegah konflik global meluas ke kawasan Selat Malaka yang strategis.
  • Gangguan pelayaran di Selat Hormuz berisiko memicu efek domino terhadap stabilitas logistik dan ekonomi di Selat Malaka.
  • Indonesia, Malaysia, dan Singapura wajib menjaga keamanan jalur tersebut sesuai ketentuan hukum internasional UNCLOS mengenai lintas transit.

Suara.com - Kawasan Asia Tenggara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya konflik global ke jalur strategis seperti Selat Malaka.

Seorang pakar maritim menilai peran ASEAN sangat krusial untuk memastikan kawasan tetap stabil dan tidak menjadi arena persaingan kekuatan besar.

Analis maritim Nazery Khalid menekankan bahwa ASEAN perlu memaksimalkan pengaruh diplomatiknya, termasuk dalam menjalin komunikasi dengan negara besar seperti Amerika Serikat dan China guna meredakan ketegangan yang berpotensi berdampak ke kawasan.

"Sebagai sebuah persatuan yang dibina atas prinsip berkecuali dan tidak memihak, ASEAN perlu menangani kemungkinan ketegangan yang bisa memengaruhi keselamatan regional sejak awal," kata Nazery Khalid dikutip dari hmetro.commy.

Menurutnya negara-negara anggota ASEAN harus bergerak secara kolektif dengan pendekatan tata kelola yang matang agar konflik global tidak berkembang menjadi konfrontasi terbuka di kawasan.

Hal ini penting mengingat dampaknya tidak hanya pada keamanan, tetapi juga perdagangan dan stabilitas ekonomi regional, termasuk Indonesia.

Aktivitas perdagangan di Selat Malaka (Wikimedia Commons/Dronepicr).
Aktivitas perdagangan di Selat Malaka (Wikimedia Commons/Dronepicr).

Ia juga menyoroti potensi dampak lanjutan dari konflik di kawasan Teluk. Jika ketegangan di Selat Hormuz berujung pada gangguan jalur pelayaran, maka efek domino dapat menjalar ke Selat Malaka yang menjadi salah satu jalur perdagangan paling sibuk di dunia.

"Pelabuhan di sepanjang Selat Melaka, khususnya Pelabuhan Klang dan Pelabuhan Singapura yang mempunyai jaringan luas dengan pelabuhan di Teluk, berisiko terpengaruh jika penutupan Selat Hormuz berlanjut," ujar Nazery Khalid.

"Gangguan pada layanan pengiriman antara kedua wilayah dapat menyebabkan kelebihan muatan di pelabuhan dan selanjutnya menciptakan hambatan dalam rantai pasokan."

baca juga

"Situasi ini tidak dapat dihindari mengingat keterkaitan antar pelabuhan dalam lanskap perdagangan maritim global dan sifat terintegrasi dari rantai pasokan global.," jelasnya.

Bagi Indonesia, situasi ini menjadi sangat relevan mengingat posisi Selat Malaka sebagai jalur vital perdagangan nasional dan internasional.

Gangguan pada jalur ini berpotensi memengaruhi arus logistik, harga komoditas, hingga stabilitas ekonomi.

Nazery juga menyoroti keterbatasan ASEAN yang tidak memiliki kekuatan hukum mengikat seperti Uni Eropa.

Artinya, setiap negara anggota tetap memiliki kebebasan dalam menentukan kebijakan nasional, meskipun tetap berpegang pada prinsip kerja sama dan konsensus.

"Negara-negara anggota hanya terikat oleh komitmen untuk mematuhi pengaturan berbasis aturan sesuai dengan hukum internasional, membina hubungan baik di antara mereka sendiri dan secara kolektif mempromosikan hubungan sosial-ekonomi dan keamanan dengan negara-negara asing melalui platform multilateral," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 13:04 WIB

3 Fakta Kemenangan Kiandra Ramadhipa di Red Bull Rookies Cup 2026 Spanyol, Merah Putih Menyala

3 Fakta Kemenangan Kiandra Ramadhipa di Red Bull Rookies Cup 2026 Spanyol, Merah Putih Menyala

Otomotif | Senin, 27 April 2026 | 12:47 WIB

OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI

OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 12:25 WIB

IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi

IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 09:11 WIB

Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya

Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 15:56 WIB

Terkini

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka

Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri

Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory

Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital

Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:56 WIB

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:56 WIB

Amnesty Desak Polisi Cabut Larangan Demo di Bundaran HI: Biarkan Warga Bersuara

Amnesty Desak Polisi Cabut Larangan Demo di Bundaran HI: Biarkan Warga Bersuara

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:55 WIB

×