IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras

M Nurhadi

Rabu, 20 Mei 2026 | 16:23 WIB
IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras
ARSIP-Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia melemah dan ditutup pada level 6.318 akibat aksi jual masif pelaku pasar pada Rabu, 20 Mei 2026.
  • BRI Sekuritas mengonfirmasi tren bearish berlanjut dengan risiko penurunan lebih dalam jika tekanan jual tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.
  • Kelesuan pasar dipicu oleh depresiasi rupiah, rencana kebijakan ekspor terpusat, serta penundaan perombakan indeks oleh lembaga pemeringkat global FTSE Russell.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum mampu keluar dari tekanan pada perdagangan hari Rabu (20/5/2026). Indeks saham domestik melanjutkan tren koreksi akibat maraknya aksi lego saham oleh para pelaku pasar sejak awal perdagangan.

Pada pembukaan pasar, IHSG sebenarnya sempat bergerak optimistis di level 6.352,202 dan merangkak naik hingga menyentuh titik tertinggi di posisi 6.459,556. Kendali tren kemudian beralih ke tangan para penjual, membuat indeks tergelincir ke zona merah.

Menjelang akhir paruh pertama, tepatnya pukul 11.22 WIB, IHSG sempat ambles hingga 2,28 persen sebelum akhirnya bertengger di level 6.333,17 pada jeda siang.

Meskipun sempat menunjukkan tanda-tanda perlawanan menuju zona hijau, IHSG akhirnya menyerah dan menyudahi perdagangan harian dengan koreksi di level 6.318.

Analisis Teknikal Tren Bearish Pasar Saham

Menyikapi fluktuasi ini, tim riset dari BRI Sekuritas mengonfirmasi bahwa tren penurunan (bearish) masih memegang kendali atas pergerakan indeks.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mengindikasikan sinyal negatif yang solid, dengan posisi indeks yang terus menguji batas psikologis bawah (support) di level 6.322.

Berdasarkan proyeksi teknikal dari BRI Sekuritas, jika volume tekanan jual tidak kunjung mereda dalam beberapa hari ke depan, IHSG berisiko mengalami penurunan lebih dalam menuju rentang support berikutnya di level 6.100 hingga 5.900.

Sementara itu, untuk membalikkan arah menjadi tren naik, indeks harus mampu menembus titik pembatas atas (resistance) terdekat yang berada di area 6.635.

baca juga

Kelesuan pasar modal domestik saat ini dipicu oleh akumulasi beberapa sentimen eksternal dan internal yang kurang menguntungkan bagi iklim investasi:

  1. Depresiasi Nilai Tukar Rupiah: Mata uang garuda yang melemah hingga menyentuh angka Rp17.723 per dolar AS memicu kecemasan para pemodal. Kondisi ini menahan laju masuknya modal internasional sekaligus meningkatkan risiko hengkangnya dana asing (capital outflow) dari pasar keuangan dalam negeri.
  2. Wacana Regulasi Ekspor Terpusat: Rencana pemerintah untuk memberlakukan sistem ekspor satu pintu melalui lembaga negara memicu kekhawatiran pelaku pasar. Kebijakan ini dikhawatirkan akan membatasi kebebasan penetapan harga komoditas serta menggerus margin keuntungan bersih para emiten eksportir, sehingga menekan kinerja saham sektor komoditas.
  3. Penundaan Indeks FTSE Russell: Keputusan lembaga pemeringkat global, FTSE Russell, yang kembali menangguhkan proses perombakan bobot indeks secara menyeluruh (full index re-ranking) serta penundaan kalkulasi emiten perdana (IPO) baru hingga paling cepat September 2026, menjadi katalis negatif tambahan yang membatasi ruang gerak indeks bursa saham nasional.

Disclaimer: Laporan pergerakan pasar saham ini diterbitkan sebagai pemenuhan informasi publik dan bahan analisis berita. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan imbal hasil di masa depan. Setiap keputusan investasi merupakan hak dan tanggung jawab penuh pembaca secara mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susunan Komisaris dan Direksi BRI Finance Terbaru, Ada Eks Rektor UII

Susunan Komisaris dan Direksi BRI Finance Terbaru, Ada Eks Rektor UII

Bri | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:14 WIB

IHSG Anjlok Usai Kenaikan BI-Rate, Pengamat Ungkap Peluang Technical Rebound

IHSG Anjlok Usai Kenaikan BI-Rate, Pengamat Ungkap Peluang Technical Rebound

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:03 WIB

Hitung-hitungan Persis Solo atau Madura United yang Bakal Degradasi

Hitung-hitungan Persis Solo atau Madura United yang Bakal Degradasi

Bola | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:39 WIB

Bos Bursa Masih Optimistis Meski IHSG Anjlok Usai Pidato Prabowo

Bos Bursa Masih Optimistis Meski IHSG Anjlok Usai Pidato Prabowo

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:19 WIB

IHSG Anjlok 1,49 Persen usai Pidato Prabowo Bahas Ekonomi Indonesia

IHSG Anjlok 1,49 Persen usai Pidato Prabowo Bahas Ekonomi Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:59 WIB

Jelang Pidato Prabowo, IHSG Tak Tertolong Terus Merosot ke Level 6.352 di Rabu Pagi

Jelang Pidato Prabowo, IHSG Tak Tertolong Terus Merosot ke Level 6.352 di Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:17 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×