Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 18 Mei 2026 | 08:28 WIB
Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction
Ilustrasi vape. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
baca 10 detik
  • Pendekatan THR jadi solusi realistis turunkan risiko bagi perokok dewasa yang sulit berhenti.
  • Prof. Amaliya analogikan produk alternatif seperti sabuk pengaman untuk kurangi dampak fatal.
  • Riset BRIN: Tanpa pembakaran TAR, produk alternatif kurangi risiko kesehatan hingga 90%.

Suara.com - Perkembangan sains dan inovasi kini membuka babak baru dalam upaya penanganan masalah rokok di Indonesia. Melalui pendekatan berbasis pengurangan risiko atau Tobacco Harm Reduction (THR), produk tembakau alternatif kini menawarkan opsi yang lebih realistis bagi perokok dewasa yang ingin menurunkan risiko kesehatan, terutama bagi mereka yang kesulitan untuk berhenti secara total.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Profesor Amaliya, menjelaskan bahwa produk seperti rokok elektronik, produk tembakau dipanaskan, dan kantung nikotin merupakan bagian dari strategi meminimalkan dampak buruk. Beliau menganalogikan inovasi ini layaknya penggunaan helm atau sabuk pengaman saat berkendara.

"Bukan menghilangkan risiko secara keseluruhan, tetapi secara nyata mengurangi potensi dampak fatal," ujar Prof. Amaliya, Minggu (17/5/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa THR harus dipahami sebagai instrumen kebijakan kesehatan publik berbasis bukti. Implementasinya pun wajib dikawal ketat oleh regulasi, edukasi, dan pengawasan agar tepat sasaran bagi perokok aktif, bukan menjadi pintu masuk bagi non-perokok atau anak muda.

Pendekatan ilmiah ini diperkuat oleh hasil riset domestik. Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertajuk “Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO's Nine Toxicants” menemukan bahwa kadar senyawa toksikan pada produk tembakau alternatif secara signifikan lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Kunci utamanya terletak pada ketiadaan proses pembakaran, sehingga produk-produk alternatif ini tidak menghasilkan zat berbahaya bernama TAR.

"Karena tidak adanya proses pembakaran yang menghasilkan TAR, produk tembakau alternatif mengindikasikan potensi penurunan risiko kesehatan hingga 80-90 persen dibandingkan rokok bakar," ungkap Peneliti BRIN, Profesor Bambang Prasetya.

Melalui bukti ilmiah ini, para ahli mendorong pemerintah agar kebijakan kesehatan tidak hanya berfokus pada larangan semata, melainkan bergerak ke arah strategi yang lebih aplikatif dan berdampak nyata bagi perlindungan masyarakat luas.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal

Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Entertainment | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:46 WIB

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

Kaltim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run

Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×