Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap alasan pemerintah menahan sebagian ekspor batu bara. Foto Yaumal-Suara.com
baca 10 detik
  • Bahlil tahan ekspor batu bara demi amankan pasokan PLN.
  • Stok pembangkit masih kurang 13 juta ton batu bara.
  • Bahlil heran pasokan kritis terjadi saat baru pertengahan tahun.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap alasan pemerintah menahan sebagian ekspor batu bara. Langkah itu diambil untuk mengamankan pasokan bahan bakar pembangkit listrik PT PLN (Persero) setelah terjadi pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah.

Bahlil mengatakan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik sepanjang 2026 mencapai 154 juta metrik ton. Namun hingga kini kontrak pasokan yang berhasil diamankan baru mencapai 141 juta metrik ton, meski telah bertambah dari sebelumnya 134 juta metrik ton dalam tiga hari terakhir.

Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 13 juta metrik ton batu bara yang harus segera dipenuhi untuk menjamin operasional pembangkit listrik nasional.

Ia pun mempertanyakan kondisi tersebut. Menurutnya, kebutuhan batu bara untuk pembangkit sudah dihitung untuk satu tahun penuh sehingga tidak seharusnya terjadi kekurangan pasokan di pertengahan tahun.

"Dari 154 juta kurang 141 juta itu kan berarti tinggal 13 juta. Masa batu bara habis di bulan 6? Ini ilmu abuleke apa lagi gitu lho. Enggak, ini aku jujur-jujur saja nih. Berarti kan ada sesuatu," kata Bahlil.

Menurut Bahlil, salah satu persoalan yang muncul adalah keterbatasan pasokan batu bara kalori medium yang selama ini digunakan sebagai campuran bahan bakar pembangkit listrik. Ia mengingatkan jajaran direksi PLN agar lebih sigap mengantisipasi potensi gangguan pasokan sebelum kondisi berubah menjadi kritis.

Bahlil menegaskan pemerintah tidak ingin kejadian pemadaman listrik kembali terulang. Karena itu, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, sebagian pengiriman batu bara ke luar negeri untuk sementara ditahan dan diprioritaskan bagi kebutuhan dalam negeri.

"Nah karena seperti itu maka atas arahan Bapak Presiden kami tidak pengen kejadian ini terulang lagi. Sekarang kan udah jalan normal. Dari beberapa yang harus ekspor keluar kita tahan, kebutuhan dalam negeri dulu," ujarnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:03 WIB

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:18 WIB

Harga Gas Industri Melonjak Bahlil: Produksi Domestik Berkurang!

Harga Gas Industri Melonjak Bahlil: Produksi Domestik Berkurang!

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:58 WIB

Terkini

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×