Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap alasan pemerintah menahan sebagian ekspor batu bara. Foto Yaumal-Suara.com
baca 10 detik
  • Bahlil tahan ekspor batu bara demi amankan pasokan PLN.
  • Stok pembangkit masih kurang 13 juta ton batu bara.
  • Bahlil heran pasokan kritis terjadi saat baru pertengahan tahun.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap alasan pemerintah menahan sebagian ekspor batu bara. Langkah itu diambil untuk mengamankan pasokan bahan bakar pembangkit listrik PT PLN (Persero) setelah terjadi pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah.

Bahlil mengatakan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik sepanjang 2026 mencapai 154 juta metrik ton. Namun hingga kini kontrak pasokan yang berhasil diamankan baru mencapai 141 juta metrik ton, meski telah bertambah dari sebelumnya 134 juta metrik ton dalam tiga hari terakhir.

Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 13 juta metrik ton batu bara yang harus segera dipenuhi untuk menjamin operasional pembangkit listrik nasional.

Ia pun mempertanyakan kondisi tersebut. Menurutnya, kebutuhan batu bara untuk pembangkit sudah dihitung untuk satu tahun penuh sehingga tidak seharusnya terjadi kekurangan pasokan di pertengahan tahun.

"Dari 154 juta kurang 141 juta itu kan berarti tinggal 13 juta. Masa batu bara habis di bulan 6? Ini ilmu abuleke apa lagi gitu lho. Enggak, ini aku jujur-jujur saja nih. Berarti kan ada sesuatu," kata Bahlil.

Menurut Bahlil, salah satu persoalan yang muncul adalah keterbatasan pasokan batu bara kalori medium yang selama ini digunakan sebagai campuran bahan bakar pembangkit listrik. Ia mengingatkan jajaran direksi PLN agar lebih sigap mengantisipasi potensi gangguan pasokan sebelum kondisi berubah menjadi kritis.

Bahlil menegaskan pemerintah tidak ingin kejadian pemadaman listrik kembali terulang. Karena itu, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, sebagian pengiriman batu bara ke luar negeri untuk sementara ditahan dan diprioritaskan bagi kebutuhan dalam negeri.

"Nah karena seperti itu maka atas arahan Bapak Presiden kami tidak pengen kejadian ini terulang lagi. Sekarang kan udah jalan normal. Dari beberapa yang harus ekspor keluar kita tahan, kebutuhan dalam negeri dulu," ujarnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:03 WIB

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:18 WIB

Harga Gas Industri Melonjak Bahlil: Produksi Domestik Berkurang!

Harga Gas Industri Melonjak Bahlil: Produksi Domestik Berkurang!

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:58 WIB

Terkini

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:33 WIB

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:27 WIB

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:03 WIB

Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi

Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:54 WIB

99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!

99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:44 WIB

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:18 WIB