- Publik menyoroti penunjukan Mufli Budi Ananda dan Ginka Febriyanti Ginting sebagai komisaris perusahaan karena rekam jejak mereka.
- Dewan komisaris ditunjuk melalui RUPS untuk mengawasi kebijakan direksi serta memberikan nasihat strategis bagi keberlangsungan bisnis perusahaan.
- Tanggung jawab utama komisaris mencakup pengesahan laporan tahunan, pembentukan komite pendukung, serta melakukan tindakan tegas terhadap direksi.
Suara.com - Sejumlah nama komisaris belakangan cukup disorot karena rekam jejaknya. Contohnya Mufli Budi Ananda yang selama ini dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad, kini ia menjabat komisaris PT Krakatau Posco.
Kemudian ada pula nama Ginka Febriyanti Ginting yang ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor ritel energi.
Penunjukan Ginka menjadi komisaris menarik perhatian karena ia tercatat masih berusia 28 tahun pada 2026 dan pernah dituding menjadi koordinator demo bayaran.
Terlepas dari kabar tersebut, sebenarnya apa tugas komisaris di sebuah perusahaan?
Tugas seorang komisaris di dalam struktur perusahaan sering kali disalahpahami hanya sebagai jabatan formalitas semata.
Idealnya, posisi ini memegang peranan krusial dalam menjaga kelangsungan bisnis dan memastikan tata kelola perusahaan berjalan dengan baik.
Secara umum, dewan komisaris ditunjuk langsung oleh para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Fungsi utama mereka bukanlah mengeksekusi operasional harian perusahaan, melainkan memberikan pengawasan terhadap kebijakan yang diambil oleh direksi.
Selain melakukan pengawasan, komisaris juga wajib memberikan nasihat strategis agar perusahaan tidak salah langkah dalam mengambil keputusan besar.
Berikut adalah rincian tugas penting komisaris di perusahaan yang wajib dipahami oleh para profesional.
1. Melakukan Pengawasan Terhadap Kebijakan Direksi
Komisaris memiliki tanggung jawab utama untuk memantau setiap kebijakan yang dijalankan oleh jajaran direksi.
Pengawasan ini dilakukan secara berkala demi memastikan bahwa pengelolaan perusahaan telah sesuai dengan Anggaran Dasar.
2. Memberikan Nasihat Strategis untuk Pertumbuhan Bisnis
Selain mengawasi, seorang komisaris harus aktif memberikan arahan dan saran dalam perencanaan jangka panjang perusahaan.
Pendapat dari komisaris sering kali menjadi penentu arah kebijakan bisnis yang berisiko tinggi.
3. Mengesahkan Laporan Tahunan Perusahaan
Setiap tahunnya, direksi wajib menyampaikan laporan keuangan dan perkembangan bisnis kepada dewan komisaris.
Komisaris bertugas meneliti dan memberikan persetujuan atas laporan tersebut sebelum dibawa ke forum RUPS.
4. Membentuk Komite Pendukung Pelaksanaan Tugas
Untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan, dewan komisaris berwenang membentuk komite khusus, seperti komite audit dan komite remunerasi.
Komite-komite ini membantu komisaris dalam memeriksa detail operasional dan finansial yang bersifat sensitif.
5. Melakukan Tindakan Pencegahan dalam Kondisi Darurat
Jika ditemukan indikasi tindakan direksi yang merugikan korporasi, komisaris dapat mengambil tindakan tegas secara langsung.
Pada situasi tertentu, komisaris bahkan memiliki wewenang untuk memberhentikan anggota direksi secara sementara.