Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Achmad Fauzi

Senin, 18 Mei 2026 | 07:48 WIB
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
ilustrasi indeks saham Wall Street yang melemah setelah pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping. [Unsplash].
baca 10 detik
  • Wall Street melemah pada 16 Mei 2026 akibat aksi ambil untung investor pada sektor saham teknologi global.
  • Lonjakan imbal hasil obligasi AS dan kenaikan harga minyak dunia menekan kinerja seluruh indeks pasar saham.
  • Pertemuan antara Presiden AS dan China tidak menghasilkan terobosan signifikan sehingga mengecewakan ekspektasi para pelaku pasar.

Suara.com - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 16 Mei 2026 waktu Amerika Serikat. Pelemahan ini setelah investor melakukan aksi ambil untung di saham-saham teknologi di tengah lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan minimnya terobosan dari pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

Mengutip laporan CNBC, semua indeks wall street mengalami kemorosotan, seperti indeks S&P 500 turun 1,24 persen ke level 7.408,50.

Kemudian, Nasdaq Composite anjlok 1,54 persen dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 537,29 poin atau 1,07 persen ke posisi 49.526,17.

Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi yang sebelumnya reli cukup tinggi berkat euforia kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Saham Intel merosot lebih dari 6 persen, sedangkan Advanced Micro Devices turun 5,7 persen.

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].
Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].

Kemudian saham Micron Technology dan Nvidia masing-masing terkoreksi 6,6 persen dan 4,4 persen. Adapun saham Cerebras Systems jatuh 10 persen setelah sehari sebelumnya melonjak 68 persen saat debut di Nasdaq.

“Grup ini telah menyaksikan pergerakan yang sangat tidak berkelanjutan dalam beberapa minggu terakhir dan tetap rentan terhadap aksi ambil untung terlepas dari berita utama,” kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge seperti dikutip CNBC, Senin (18/5/2026).

Di tengah pelemahan sektor teknologi, saham Microsoft justru menjadi pengecualian. Saham Microsoft naik 3 persen setelah investor miliarder Bill Ackman mengungkapkan bahwa Pershing Square telah membangun posisi investasi di perusahaan tersebut.

Selain aksi profit taking, pasar saham juga tertekan oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun bahkan sempat menembus 5,1 persen setelah serangkaian data ekonomi menunjukkan inflasi kembali meningkat.

Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 4,2 persen menjadi 105,42 dolar AS per barel, sedangkan minyak Brent menguat 3,35 persen ke level 109,26 dolar AS per barel.

baca juga

Kenaikan harga minyak terjadi setelah Trump menyatakan kepada Fox News bahwa dirinya tidak akan lebih sabar lagi terhadap Iran dan menegaskan bahwa negara tersebut harus membuat kesepakatan.

Investor juga kecewa dengan hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping karena tidak menghasilkan kesepakatan besar baru. Salah satu yang menjadi sorotan ialah kesepakatan pembelian pesawat Boeing oleh China yang dinilai di bawah ekspektasi pasar.

Saham Boeing kembali melemah 3,8 persen pada perdagangan Jumat setelah sehari sebelumnya juga ambles hampir 5 persen. Investor menilai jumlah pembelian 200 jet Boeing oleh China tidak jauh berbeda dari proyeksi sebelumnya.

Meski demikian, secara jangka panjang sentimen pasar disebut masih cukup optimistis, terutama terhadap sektor AI. Namun sejumlah analis mulai mengkhawatirkan reli pasar yang terlalu bergantung pada saham teknologi raksasa.

“Rasanya tidak tepat untuk mengatakan bahwa teknologi akan terus memimpin selamanya,” ujar manajer portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:17 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB

Terkini

Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?

Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:44 WIB

Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce

Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:21 WIB

PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei

PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:13 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:08 WIB

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:06 WIB

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:29 WIB

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:44 WIB

Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut

Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:22 WIB

Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil

Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:01 WIB

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

×