Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut

Achmad Fauzi

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:30 WIB
Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut
Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [Unsplash
  • Bursa saham Wall Street melemah serentak pada perdagangan 19 Mei 2026 akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
  • Lonjakan imbal hasil dipicu kekhawatiran inflasi akibat harga energi, sehingga menekan saham teknologi serta sektor semikonduktor secara signifikan.
  • Pelaku pasar merespons ketidakpastian kebijakan moneter menjelang pelantikan ketua baru Federal Reserve serta situasi geopolitik di Timur Tengah.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kompak ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Tekanan datang dari lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan reli pasar saham.

Mengutip laporan CNBC, semua indeks utama Wall Street merosot,s seperti indeks S&P 500 turun 0,67 persen ke level 7.353,61 dan mencatat penurunan tiga hari berturut-turut. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average merosot 322,24 poin atau 0,65 persen ke posisi 49.363,88.

Di sisi lain, Nasdaq Composite ditutup melemah 0,84 persen di level 25.870,71.

Pelaku pasar menyoroti lonjakan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun yang sempat menembus 5,19 persen, level tertinggi dalam hampir 19 tahun. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah jangka pendek juga naik hingga 4,687 persen, tertinggi sejak Januari 2025.

Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.

Kenaikan yield obligasi tersebut dipicu kekhawatiran inflasi kembali meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia di tengah konflik Iran. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan menekan konsumsi masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi AS.

"Para pengawas pasar obligasi sedang beraksi saat ini," kata Kepala Investasi Prime Capital Financial, Will McGough.

"Semua orang memperkirakan harga energi akan tetap tinggi, yang dapat menyebabkan inflasi yang ikut melonjak," lanjut dia.

McGough menyebut investor obligasi tampaknya mulai mengirim sinyal bahwa bank sentral AS atau The Fed dianggap terlambat mengendalikan inflasi, terutama menjelang pelantikan Kevin Warsh sebagai ketua baru Federal Reserve pada Jumat mendatang.

"Ada narasi bahwa ketua Fed yang baru cenderung diuji oleh pasar," ujarnya kepada CNBC.

"Anda bisa melihat para pengawas pasar obligasi jelas sedang mengujinya di sini, jika Anda mempercayai tema tersebut," tambah McGough.

Dari pasar energi, harga minyak mentah dunia sedikit turun setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Keputusan itu diambil usai adanya permintaan dari tiga kekuatan regional Timur Tengah agar AS menunda langkah militer tersebut.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni turun 0,82 persen menjadi 107,77 dolar AS per barel. Sedangkan minyak mentah Brent pengiriman Juli melemah 0,73 persen ke level 111,28 dolar AS per barel.

Meski begitu, sentimen geopolitik masih membayangi pasar setelah laporan The Wall Street Journal menyebut AS menyita kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran di Samudra Hindia.

Tekanan juga terjadi pada saham-saham teknologi dan chip semikonduktor. Saham NVIDIA anjlok hampir 4 persen, sedangkan Broadcom turun 2 persen.

Sementara itu, saham Qualcomm melemah hampir 1 persen menjelang laporan kinerja kuartalan perusahaan yang akan dirilis setelah penutupan pasar Rabu waktu setempat.

"Ini adalah jeda yang pantas setelah reli epik," kata Manajer Portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, kepada CNBC.

Menurut dia, koreksi ini terjadi di waktu yang menarik karena hanya berselang beberapa hari sebelum perusahaan chip terbesar dunia melaporkan kinerja dan proyeksi bisnis terbaru mereka.

Sebelumnya, Wall Street sempat mencatat reli kuat dengan S&P 500 dan Nasdaq menyentuh rekor tertinggi baru pekan lalu. Bahkan, Dow Jones juga sempat kembali menembus level psikologis 50.000.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:02 WIB

Terkini

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:18 WIB

PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen

PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:02 WIB

BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 10:28 WIB

Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726

Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:56 WIB

Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!

Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:38 WIB

Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:33 WIB

Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram

Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:29 WIB

Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia

Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:23 WIB

IHSG Terbang Pagi Ini Setelah Perang AS-Usai, Pantau Saham AMMN dan DEWA

IHSG Terbang Pagi Ini Setelah Perang AS-Usai, Pantau Saham AMMN dan DEWA

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:17 WIB

Jangan Lupa! Ada Diskon Tiket Kapal Feri Selama Libur Sekolah, Catat Tanggalnya

Jangan Lupa! Ada Diskon Tiket Kapal Feri Selama Libur Sekolah, Catat Tanggalnya

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:05 WIB