- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 mendatang.
- Pemerintah memutuskan menahan harga BBM karena rata-rata harga minyak mentah Indonesia masih stabil di kisaran aman.
- Arahan Presiden Prabowo mencakup mitigasi khusus jika harga minyak mentah global nantinya menembus level 100 dolar AS.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pelemahan nlai tukar rupiah dan lonjakan harga minyak dunia terhadap harga BBM bersubsidi tak berpengaruh ke harga BBM subsidi.
Ia menegaskan, harga BBM subsidi yakni, Pertalite dan Solar tidaka mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
"Tidak akan naik Insyaallah, ya, doain ya. Tidak akan kita naikkan subsidi BBM. Tidak akan naik, Insyaallah sampai akhir tahun," ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (19/5/2026).
![Mulai 19 April 2026 SPBU Pertamina mulai mencantumkan besaran subsidi pemerintah di setiap struk pembelian Pertalite. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/21/66478-harga-pertalite.jpg)
Bahlil menjelaskan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pihaknya telah membuat rumusan mitigasi jika rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) menyentuh level 100 dolar AS per barel.
Disebutnya, pergerakan ICP global sejak Januari 2026 memang fluktuatif di rentang 80 dolar AS hingga USD 117 dolar AS per barel.
Namun, secara akumulatif, rata-rata ICP Indonesia saat ini masih stabil di kisaran 80 dolar AS hingga 81 dolar AS per barel. Sehingga pemerintah belum melihat adanya urgensi untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.
"Jadi belum sampai 100 dolar lah, dan belum ada kenaikan (harga BBM bersubsidi)," kata Bahlil.
Tercatat pada penutupan perdagangan Selasa (19/5/2026), mata uang Garuda terus melemah hingga menyentuh angka Rp 17.716 per dolar AS.
Pada saat yang sama, harga minyak mentah global jenis Brent bertengger di level 109,15 dolar AS per barel, sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) AS dibanderol seharga 107,28 dolar AS per barel.