Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 18 Mei 2026 | 08:28 WIB
Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction
Ilustrasi vape. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
baca 10 detik
  • Pendekatan THR jadi solusi realistis turunkan risiko bagi perokok dewasa yang sulit berhenti.
  • Prof. Amaliya analogikan produk alternatif seperti sabuk pengaman untuk kurangi dampak fatal.
  • Riset BRIN: Tanpa pembakaran TAR, produk alternatif kurangi risiko kesehatan hingga 90%.

Suara.com - Perkembangan sains dan inovasi kini membuka babak baru dalam upaya penanganan masalah rokok di Indonesia. Melalui pendekatan berbasis pengurangan risiko atau Tobacco Harm Reduction (THR), produk tembakau alternatif kini menawarkan opsi yang lebih realistis bagi perokok dewasa yang ingin menurunkan risiko kesehatan, terutama bagi mereka yang kesulitan untuk berhenti secara total.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Profesor Amaliya, menjelaskan bahwa produk seperti rokok elektronik, produk tembakau dipanaskan, dan kantung nikotin merupakan bagian dari strategi meminimalkan dampak buruk. Beliau menganalogikan inovasi ini layaknya penggunaan helm atau sabuk pengaman saat berkendara.

"Bukan menghilangkan risiko secara keseluruhan, tetapi secara nyata mengurangi potensi dampak fatal," ujar Prof. Amaliya, Minggu (17/5/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa THR harus dipahami sebagai instrumen kebijakan kesehatan publik berbasis bukti. Implementasinya pun wajib dikawal ketat oleh regulasi, edukasi, dan pengawasan agar tepat sasaran bagi perokok aktif, bukan menjadi pintu masuk bagi non-perokok atau anak muda.

Pendekatan ilmiah ini diperkuat oleh hasil riset domestik. Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertajuk “Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO's Nine Toxicants” menemukan bahwa kadar senyawa toksikan pada produk tembakau alternatif secara signifikan lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Kunci utamanya terletak pada ketiadaan proses pembakaran, sehingga produk-produk alternatif ini tidak menghasilkan zat berbahaya bernama TAR.

"Karena tidak adanya proses pembakaran yang menghasilkan TAR, produk tembakau alternatif mengindikasikan potensi penurunan risiko kesehatan hingga 80-90 persen dibandingkan rokok bakar," ungkap Peneliti BRIN, Profesor Bambang Prasetya.

Melalui bukti ilmiah ini, para ahli mendorong pemerintah agar kebijakan kesehatan tidak hanya berfokus pada larangan semata, melainkan bergerak ke arah strategi yang lebih aplikatif dan berdampak nyata bagi perlindungan masyarakat luas.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal

Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Serapan Beras Bulog Pecahkan Rekor, Tembus 4,11 Juta Ton pada Awal Oktober

Serapan Beras Bulog Pecahkan Rekor, Tembus 4,11 Juta Ton pada Awal Oktober

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Rumah TNI Jadi Markas Judol di Cijantung, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

Rumah TNI Jadi Markas Judol di Cijantung, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:37 WIB

5 Cara Mencegah Penularan Influenza A

5 Cara Mencegah Penularan Influenza A

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:36 WIB

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sikap Keras PDIP soal Ijazah Gibran: MK Sudah Buka Semua, Lebih Baik...

Sikap Keras PDIP soal Ijazah Gibran: MK Sudah Buka Semua, Lebih Baik...

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, Keluarga Perlu Mandiri Pangan

Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, Keluarga Perlu Mandiri Pangan

Jogja | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Dikira Lindas Polisi Tidur, Sopir Lansia Tabrak Bocah 5 Tahun hingga Tewas di Parkiran RSUDAM

Dikira Lindas Polisi Tidur, Sopir Lansia Tabrak Bocah 5 Tahun hingga Tewas di Parkiran RSUDAM

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Cara Menghemat Ruang Lemari Pakaian Tanpa Membuang Baju, Cukup Ganti Gantungan

Cara Menghemat Ruang Lemari Pakaian Tanpa Membuang Baju, Cukup Ganti Gantungan

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Berawal Kenalan di TikTok, Mahasiswi UM Diduga Jadi Korban Percobaan Pemerkosaan Senior di Kos

Berawal Kenalan di TikTok, Mahasiswi UM Diduga Jadi Korban Percobaan Pemerkosaan Senior di Kos

Malang | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:22 WIB

Di Luar Ada Zombie, di Dalam Ada Pembunuh! Review Novel Murder at Shijinso

Di Luar Ada Zombie, di Dalam Ada Pembunuh! Review Novel Murder at Shijinso

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:20 WIB

×