Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut

Achmad Fauzi

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:30 WIB
Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut
Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [Unsplash
baca 10 detik
  • Bursa saham Wall Street melemah serentak pada perdagangan 19 Mei 2026 akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
  • Lonjakan imbal hasil dipicu kekhawatiran inflasi akibat harga energi, sehingga menekan saham teknologi serta sektor semikonduktor secara signifikan.
  • Pelaku pasar merespons ketidakpastian kebijakan moneter menjelang pelantikan ketua baru Federal Reserve serta situasi geopolitik di Timur Tengah.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kompak ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Tekanan datang dari lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan reli pasar saham.

Mengutip laporan CNBC, semua indeks utama Wall Street merosot,s seperti indeks S&P 500 turun 0,67 persen ke level 7.353,61 dan mencatat penurunan tiga hari berturut-turut. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average merosot 322,24 poin atau 0,65 persen ke posisi 49.363,88.

Di sisi lain, Nasdaq Composite ditutup melemah 0,84 persen di level 25.870,71.

Pelaku pasar menyoroti lonjakan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun yang sempat menembus 5,19 persen, level tertinggi dalam hampir 19 tahun. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah jangka pendek juga naik hingga 4,687 persen, tertinggi sejak Januari 2025.

Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.

Kenaikan yield obligasi tersebut dipicu kekhawatiran inflasi kembali meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia di tengah konflik Iran. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan menekan konsumsi masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi AS.

"Para pengawas pasar obligasi sedang beraksi saat ini," kata Kepala Investasi Prime Capital Financial, Will McGough.

"Semua orang memperkirakan harga energi akan tetap tinggi, yang dapat menyebabkan inflasi yang ikut melonjak," lanjut dia.

McGough menyebut investor obligasi tampaknya mulai mengirim sinyal bahwa bank sentral AS atau The Fed dianggap terlambat mengendalikan inflasi, terutama menjelang pelantikan Kevin Warsh sebagai ketua baru Federal Reserve pada Jumat mendatang.

"Ada narasi bahwa ketua Fed yang baru cenderung diuji oleh pasar," ujarnya kepada CNBC.

baca juga

"Anda bisa melihat para pengawas pasar obligasi jelas sedang mengujinya di sini, jika Anda mempercayai tema tersebut," tambah McGough.

Dari pasar energi, harga minyak mentah dunia sedikit turun setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Keputusan itu diambil usai adanya permintaan dari tiga kekuatan regional Timur Tengah agar AS menunda langkah militer tersebut.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni turun 0,82 persen menjadi 107,77 dolar AS per barel. Sedangkan minyak mentah Brent pengiriman Juli melemah 0,73 persen ke level 111,28 dolar AS per barel.

Meski begitu, sentimen geopolitik masih membayangi pasar setelah laporan The Wall Street Journal menyebut AS menyita kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran di Samudra Hindia.

Tekanan juga terjadi pada saham-saham teknologi dan chip semikonduktor. Saham NVIDIA anjlok hampir 4 persen, sedangkan Broadcom turun 2 persen.

Sementara itu, saham Qualcomm melemah hampir 1 persen menjelang laporan kinerja kuartalan perusahaan yang akan dirilis setelah penutupan pasar Rabu waktu setempat.

"Ini adalah jeda yang pantas setelah reli epik," kata Manajer Portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, kepada CNBC.

Menurut dia, koreksi ini terjadi di waktu yang menarik karena hanya berselang beberapa hari sebelum perusahaan chip terbesar dunia melaporkan kinerja dan proyeksi bisnis terbaru mereka.

Sebelumnya, Wall Street sempat mencatat reli kuat dengan S&P 500 dan Nasdaq menyentuh rekor tertinggi baru pekan lalu. Bahkan, Dow Jones juga sempat kembali menembus level psikologis 50.000.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:02 WIB

Terkini

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:13 WIB

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:09 WIB

×