Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pihak-pihak Ini Senang Dengar Rupiah Melemah

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 18 Mei 2026 | 11:31 WIB
Pihak-pihak Ini Senang Dengar Rupiah Melemah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot ke level terparah sepanjang sejarah pada perdagangan Senin pagi (18/5/2026). Foto Antara.
baca 10 detik
  • Dolar AS cetak rekor tertinggi sepanjang masa, tembus level Rp 17.658 pada Senin (18/5/2026).
  • Eksportir, sektor wisata, dan pekerja lepas bergaji dolar diuntungkan situasi ini.
  • Selain rupiah, dolar AS juga menguat tajam terhadap won Korea, yen Jepang, dan franc Swiss.

Suara.com - Pasar keuangan domestik kembali diguncang sentimen negatif. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot ke level terparah sepanjang sejarah pada perdagangan Senin pagi (18/5/2026).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.10 WIB, mata uang Garuda terkoreksi 61 poin atau 0,35% ke level Rp 17.658 per dolar AS. Keperkasaan dolar AS tidak hanya memukul rupiah, melainkan juga menekan mayoritas mata uang utama Asia dan global lainnya.

Won Korea terpantau anjlok 0,57%, diikuti pelemahan tipis pada yen Jepang (0,03%), dolar Kanada (0,08%), dan franc Swiss (0,06%). Sebaliknya, dolar AS hanya menyerah tipis 0,01% terhadap dolar Hong Kong.

Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa (5/5/2026), ketika BPS baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen. [Antara]
Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa (5/5/2026), ketika BPS baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen. [Antara]

Kendati bagi makroekonomi nasional ini menjadi alarm keras terutama terkait beban utang luar negeri dan inflasi barang impor (imported inflation) di sisi lain, ada pihak-pihak yang justru mendulang berkah dari fenomena "Super Dollar" ini.

Siapa saja mereka yang "tersenyum" di tengah rekor terpuruknya rupiah?

1. Eksportir Berbasis Bahan Baku Lokal (Komoditas & Manufaktur)

Pihak pertama yang paling diuntungkan tentu saja adalah para pelaku usaha orientasi ekspor yang struktur biayanya menggunakan mata uang rupiah, namun pendapatannya dalam dolar AS.

Sektor Komoditas: Eksportir batu bara, kelapa sawit (CPO), nikel, dan karet akan menikmati lonjakan pendapatan secara drastis saat hasil penjualan mereka dikonversi ke dalam rupiah.

Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sektor Manufaktur & Kerajinan: Industri tekstil, furnitur, dan kerajinan tangan yang memanfaatkan bahan baku 100% lokal akan mendapatkan margin keuntungan yang jauh lebih tebal sekaligus peningkatan daya saing harga di pasar global.

baca juga

2. Industri Pariwisata dan Perhotelan

Bagi wisatawan mancanegara (wisman), melemahnya rupiah ke level Rp 17.600-an membuat biaya berlibur di Indonesia menjadi jauh lebih murah.

Daya Tarik Wisata: Destinasi premium seperti Bali, Lombok, dan Labuan Bajo akan terlihat sangat "ekonomis" bagi turis pemegang dolar AS atau mata uang kuat lainnya.

Lomba 17 Agustus yang diikuti bule di Pantai Kuta, Minggu (17/8/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)
Lomba 17 Agustus yang diikuti bule di Pantai Kuta, Minggu (17/8/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Multiplier Effect: Lonjakan kunjungan wisman ini otomatis akan menaikkan tingkat keterisian kamar (occupancy rate) hotel, restoran, hingga pendapatan sektor UMKM di daerah wisata.

3. Penerima Remitansi (Keluarga Pekerja Migran)

Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di luar negeri, khususnya yang digaji dalam dolar AS atau mata uang yang dipatok ke dolar, menjadi pahlawan bagi keluarga mereka di kampung halaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1 Dollar USD Hari Ini Berapa Rupiah? Geger Ucapan Prabowo soal Orang Desa Tak Pakai Dolar

1 Dollar USD Hari Ini Berapa Rupiah? Geger Ucapan Prabowo soal Orang Desa Tak Pakai Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:04 WIB

Presiden Prabowo Tepis Isu RI Bakal Collapse, Sebut Indonesia Masih Oke!

Presiden Prabowo Tepis Isu RI Bakal Collapse, Sebut Indonesia Masih Oke!

Video | Senin, 18 Mei 2026 | 11:00 WIB

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:44 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×